[REVIEW] Starsand Island, Game Santai yang Belum Sempurna
![[REVIEW] Starsand Island, Game Santai yang Belum Sempurna](https://image.idntimes.com/post/20260219/starsand-island-cover_7c69316e-c51a-429f-aec3-ce7e3a2e2c6e.jpg)
Starsand Island menawarkan pengalaman cozy life simulation dengan lima jalur pekerjaan dan suasana pulau yang hangat.
Meski gameplay dan dunianya menjanjikan, beberapa aspek seperti grinding, animasi, dan desain karakter masih terasa kurang matang.
Sebagai game early access, fondasinya kuat dan berpotensi berkembang, tetapi belum sepenuhnya sempurna.
Starsand Island hadir sebagai game yang memberi napas baru di bawah payung cozy life simulation yang familier. Rilis dalam early access di Steam dan Xbox Series X/S pada 12 Februari 2026, ia sudah mencuri perhatian komunitas karena menghadirkan berbagai elemen yang terasa dekat, tetapi diolah dengan cita rasa sendiri. Kita akan kembali kepada kehidupan pulau yang damai, lalu menemukan aktivitas dan cerita yang membuat betah berlama-lama menjelajahinya.
Starsand Island bukan sekadar game bertani. Ia tempat Seed Sparkle Lab, developer sekaligus penerbitnya, menyatukan kebebasan beraktivitas dan berkreativitas, kedekatan sosial, serta keterampilan menjelajah dalam satu paket. Meski rilis dalam tahap yang belum rampung, game ini akan mampu memberikan permainan yang patut dinikmati pencinta cozy game. Setelah lebih dari 15 jam memainkannya di Steam, begini review Starsand Island tersebut.
1. Menceritakan seorang pemuda yang pulang ke kampung halaman di Starsand Island

Tidak jauh berbeda dari premis klasik tentang seorang pemuda yang kembali ke rumah masa kecil, macam Harvest Moon: Home Sweet Home (2024), Starsand Island memulai narasinya dengan karakter utama yang meninggalkan kehidupan kota, lalu pulang ke pulau yang dulu pernah ditinggalinya 10 tahun lalu. Di sini, kita akan bertemu dengan beberapa teman lama, seperti Solara yang membantu mengarahkan melalui sistem permainan tanpa harus terasa seperti tutorial yang memaksa. Dunia yang dibangun di hadapan mereka terasa lembut dan penuh kehidupan, seolah-olah pulau itu sendiri adalah karakter yang hidup, yang berubah seiring waktu serta interaksi kita.
Cerita inti karakter utama sebenarnya bukanlah kisah dramatis. Ia lebih terasa seperti perjalanan santai menuju pemaknaan ulang kehidupan. Game ini tidak begitu mengejar aksi intens. Fokus utamanya justru terletak pada bagaimana menjalani hidup yang sederhana sambil menanam bibit, menjelajahi gua, hingga membentuk hubungan dengan penduduk sekitar. Ringkasnya, kisah ini ibarat sebuah pelukan hangat dari nostalgia masa lalu dengan cara yang sangat tenang dan terkendali.
Narasi tersebut juga membuat tiap sudut pulau terasa berarti. Kita tidak hanya datang untuk bekerja, melainkan juga menemukan makna rumah yang sebenarnya, yang mungkin terlupakan saat hidup di kota besar. Ini macam kisah tentang menetap kembali sambil berubah pelan-pelan untuk membangun kehidupan baru di bawah langit yang sama sekali berbeda dari 10 tahun belakangan.
2. Menawarkan gameplay variatif dengan tuntutan yang agak menekan

Gameplay Starsand Island menawarkan lima jalur pekerjaan yang dapat diambil secara bebas. Ada yang menjadi petani (farmer), peternak (rancher), pemancing (angler), penjelajah (explorer), dan pengrajin (crafter). Masing-masing tidak dipaksakan untuk dilakukan sekaligus, tetapi semuanya tersedia untuk dimainkan sesuai tempo dan minat kita sendiri. Active job juga tidak mengunci konten besar. Kita bebas memilih fokus tanpa merasa tertinggal.
Elemen inti lainnya terdapat pada sistem hubungan sosial yang cukup dalam. Penduduk pulau punya reaksi dan respons yang berkembang berdasarkan bagaimana kita berinteraksi. Kita bisa memberi hadiah, menyapa, atau sekadar berbicara secara rutin.
Ini bukan daftar persentase. Hubungan itu bernapas dan berubah seperti kehidupan nyata meski tentu masih terasa kasar pada beberapa bagian karena ini versi early access. Bahkan, developernya masih mengembangkan romance system game ini ke tahap berikutnya. Karena itu, jangan mengharapkan progres yang terlalu besar dalam sistem hubungan mereka. Harapkan saja progres kecil, tetapi bisa dimaknai.
Starsand Island sendiri cukup grindy bagi mereka yang mencintai kesederhanaan ala Harvest Moon: Back to Nature (1999) atau game sejenis yang lebih dulu rilis. Kita memang bisa memilih pekerjaan dan memperdalamnya tanpa dipaksa kembali ke tugas yang sama tiap hari. Namun, beberapa di antaranya akan membutuhkan usaha lebih daripada biasanya. Di sisi lain, permainan sejenis itu tetap mampu membentuk sebuah pengalaman yang ramah bagi mereka yang mencari ritme santai sekaligus tetap menantang bagi yang suka pembangunan dan eksplorasi jangka panjang. Namun, kita perlu pandai menyikapinya.
3. Dibalut dalam grafik anime yang kurang mengena pada desain karakter

