Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Harga RAM Global Bisa Balik Turun dalam Waktu Dekat?

Apakah Harga RAM Global Bisa Balik Turun dalam Waktu Dekat?
ilustrasi RAM (unsplash.com/@possessedphotography)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga RAM global dipicu oleh lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan dan pusat data, membuat produsen memprioritaskan produksi memori berperforma tinggi untuk server.
  • Pasokan RAM masih ketat karena kapasitas produksi belum mampu mengejar permintaan, sehingga harga eceran tetap tinggi dan kecil kemungkinan turun dalam waktu dekat.
  • Dampaknya terasa pada industri perangkat konsumen seperti laptop dan smartphone, di mana biaya komponen meningkat dan harga jual perangkat ikut naik beberapa persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Harga RAM di pasar global belakangan ini menjadi topik hangat di kalangan pengguna komputer dan smartphone. Kenaikan harga sudah mencapai level yang tak terduga, bahkan membuat banyak perangkat menjadi lebih mahal secara keseluruhan. Harga smartphone Xiaomi dan Infinix misalnya, perangkat terbarunya dibanderol beberapa persen lebih mahal dari biasanya. 

Beberapa analis pasar memberikan gambaran tentang kondisi saat ini. Berikut pembahasan selengkapnya berdasarkan data yang dirangkum dari berbagai sumber. 

1. Perkembangan teknologi AI memicu kenaikan harga RAM

ilustrasi Grok AI
ilustrasi Grok AI (unsplash.com/@salvadorr)

Permintaan global terhadap RAM terutama dipengaruhi oleh perluasan penggunaan kecerdasan buatan dan pusat data. Perusahaan teknologi raksasa membeli memori dalam jumlah besar untuk mendukung infrastruktur AI. Akibat hal tersebut, harga RAM konsumen seperti DDR4 dan DDR5 melonjak drastis pada akhir 2025 dan awal 2026 karena permintaan jauh melebihi pasokan.

Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa beberapa produsen utama memori seperti Samsung dan Micron mulai memprioritaskan produksi memori berperforma tinggi untuk aplikasi server. Dalam beberapa kasus, merek RAM konsumen bahkan menarik diri dari pasar demi keuntungan lebih besar di sektor AI. Ini tentu saja membuat pasokan RAM menjadi tidak seimbang

2. Permintaan pasokan lebih tinggi daripada produksi

ilustrasi RAM
ilustrasi RAM (unsplash.com/@iyussugiharto)

Menurut data IDC, pasokan RAM global saat ini masih berada di bawah tekanan berat karena kapasitas produksi tidak berkembang secepat permintaan. Meski beberapa pembuat chip merencanakan ekspansi fasilitas, realisasinya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Proyeksi industri menunjukkan bahwa pertumbuhan pasokan DRAM di tahun 2026 akan di bawah rata-rata historis.

Kondisi saat ini diperburuk oleh keputusan beberapa pemain industri untuk mengalihkan kapasitas produksi dari memori standar ke produk dengan margin lebih tinggi. Dampaknya terasa pada kelangkaan stok RAM konsumen, yang menyebabkan harga jual eceran tetap tinggi. Ketika pasokan tidak cukup untuk memenuhi permintaan, penurunan harga menjadi sangat tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

3. Harga RAM saat ini sulit untuk turun ke level sebelumnya

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/Masakaze Kawakami)

Beberapa laporan terbaru yang dimuat di laman Tom’s Hardware pada 27 Januari 2026 menyebutkan bahwa di sebagian pasar, harga RAM menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Misalnya, dalam beberapa indeks harga di Jerman terlihat bahwa kenaikan harga mulai melambat untuk modul tertentu. Ini memberi sedikit harapan bahwa pasar bisa mulai konsolidasi setelah fase kenaikan tajam. Namun, stabilitas harga ini tidak serta merta berarti harga akan turun ke level sebelumnya. Bahkan jika harga berhenti naik secara cepat, tingkat harga saat ini masih jauh di atas kisaran sebelum lonjakan gelembung AI. 

4. Harga RAM kemungkinan tidak akan turun dalam waktu dekat

ilustrasi smartphone dengan layar AMOLED
ilustrasi smartphone dengan layar AMOLED (unsplash.com/@amanz)

Beberapa analis pasar memperkirakan bahwa harga RAM tidak akan turun secara signifikan dalam waktu dekat. Prediksi pada awal 2026 menunjukkan bahwa tren kenaikan kemungkinan tetap bertahan sepanjang tahun. Ada juga laporan pasar dari berbagai lembaga riset yang menyebutkan bahwa pasokan kemungkinan tetap ketat hingga 2027.

Para pembuat kebijakan di industri semikonduktor pun saat ini lebih fokus pada investasi jangka panjang untuk menambah kapasitas produksi. Ini berarti bahwa periode jangka pendek hingga menengah kemungkinan masih menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pasokan. Tanpa perluasan kapasitas yang cepat, tekanan harga bisa terus ada dalam beberapa tahun mendatang.

5. Berdampak langsung pada industri perangkat konsumen

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@kommumikation)

Kenaikan harga RAM berdampak langsung pada harga perangkat konsumen seperti laptop, PC,  dan smartphone. Pabrikan perangkat menanggung komponen dengan biaya lebih tinggi, yang kemudian diteruskan ke konsumen. Berbagai analisis pasar memperkirakan bahwa harga perangkat bisa naik beberapa persen akibat lonjakan harga komponen ini.

Tren kenaikan ini juga membuat produsen mempertimbangkan strategi lain seperti mengurangi kapasitas memori pada model tertentu atau memperkenalkan varian perangkat dengan harga lebih tinggi. Semua ini menciptakan situasi di mana penurunan harga RAM mungkin diperlukan untuk meredakan tekanan. Namun, realisasinya masih memerlukan perubahan kondisi pasar.

Beberapa analis dan media internasional menyebutkan kemungkinan besar harga RAM global tidak akan kembali turun dalam waktu dekat. Pasar membutuhkan waktu, penyesuaian pasokan, dan perubahan struktur produksi. Pertanyaannya, apakah kondisi ini akan memengaruhi pasar smartphone dan PC di Tanah Air secara siginifikan? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More