Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Hubungan Usia Nomor HP dengan Pinjol?

Apa Hubungan Usia Nomor HP dengan Pinjol?
ilustrasi pinjol (vecteezy.com/Tonefoto grapher)
Intinya Sih
  • Nomor HP yang sudah lama dipakai punya jejak digital lebih lengkap sehingga lebih mudah dinilai sistem pinjol.

  • Nomor lama biasanya terhubung dengan banyak akun dan transaksi sehingga verifikasi identitas lebih cepat.

  • Nomor baru atau sering ganti nomor bisa memicu pemeriksaan tambahan karena dianggap lebih berisiko.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lama penggunaan nomor HP sering dianggap sepele. Padahal, dalam praktik pinjaman online (pinjol) hal ini bisa ikut memengaruhi penilaian awal terhadap calon peminjam. Nomor yang dipakai bertahun-tahun biasanya menyimpan jejak aktivitas digital, mulai dari transaksi, akun terhubung, hingga riwayat verifikasi identitas.

Kondisi tersebut membuat nomor tidak sekadar alat komunikasi, tetapi juga semacam identitas tidak resmi di dunia digital. Itu sebabnya, muncul pertanyaan seberapa besar pengaruh usia nomor terhadap peluang pengajuan pinjol? Berikut penjelasannya.

1. Sistem menilai jejak aktivitas dari umur nomor

ilustrasi nomor HP
ilustrasi nomor HP (unsplash.com/Alexey Demidov)

Nomor lama umumnya memiliki rekam jejak lebih panjang untuk berbagai layanan digital, misalnya dompet elektronik, marketplace, hingga aplikasi transportasi. Data semacam ini sering dipakai sebagai indikator awal untuk melihat apakah nomor tersebut aktif digunakan dalam aktivitas transaksi nyata. Semakin panjang riwayatnya, semakin mudah sistem menemukan pola penggunaan yang konsisten. Hal itu membuat nomor terlihat lebih hidup dibanding nomor baru yang belum memiliki banyak catatan.

Sebaliknya, nomor baru sering minim jejak sehingga sistem sulit memastikan apakah pemiliknya benar-benar aktif atau hanya membuat akun sementara. Kondisi ini bukan berarti otomatis ditolak, tetapi biasanya membuat proses verifikasi lebih ketat. Beberapa aplikasi bahkan akan meminta tambahan data pendukung karena riwayat nomor belum cukup panjang. Hal ini membuat nomor lama terasa lebih terpercaya secara teknis.

2. Nomor lama mempermudah verifikasi identitas digital

ilustrasi nomor HP
ilustrasi nomor HP (unsplash.com/Árpád Czapp)

Saat mendaftar pinjol, nomor ponsel biasanya dipakai untuk verifikasi OTP, sinkronisasi kontak, hingga pengaitan akun lain. Nomor yang sudah lama digunakan biasanya telah terhubung dengan banyak layanan, seperti surel, bank digital, atau media sosial. Keterhubungan ini memudahkan sistem untuk mencocokkan identitas secara otomatis tanpa banyak langkah tambahan.

Proses verifikasi pun biasanya terasa lebih cepat. Sementara, nomor baru sering belum terhubung dengan banyak akun sehingga sistem tidak memiliki cukup referensi untuk mencocokkan data. Akibatnya, pengguna mungkin diminta mengunggah dokumen tambahan atau menunggu proses validasi lebih lama.

3. Riwayat kontak menjadi sinyal kredibilitas pengguna

ilustrasi menggunakan HP
ilustrasi menggunakan HP (pexels.com/SHVETS production)

Banyak orang tidak menyadari bahwa daftar kontak di HP dapat menjadi salah satu indikator penilaian awal. Nomor lama biasanya memiliki jaringan kontak yang lebih luas dan stabil karena telah dipakai bertahun-tahun untuk komunikasi pribadi maupun pekerjaan. Sistem dapat membaca hal ini sebagai tanda bahwa nomor digunakan secara nyata, bukan sekadar untuk registrasi singkat. Keberadaan kontak yang konsisten membuat profil pengguna terlihat lebih valid.

Sebaliknya, nomor baru sering memiliki daftar kontak yang sangat sedikit atau tidak konsisten. Kondisi tersebut bisa dianggap sebagai sinyal bahwa nomor belum lama aktif digunakan. Bukan berarti langsung bermasalah, tetapi sistem cenderung menilai risiko lebih tinggi. Ini bisa menjelaskan mengapa sebagian orang merasa lebih mudah mengajukan pinjaman menggunakan nomor lama.

4. Aktivitas transaksi digital ikut membentuk penilaian

ilustrasi transaksi digital
ilustrasi transaksi digital (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Nomor HP sering menjadi penghubung berbagai transaksi digital, seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, hingga aktivitas belanja daring. Nomor lama biasanya menyimpan rekam jejak transaksi yang cukup panjang dan beragam. Data ini dapat membantu sistem melihat kebiasaan penggunaan layanan digital secara lebih jelas. Semakin banyak aktivitas yang tercatat, semakin mudah sistem menilai konsistensi pengguna.

Nomor baru biasanya belum memiliki riwayat transaksi yang cukup untuk dianalisis. Akibatnya, sistem tidak memiliki gambaran lengkap mengenai kebiasaan pengguna dalam mengelola layanan digital. Kondisi ini membuat proses penilaian menjadi lebih hati-hati.

5. Perubahan nomor mendadak bisa memicu pemeriksaan tambahan

ilustrasi menggunakan HP
ilustrasi menggunakan HP (vecteezy.com/Wipada Wipawin)

Mengganti nomor sebelum mengajukan pinjaman sering dianggap sebagai tindakan yang tidak bermasalah. Padahal, hal tersebut dapat memicu pemeriksaan tambahan dari sistem. Pergantian mendadak membuat riwayat lama tidak lagi terhubung sehingga sistem perlu membangun ulang data dari awal. Hal ini biasanya membuat proses verifikasi menjadi lebih panjang. Beberapa aplikasi bahkan akan menunda persetujuan hingga data dianggap cukup.

Di sisi lain, penggunaan nomor lama menunjukkan konsistensi identitas digital dalam jangka waktu panjang. Konsistensi tersebut membantu sistem memastikan bahwa pengguna tidak sering berganti informasi kontak. Alasan ini pula yang membuat nomor lama lebih mudah melewati tahap verifikasi awal.

Nomor ponsel ternyata tidak sekadar alat komunikasi. Itu karena dalam dunia pinjol, ia juga menjadi bagian dari identitas digital yang dinilai sistem. Lama penggunaan nomor membantu membentuk rekam jejak yang mempermudah verifikasi dan penilaian awal. Jika suatu saat hendak mengajukan pinjaman, apakah nomor yang dipakai sudah memiliki jejak digital yang cukup panjang?

Referensi
"Behavior Revealed in Mobile Phone Usage Predicts Credit Repayment". World Bank Group. Diakses Februari 2026.
"Social capital, phone call activities and borrower default in mobile micro-lending". Decision Support Systems. Diakses Februari 2026.
"The Relationship Between Mobile Money and Loans Issued by Commercial Banks in Kenya". University of Nairobi. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Tech

See More