Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta God of War Sons of Sparta, Game Baru Waralaba God of War!

 5 Fakta God of War Sons of Sparta, Game Baru Waralaba God of War!
God of War Sons of Sparta (dok. Santa Monica Studios/God of War Sons of Sparta)
Intinya Sih
  • God of War Sons of Sparta mengisahkan masa remaja Kratos dan menjadi awal kronologi cerita God of War.

  • Game ini hadir dalam format 2D Metroidvania dengan fitur co-op yang memungkinkan pemain kedua bermain sebagai Deimos.

  • Terrence C Carson kembali sebagai pengisi suara Kratos.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

PlayStation State of Play Februari 2026 (12/2/2026) membawa banyak kejutan menarik, salah satunya rilisnya game baru dari waralaba populer God of War. Game baru bertajuk God of War Sons of Sparta tersebut dirilis berbarengan dengan pengumuman adanya game ini. Ini jelas menjadi kejutan menyenangkan untuk penggemar waralaba God of War.

God of War Sons of Sparta terbilang unik sebab ia tidak melanjutkan kisah Kratos setelah mengalahkan Odin dan menjadi God of War dalam mitologi Nordik. Alih-alih, ia kembali pada masa lalu saat Kratos bertualang di Yunani. Ingin tahu lebih banyak tentang game ini sebelum membelinya? Yuk, simak fakta-faktanya di bawah ini terlebih dahulu!

1. Menceritakan masa remaja Kratos sebelum menjadi God of War

Kratos dan Deimos pada masa remaja
Kratos dan Deimos pada masa remaja (dok. Santa Monica Studios/God of War Sons of Sparta)

Daya jual utama God of War Sons of Sparta ialah cerita masa lalu Kratos saat remaja. Sebelumnya, hal tersebut hanya ditampilkan sekilas dalam game God of War: Ghost of Sparta (2010). Dalam God of War Sons of Sparta, kamu akan mengikuti petualangan Kratos saat menjalani latihan militer Sparta yang dikenal sebagai Agoge.

Cerita berpusat pada petualangan Kratos muda dan adiknya, Deimos. Mereka harus menjelajahi rimba Sparta untuk mencari rekan mereka yang hilang. Seiring berjalannya permainan, Kratos dan Deimos malah terlibat dalam konspirasi besar di Sparta yang melibatkan Koteros, sang prajurit Sparta legendaris. Karena berlatar masa lalu, Kratos belum memiliki senjata dewa seperti dalam game orisinalnya.

2. Secara kronologi, ia menjadi game pertama dalam kisah God of War

cuplikan gameplay God of War Sons of Sparta
cuplikan gameplay God of War Sons of Sparta (dok. Santa Monica Studios/God of War Sons of Sparta)

God of War Sons of Sparta dianggap sebagai kepingan cerita yang hilang dari kisah Kratos. Pasalnya, secara kronologi, ia menjadi game pertama yang menjadi pembuka untuk kisah sang God of War. Kalau kamu berencana memainkan God of War sesuai dengan urutan kronologi, God of War Sons of Sparta menjadi game pertama yang harus kamu mainkan.

Setelah game ini, cerita berlanjut ke God of War: Ascension (2013) yang berlatar 6 tahun setelah Kratos membunuh keluarganya karena tipu daya Ares. Kemudian, kamu bisa lanjutkan dengan game God of War: Chains of Olympus (2008), saat ia telah menjadi pemimpin Sparta. Baru setelah itu, kamu bisa memainkan game orisinalnya. Tentunya, kalau kamu hanya ingin memainkan Norse Saga, kamu tidak perlu memainkan game ini.

3. Dikemas dalam genre Metroidvania yang seru

potret visual bergaya 2D ala Metroidvania
potret visual bergaya 2D ala Metroidvania (dok. Santa Monica Studios/God of War Sons of Sparta)

Berbeda dengan game God of War pada umumnya yang mengusung genre action hack and slash, God of War Sons of Sparta dikemas sebagai game Metroidvania ala Castlevania. Kamu akan bertualang dalam format side-scrolling dengan mekanisme kombat berbasis kombo yang seru. Kratos gak akan menggunakan Blade of Chaos yang ikonis. Alih-alih, ia akan menggunakan tombak dan perisai khas Sparta yang memiliki mekanisme dan kombo baru untuk kamu ulik.

Ia juga membawa berbagai elemen khas Metroidvania, seperti senjata sekunder yang bisa kamu kumpulkan. Adapun, senjata sekunder dalam game ini disebut Gifts of Olympus. Ia juga menghadirkan upgrade yang berguna untuk membuka area baru seperti kemampuan untuk melakukan lompatan ganda. Ngomong-ngomong, ia menjadi game God of War kedua yang mengusung mekanisme side-scrolling. Adapun, yang pertama adalah God of War: Betrayal (2007) yang dirilis eksklusif untuk platform mobile.

4. Memiliki fitur co-op yang memungkinkan pemain kedua bermain sebagai Deimos

cuplikan gameplay co-op Kratos dan Deimos
cuplikan gameplay co-op Kratos dan Deimos (dok. Santa Monica Studios/God of War Sons of Sparta)

Sepanjang permainan, Kratos akan didampingi oleh adiknya, Deimos, dalam bertarung melawan berbagai monster dan penjahat. Tentunya, ini memberikan potensi untuk permainan multiplayer secara co-op. Benar saja, game ini memang memiliki fitur tersebut.

Namun, keterangan fitur co-op sempat bikin gamer bingung. Sebab, tidak ada opsi untuk pemain kedua bermain sebagai Deimos dalam game ini. Ternyata, mekanisme co-op dikunci oleh developer dan baru bisa terbuka setelah kamu menamatkan game ini sekali. Setelah menyelesaikan game, barulah kamu bisa membuka Challenge Mode yang bisa dimainkan berdua secara local co-op.

5. Kembalinya Terrence C Carson, pengisi suara orisinal Kratos

Kratos menceritakan masa lalunya kepada Calliope.
Kratos menceritakan masa lalunya kepada Calliope. (dok. Santa Monica Studios/God of War Sons of Sparta)

Mengambil latar pada awal Greek Saga, sang developer tentunya harus kembali menampilkan Kratos versi lama yang berapi-api. Hal tersebut berhasil mereka wujudkan berkat kembalinya Terrence C Carson, sang pengisi suara orisinal Kratos yang ikonis. Ia mengisi suara Kratos dewasa yang berperan menarasikan kisah masa lalunya kepada sang putri, Calliope. Penampilannya ini memicu antusiasme penggemar yang sudah lama tidak mendengar suara Kratos yang gahar sejak penampilan terakhirnya dalam game God of War: Ascension. Sayangnya, tidak ada momen saat Carson mengisi suara Kratos yang teriak marah-marah kepada Zeus seperti dalam trilogi orisinalnya, sih.

Ingin menjajal God of War Sons of Sparta? Saat ini, ia tersedia secara eksklusif untuk PlayStation 5, ya. Adapun, game ini dibanderol seharga Rp429 ribu di PlayStation Store. Tertarik membeli?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Tech

See More