Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Game yang Disensor Setelah Dirilis, Kok Bisa?

6 Game yang Disensor Setelah Dirilis, Kok Bisa?
God of War: Ascension (dok. Santa Monica Studio)
Intinya Sih
  • Beberapa game populer seperti LittleBigPlanet, God of War: Ascension, dan GTA: San Andreas sempat disensor setelah rilis karena konten yang menimbulkan kontroversi atau dianggap tidak pantas.
  • Kasus sensor terjadi akibat berbagai alasan, mulai dari penggunaan ayat suci, istilah ofensif, hingga konten tersembunyi yang memicu protes publik dan penarikan sementara game dari peredaran.
  • Pengembang seperti Sony, Rockstar, dan SEGA merespons cepat dengan merilis patch atau mengganti elemen bermasalah agar game tetap bisa beredar tanpa mengganggu reputasi maupun penjualan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Anak-anak yang tumbuh besar di tahun 80-an dan 90-an sudah akrab dengan fenomena sensor game. Salah satu contoh paling terkenal adalah dihapusnya simbol salib dari seri Dragon Quest, karena Nintendo kala itu cukup ketat soal penggunaan simbol keagamaan. Namun, zaman sudah berubah dan sekarang sebagian besar game dirilis dalam versi yang sama di seluruh dunia. Kalaupun ada sensor, biasanya muncul belakangan lewat patch setelah game-nya sudah dirilis. Berikut beberapa game yang disensor setelah dirilis.

1. LittleBigPlanet

LittleBigPlanet merupakan game platformer untuk PS3 yang memungkinkan pemain mengkustomisasi karakter, memainkan level-level yang disediakan hingga membuat level sendiri. Sayangnya, beberapa hari sebelum perilisannya, Sony terpaksa menunda game ini setelah komunitas Muslim melaporkan adanya lantunan ayat Al-Qur'an dalam salah satu soundtrack-nya. Sony pun menarik peradaran game ini sementara untuk merilis patch perbaikan, meski sejumlah pemain yang sudah telanjur mendapat salinan awal tetap bisa memainkannya. Insiden ini sebenarnya hanya kesalahan kecil yang tidak disengaja, sehingga tidak terlalu berdampak besar pada keberhasilan LittleBigPlanet secara keseluruhan.

2. God of War: Ascension

God of War: Ascension menjadi game terakhir di serinya yang berlatar mitologi Yunani sebelum seri God of War di-reboot ke mitologi Nordik pada 2018. Game ini berfokus pada pertarungan Kratos melawan The Furies, tiga dewi yang menyiksanya. Namun di luar ceritanya, game ini sempat memicu kontroversi kecil karena salah satu trophy atau achievement di dalamnya diberi nama "Bros Before Hos", sebuah frasa yang dianggap tidak pantas oleh sebagian pemain. Santa Monica Studio merespons dengan cepat dan merilis patch untuk mengganti nama trophy tersebut menjadi "Bros Before Foes". Langkah tersebut yang disambut positif meski tidak berdampak signifikan terhadap penjualan game ini.

3. Grand Theft Auto: San Andreas

Grand Theft Auto: San Andreas yang dirilis pada 2004, hingga kini masih dianggap banyak pemain sebagai salah satu game GTA terbaik sepanjang masa. Namun di balik popularitasnya, game ini pernah tersandung kontroversi besar pada 2005 ketika para hacker menemukan data tersembunyi dari sebuah mini-game yang dipotong dari versi finalnya. Mini-game itu berupa adegan seksual antara pemain dan karakter kencannya, yang dikenal luas dengan sebutan "Hot Coffee". Setelahnya, kelompok-kelompok tertentu melayangkan protes agar game ini ditarik dari peredaran hingga Rockstar akhirnya berhasil menghapus seluruh jejak konten tersebut.

4. The Last of Us

The Last of Us merupakan game horor survival yang berlatar di dunia pasca-apokaliptik dengan Joel dan Ellie sebagai duo protagonis utama. Ketika memainkan game ini, pemain bisa menemukan papan pengumuman berisi berbagai selebaran dan salah satunya memuat nomor telepon jasa pembasmi hama. Sebulan setelah perilisannya di PS3, sejumlah pemain mencoba menghubungi nomor tersebut dan ternyata tersambung ke layanan telepon dewasa. Usut punya usut, salah satu pengembang di Naughty Dog ternyata asal pilih angka tanpa mengeceknya terlebih dahulu. Alhasil, Naughty Dog terpaksa merilis patch untuk memperbaiki kesalahan memalukan itu.

5. Dead By Daylight

Dead by Daylight sempat diterpa kontroversi pada 2022 terkait salah satu Killer-nya, Leatherface. Pada game ini, pemain bisa mendapatkan item kosmetik berupa "wajah" Leatherface dengan membunuh Survivor tertentu dalam jumlah tertentu. Nah, masalah muncul ketika pemain menyadari bahwa Claudette Morel yang notabene adalah perempuan kulit hitam merupakan target utama untuk mendapatkan itu kosmetik tersebut. Situasi itu kemudian dikritik sebagai tindakan rasis. Behaviour Interactive akhirnya menghapus item kosmetik yang berkaitan dengan Leatherface lewat sebuah patch dan memberikan kompensasi mata uang in-game kepada para pemain yang terdampak.

6. Judgment

Judgment merupakan game spin-off dari seri Yakuza yang berfokus pada protagonis utama baru bernama Takayuki Yagami, seorang pengacara yang beralih profesi menjadi detektif. Salah satu karakter di dalam game ini yaitu Kyohei Hamura, diperankan oleh aktor Jepang bernama Pierre Taki. Namun pada Maret 2019, game ini terpaksa ditarik dari peredaran padahal baru dirilis di Jepang pada Desember 2018. Penyebabnya adalah Taki ditangkap karena kasus kepemilikan narkoba, sehingga memaksa SEGA untuk mengganti model wajah sekaligus suara karakter Hamura. Untungnya, proses penggantian ini selesai tepat waktu sehingga perilisannya di luar Jepang tidak terdampak sama sekali.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game yang disensor setelah dirilis. Pernah memainkan game-game di atas?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More