5 Game Rilisan Tahun 1998 yang Mengubah Industri Gaming Selamanya

- StarCraft menyempurnakan RTS lewat tiga ras sci-fi dan multiplayer Battle.net, yang berperan penting dalam perkembangan awal esports serta menjadikannya seri berpengaruh.
- Unreal dan Half-Life mengangkat Epic Games serta Valve melalui FPS inovatif dan teknologi engine, sekaligus membuka fondasi bagi franchise, Counter-Strike, Source Engine, hingga Steam.
- Ocarina of Time mengukuhkan desain aksi-petualangan 3D Nintendo, sedangkan Sonic Adventure memamerkan Dreamcast, menjadi game terlaris konsol itu, dan menandai awal meredupnya Sega sebagai produsen konsol.
1998 sering dianggap sebagai salah satu tahun terbaik dalam sejarah industri gaming karena menghadirkan banyak game besar, peluncuran konsol baru, peningkatan teknologi, serta lahirnya sejumlah franchise dan perusahaan yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Di tahun itu, ada sejumlah game yang diam-diam ikut membentuk masa depan industri gaming melalui inovasi, desain, dan pengaruh jangka panjangnya. Selain tetap menyenangkan untuk dimainkan hingga kini, beberapa game tersebut juga menjadi gambaran penting tentang perkembangan industri gaming pada akhir tahun 1990-an dan alasan mengapa 1998 dianggap sebagai tahun yang mengubah industri untuk selamanya. Berikut daftarnya.
1. StarCraft

StarCraft (dok. Blizzard Entertainment) Seri seperti Warcraft dan Age of Empires ikut memopulerkan genre RTS pada tahun 1990-an, namun StarCraft berhasil menyempurnakannya lewat latar sci-fi yang mempertemukan tiga ras utama yaitu Terran, Zer dan Protoss dalam konflik antargalaksi. Meski memiliki mode campaign single-player untuk masing-masing ras, daya tarik utama game ini terletak pada mode multiplayer online melalui Battle.net. Selama bertahun-tahun, Blizzard relatif jarang mengubah fondasi StarCraft, baik pada game pertamanya maupun sekuelnya yang dirilis pada 2010, disamping terus menyempurnakan gameplay dan dukungan terhadap pemain. Mode multiplayer-nya bahkan berperan penting dalam perkembangan awal esports, sehingga tak heran jika StarCraft dianggap sebagai salah satu seri game paling berpengaruh sepanjang masa.
2. Unreal
1998 menjadi salah satu tahun terbaik bagi genre FPS, salah satunya berkat kehadiran Unreal karya Epic Games. Game ini mengisahkan seorang tahanan yang mengalami kecelakaan dan terdampar di sebuah planet asing, lalu terseret ke dalam konflik antara peradaban asli planet tersebut. Selain menawarkan mode cerita, Unreal juga memiliki fitur multiplayer yang mendukung co-op serta deathmatch kompetitif hingga 16 pemain. Game ini dibangun menggunakan Unreal Engine yang mampu menyajikan tekstur dan visual jauh lebih detail dibanding kebanyakan game pada masanya. Kesuksesan Unreal tidak hanya melahirkan franchise besar, tapi juga membawa Epic Games ke panggung utama industri gaming melalui Unreal Engine, sebelum semakin dikenal lewat Fortnite dan toko game digitalnya sendiri.
3. Half-Life

Half-Life (dok. Valve) Pada 1998, Valve Corporation mulai dikenal luas lewat game debut mereka yaitu Half-Life. Game ini merupakan game FPS bertema sci-fi yang berlatar di fasilitas penelitian terpencil, di mana eksperimen teknologi lintas dimensi memicu invasi makhluk asing, sehingga sang protagonis utama yaitu Gordon Freeman harus bertahan hidup sembari menghadapi monster maupun pasukan yang berusaha menutupi insiden tersebut. Berbeda dari Unreal yang dibangun menggunakan game engine buatan Epic, Half-Life dibuat menggunakan GoldSrc, game engine milik Valve yang kemudian menjadi dasar bagi Counter-Strike dan Source Engine. Keberhasilan Half-Life ikut mengangkat nama Valve sebagai salah satu kekuatan besar dalam industri gaming dan membuka jalan bagi lahirnya Steam.
4. The Legend of Zelda: Ocarina of Time
Meski Super Mario 64 pada 1996 memperkenalkan Nintendo pada era game 3D dan menunjukkan kemampuan Nintendo 64, The Legend of Zelda: Ocarina of Time dianggap sebagai game yang benar-benar mengukuhkan masa depan perusahaan asal Jepang itu. Sebagai game 3D pertama di serinya, game ini mengajak pemain mengikuti Link dalam perjuangannya melawan Ganondorf demi menyelamatkan Hyrule. Yang menarik, dunia game ini bisa dijelajahi dalam dua periode waktu berbeda berkat mekanisme perjalanan waktu. Selain menawarkan sistem kamera yang inovatif, perpaduan animasi 3D dan pre-rendered juga membuatnya terasa sangat sinematik pada masanya. Game ini tidak hanya memberi pengaruh besar terhadap game-game Zelda berikutnya, tapi juga game aksi petualangan lain yang lahir setelahnya.
5. Sonic Adventure

Sonic Adventure (dok. SEGA) Setelah kegagalan total Sega Saturn, Sega segera beralih ke konsol penerusnya, Dreamcast. Salah satu game perdananya, Sonic Adventure, membawa maskot Sega yaitu Sonic ke dunia 3D. Meski desain levelnya lebih linear dibandingkan game seperti Super Mario 64, visual serta karakter-karakter di game ini tampil mengesankan. Dengan penjualan sekitar 2,5 juta kopi, game ini menjadi game terlaris di sepanjang masa hidup Dreamcast. Sonic Adventure dianggap penting karena memperkenalkan teknologi baru sekaligus menjadi salah satu tanda awal meredupnya Sega sebagai produsen konsol, terutama setelah Dreamcast kalah bersaing dari PS2. Meskipun begitu, game ini tetap berhasil menunjukkan kemampuan teknis Dreamcast dan sempat membuktikan bahwa Sega masih mampu menjadi pesaing kuat di industri gaming.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game rilisan tahun 1998 yang mengubah industri gaming selamanya. Pernah memainkan game-game di atas?




















