"Di WhatsApp, percakapan Anda hanya milik Anda dan orang yang mengobrol dengan Anda. Itulah sebabnya kami membangun enkripsi end-to-end secara default, dan terus menambahkan cara-cara baru agar akun tetap aman dan berada dalam kendali Anda," tulis perusahaan dalam keterangan resmi
Fitur Keamanan WhatsApp Baru: Multi-Passkey hingga 2FA

- WhatsApp meluncurkan fitur keamanan baru untuk memperkuat perlindungan akun, sambil mempertahankan enkripsi end-to-end sebagai perlindungan percakapan.
- Pengguna Android dan iOS kini dapat menambahkan lebih dari satu passkey, memakai sidik jari, Face ID, atau kode layar untuk login kembali.
- Verifikasi dua langkah ditingkatkan dari PIN enam digit menjadi kata sandi kompleks; Android juga menampilkan konteks penelepon asing, termasuk negara asal dan grup bersama.
Mengelola keamanan akun digital kini dibuat makin fleksibel sekaligus ketat oleh WhatsApp. Lewat serangkaian fitur anyar yang diluncurkan pekan ini—mulai dari dukungan multi-passkey lintas perangkat, peningkatan sandi verifikasi dua langkah (2FA), hingga deteksi konteks penelepon asing—pengguna tidak hanya diberi perlindungan ekstra terhadap ancaman penipuan, tetapi juga kemudahan akses tanpa harus direpotkan oleh kode sandi yang rumit.
.
Apa saja fitur keamanan yang baru?
Berikut ini beberapa upaya yang telah dilakukan WhatsApp:
- Lebih dari 1 miliar orang memakai passkey: Passkey memungkinkan user login kembali ke WhatsApp dengan sidik jari, face ID, atau kode penguncian layar. Ini cara tercepat dan teraman untuk memverifikasi diri, tanpa kode ataupun PIN.
- Lebih dari satu miliar orang telah menyiapkannya, dan kamu sekarang bisa menambahkan lebih dari satu passkey ke akun jika memakai perangkat Android dan iOS. Untuk memulai, buka Pengaturan > Akun > Passkey.
- Verifikasi dua langkah menjadi lebih kuat: Verifikasi dua langkah adalah lapisan perlindungan tambahan yang membantu mencegah seseorang mengambil alih akun, meskipun mereka memiliki kode sandi sekali pakai.
![ilustrasi WhatsApp (pexels.com/[Anton])](https://image.idntimes.com/post/20241226/magen-43da29a867d49c1f351ac6b665d26419-83cb7cda98370b6d390d802f805fe53b.jpg)
ilustrasi WhatsApp (pexels.com/[Anton]) - PIN sebelumnya berupa PIN enam digit dan saat ini WhatsApp sudah mengupgradenya menjadi kata sandi penuh—lebih panjang, alfanumerik, bahkan dengan karakter khusus agar lebih sulit ditebak.
- Ketahui konteks lebih dulu sebelum mengangkat: Ketika menerima telepon dari seseorang yang belum tersimpan di daftar kontak, sedikit konteks bisa membantu menentukan apakah kamu akan mengangkatnya.
Di Android, kini pengguna akan melihat informasi selengkapnya tentang penelepon yang tidak ada di daftar kontak, seperti apakah nomor tersebut berasal dari negara lain dan apakah berada di grup yang sama. Penipu mengandalkan urgensi. Kini, user bisa menenangkan diri dengan mencari informasi selengkapnya sebelum menjawab.



