Visual Starsand Island dirancang untuk memanjakan mata para pemain cozy game. Gaya seni yang lembut dan romantis menghadirkan suasana anime yang hangat, dengan warna-warna pastel dan pemandangan yang memanjakan retina. Dunia pulau yang terasa hidup, dari pantai berkilau hingga hutan yang berdaun rimbun, membuat tiap perjalanan eksplorasi menjadi menyenangkan.
Animasi karakter dan lingkungan memiliki estetika hangat yang cocok dengan tujuan emosional game ini. Meski begitu, animasinya masih terasa agak kaku, terutama pada bagian transisi dan interaksi kecil, yang bisa diperbaiki menjelang rilis penuh. Selain itu, desain karakternya kurang unik. Para karakter laki-laki dan perempuan muda, yang bisa kita dekati dalam payung romansa, misalnya, tampak mirip satu sama lain.
Sementara itu, desain dunia memainkan peranan besar dalam menciptakan suasana pulau yang damai. Perubahan musim terasa nyata dan detail-detail lingkungan, seperti bayangan pepohonan atau cahaya matahari pada rumput, menambah lapisan imersif tanpa harus berlebihan. Efek pencahayaan ini, bersama dengan estetika warna pastel, menegaskan visual bukan sekadar dekorasi, melainkan bagian penting dari identitas game itu sendiri.
4. Musik dan suara latar cukup punya karakter dalam Starsand Island

Musik dalam Starsand Island, seperti banyak game lain dalam genre yang sama, memainkan peran pendukung yang esensial meski tidak terlalu mencolok. Lajur suara cenderung ringan dan ceria. Ia memadukan alunan yang lembut dengan ritme melodi yang mudah diingat untuk menemani aktivitas bertani, memancing, atau hanya berjalan di sepanjang pantai untuk menghabiskan waktu sore.
Kendati demikian, beberapa dari kita mungkin akan menemukan musiknya terasa agak repetitif setelah sesi bermain yang panjang, terutama karena musik-musik itu mudah terekam dalam ingatan. Untuk genre ini, kenyamanan ritme suara sering kali lebih penting daripada kompleksitas melodi. Starsand Island memang menyasar ke arah tersebut. Musiknya mengalir tanpa memaksa perhatian.
Suara latar, seperti gelombang laut, angin lembut, atau kicauan burung, memperkaya suasana secara halus. Saat musik mengalah kepada suara-suara ini, dunia game terasa lebih nyata. Kita seakan benar-benar berada di pulau yang sunyi, tetapi hidup.
Tiap karakter juga punya pengisi suaranya. Namun, dalam tahap ini, suara mereka masih terbatas. Game ini belum seperti Story of Seasons: Grand Bazaar (2025) yang menyajikan pengisian suara paripurna.
5. Cerita yang belum lengkap membuat arahnya juga belum sempurna

Penyutradaraan dalam konteks Starsand Island lebih mengarah kepada bagaimana elemen-elemen permainan dirangkai untuk mendukung visi hidup pulau yang damai. Tidak ada narasi dramatis yang membelitmu. Sebaliknya, kisah akan bergerak melalui interaksi sederhana dan ritual harian yang terasa akrab. Pengaturan ini memberi ruang bagi kita untuk menafsirkan cerita sendiri tanpa tekanan.
Bagian pengarah dari karakter seperti Solara berjalan mulus. Dia membantu pemain memahami sistem tanpa harus membuatnya terasa mendikte. Hak tersebut pun berlaku untuk karakter lain yang menjadi mentor tiap pekerjaan. Mereka akan menjelaskan pelan-pelan dan sambil lalu. Ini sangat penting dalam permainan jenis ini karena ritme bebas merupakan nilai jual utamanya.
Secara keseluruhan, penyutradaraan menekankan kontinuitas suasana dan pengalaman daripada plot besar. Tiap musim, festival, atau kegiatan penduduk terasa seperti bagian dari kehidupan alami pulau ini, bukan gelaran yang dipaksakan hanya untuk mengisi konten. Pada tahap ini, Starsand Island setidaknya sudah terasa seperti sebuah janji. Ada pulau virtual tempat kita bisa menetap, mengeksplorasi, dan menciptakan kisah hidup sendiri tanpa tergesa-gesa meski dalam beberapa kesempatan ternyata agak grindy.
Dalam early access, game ini menunjukkan fondasi yang kuat. Ia mampu memadukan estetika visual yang lembut, gameplay yang ramah, dan suasana dunia yang menenangkan. Banyak hal masih bisa diperbaiki dan ditambah sebelum rilis penuh, tetapi inti dari apa yang membuat kehidupan pulau itu begitu menarik sudah jelas terlihat. Ada sebuah ruang untuk bertumbuh, bermain, dan mungkin juga menemukan versi baru dari arti rumah yang dicari di Starsand Island. Menilainya juga tidak sesulit itu. Mempertimbangkan lima pilar di atas, Starsand Island pantas mendapat angka 3,5/5.
Starsand Island adalah game simulasi kehidupan yang mengajak pemain kembali ke pulau yang damai dan santai. Pemain bisa bertani, memancing, menjelajah, dan membangun hubungan sosial dengan penduduk pulau. Meski masih dalam tahap akses dini, game ini menawarkan suasana hangat, ritme tenang, dan potensi besar untuk berkembang.
| Genre | simulasi, RPG, kasual, indi |
| Developers | Seed Sparkle Lab |
| Publisher | Seed Sparkle Lab |
| Platform | PC, Xbox Series X/S |
| Price | Rp. 299.999 |
Persyaratan Sistem Minimum
Operating System | Windows 10 atau versi yang lebih baru |
|---|---|
Processor | Intel i3-2120 atau yang setara |
Memory | 8 GB RAM |
GPU | NVIDIA GeForce GTX 650 atau yang setara |
DirectX | Versi 11 |
Storage | 20 GB ruang tersedia |


















