5 Fakta Game Silent Hill: Townfall, Teror Kota Berkabut Baru!

Silent Hill: Townfall berlatar di St. Amelia, Skotlandia, pada 1996.
Game ini menggunakan perspektif orang pertama dengan Unreal Engine 5.
Silent Hill: Townfall memiliki setidaknya lima ending berbeda.
Silent Hill merupakan waralaba survival horror legendaris dari Konami yang mulai kembali aktif beberapa tahun terakhir. Diawali dengan kesuksesan remake dari Silent Hill 2 (2024), waralaba ini sekarang gencar menelurkan game baru maupun spin-off. Adapun, Silent Hill: Townfall merupakan proyek terbaru mereka yang akan segera dirilis September 2026 mendatang.
Game tersebut merupakan spin-off yang menghadirkan fitur unik dengan latar baru yang gak kalah mencekam dari kota ikonis Silent Hill. Ia menceritakan petualangan pemuda bernama Simon Ordell yang terbangun di sebuah kota angker dan misterius. Penasaran ingin tahu lebih banyak mengenai game ini? Yuk, simak lima faktanya di bawah ini!
1. Berlatar di St. Amelia, Skotlandia, pada 1996

papan penunjuk kota St. Amelia (dok. Konami/Silent Hill: Townfall) Mengikuti tren Silent Hill baru yang dirilis beberapa tahun terakhir, Silent Hill: Townfall juga tidak akan mengambil latar di kota berkabut ikonis Silent Hill. Alih-alih, ia akan mengambil latar di kota fiksional St. Amelia, yang berlokasi di Skotlandia. Kota ini sendiri merupakan sebuah kota kepulauan yang dikenal sebagai pulau nelayan.
Hampir sama dengan Silent Hill, St. Amelia juga memiliki kesan suram dengan kabut tebal yang menyelimuti. Menariknya, dalam trailer, diperlihatkan berbagai papan unjuk rasa dan protes tergeletak di monumen kota ini. Ini mengindikasikan kalau sempat terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran oleh penduduk setempat. Ngomong-ngomong, St. Amelia ini sepertinya terinspirasi dari pulau nelayan nyata di Skotlandia, seperti St. Monans dan Shetland.
2. Menggunakan perspektif orang pertama

gameplay dengan perspektif orang pertama (dok. Konami/Silent Hill: Townfall) Sama seperti Resident Evil, Silent Hill dikenal sebagai survival horror dengan perspektif orang ketiga. Namun, beberapa game bereksperimen dengan menghadirkan sudut pandang orang pertama. Termasuk game terbaru, Silent Hill: Townfall, ia bakal sepenuhnya menggunakan sudut pandang orang pertama. Tentu saja, dengan eksekusi yang baik, ia bakal membuat teror supranatural dalam game jadi jauh lebih imersif dan menakutkan.
Silent Hill: Townfall sendiri bukan yang pertama. Yang pertama, ada Silent Hill 4: The Room (2004) yang menghadirkan sudut pandang orang pertama saat eksplorasi apartemen. Barulah dalam game Silent Hill: The Short Message (2024), perspektif orang pertama digunakan penuh dalam permainan untuk pertama kalinya.
3. Adanya fitur CRTV, navigasi visual unik yang menggantikan radio

cuplikan mekanisme gameplay CRTV (dok. Konami/Silent Hill: Townfall) CRTV merupakan fitur eksklusif unik yang dihadirkan dalam Silent Hill: Townfall. Itu merupakan sebuah TV portabel dengan bentuk mirip Game Boy. Ia dibawa Simon sebagai alat navigasi utama. Trailer memperlihatkan beberapa fitur menarik dari CRTV. Ia berfungsi menggantikan minimap yang memperlihatkan objektif utama dan opsional.
Selain untuk navigasi, CRTV juga menggantikan fitur radio khas Silent Hill yang ikonis. Sama seperti radio, CRTV akan mendeteksi musuh terdekat dan memberikan sinyal. Adapun, kamu bisa mengatur frekuensinya untuk mendapatkan transmisi penting, petunjuk untuk puzzle, dan mengakses rekaman video.
4. Digarap menggunakan Unreal Engine 5

cuplikan visual yang imersif dari Unreal Engine 5 (dok. Konami/Silent Hill: Townfall) Soal visual, jangan ragukan waralaba Silent Hill. Silent Hill: Townfall digarap menggunakan Unreal Engine 5 yang powerful. Tak ayal, visual yang dipamerkan dalam trailer benar-benar realistis dan halus. Unreal Engine 5 memang sudah menjadi standar Konami untuk Silent Hill. Sebab, Unreal Engine 5 juga sudah digunakan untuk dua game sebelumnya, yakni Silent Hill 2 dan Silent HIll f (2025).
Teknologi Lumen dan Nanite memang dapat menghasilkan aset yang detail serta fotorealistik. Sementara, teknologi unggulan ray tracing membantu menghidupkan atmosfer dengan pencahayaan dan pemberian efek yang realistis. Kamu benar-benar akan merasa sedang berada di sebuah kota tua berkabut pada era 90-an.
5. Memiliki multiple ending

Simon Ordell adalah protagonis Silent Hill: Townfall. (dok. Konami/Silent Hill: Townfall) Sama seperti kebanyakan judul Silent Hill, Silent Hill: Townfall bakal memiliki multiple ending. Ini merupakan langkah developer untuk memberikan konsekuensi terhadap berbagai pilihan yang gamer buat dalam game. Berdasarkan informasi resmi dari developer, game ini akan memiliki setidaknya lima ending berbeda. Adapun, dua di antaranya hanya bisa dibuka setelah menyelesaikan mode New Game+.
Sang director, Jon McKellan, juga mengungkap kalau ending tidak hanya ditentukan lewat pilihan dialog. Cerita akan ditentukan berdasarkan beragam aksi dan pilihan kecil yang kamu ambil. Menurutmu, apakah joke ending dan alien ending masih akan dihadirkan, ya?
Rupanya, banyak fitur baru yang menarik, ya. Sudah tidak sabar ingin menjajal petualangan mencekam terbaru dari waralaba Silent Hill ini? Penantianmu tinggal sebentar lagi! Pasalnya, Silent Hill: Townfall bakal diluncurkan perdana pada 24 September 2026 untuk PlayStation 5 dan PC.

















