Awalnya, merek ini bernama Cross. Kemudian, mereka melakukan rebranding dan mengubah namanya menjadi Evercross. Evercross sendiri memiliki tagline "Smartphone For Everyone" yang artinya Evercross bertujuan untuk memberikan akses smartphone canggih ke semua kalangan. Evercross sendiri berfokus menjual HP murah yang harganya tak lebih dari Rp2 jutaan. Di laman resminya, mereka menjual beberapa model, seperti Evercross M6A, M60, XTREAM 2, dan XTREAM 1 Plus. Beberapa kelebihan merek ini adalah jaringan 4G, desain stylish, dan fitur berlimpah.
5 Merek Lokal yang Pernah Bikin Smartphone, Advan hingga Mito

- Pasar smartphone Indonesia didominasi merek internasional, namun beberapa merek lokal seperti Advan, Mito, Evercross, Andromax, dan Polytron sempat ikut bersaing di era 2010-an.
- Advan menjadi satu-satunya merek lokal yang masih aktif merilis smartphone baru dengan spesifikasi modern seperti layar 120Hz dan konektivitas 5G.
- Merek lain seperti Mito, Evercross, Andromax, dan Polytron kini berhenti memproduksi smartphone karena sulit bersaing dengan inovasi dan popularitas merek global.
Pasar smartphone di Indonesia dikuasai oleh merek internasional seperti Samsung, OPPO, vivo, Apple, atau Xiaomi. Namun, hal tersebut tak membuat merek lokal takut untuk masuk dan ikut bersaing. Sejak era 2010-an ada banyak merek lokal yang menjual smartphone, seperti Advan, Mito, Evercross, hingga Andromax.
Tiap merek juga memiliki kelebihan tersendiri, ada yang punya harga terjangkau, spesifikasi tinggi, sampai konektivitas 5G. Sayangnya, kebanyakan merek lokal tak bisa bersaing dan akhirnya menyerah untuk memproduksi smartphone. Mau tahu bagaimana sepak terjang dan apa saja produk yang mereka jual?
1. Advan masih memproduksi smartphone

Advan menjadi satu-satunya merek lokal yang masih menjual HP di Indonesia hingga kini. Belum lama ini Advan juga merilis dua HP baru, yaitu Advan X1 dan Advan Matcha. Dilansir JagatReview, Advan X1 merupakan HP Rp1 jutaan yang dilengkapi chipset MediaTek Helio G100, layar 120Hz, kamera 50MP, dan baterai 5000 mAh. HP tersebut sangat cocok buat main game ringan hingga menengah.
Advan Matcha adalah smartphone 5G yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7060. Spesifikasinya lebih tinggi dengan layar AMOLED FHD+ 120Hz, kecerahan 1000 nits, hingga kamera utama 50MP yang menggunakan sensor SONY IMX752. Bodinya juga tipis dengan ketebalan 7.2 milimeter dan bobot 173 gram. Harganya sendiri tak terlalu tinggi, yaitu sekitar Rp3,1 jutaan.
2. Mito fokus menjual smartphone entry level

Di dekade 2010-an, Mito menjadi salah satu merek lokal yang aktif menjual HP Android entry level dengan harga Rp500 ribu hingga Rp2 jutaan. Beberapa produk HP keluaran Mito adalah Mito A67, Mito Z5, Mito Z2, dan Mito A880. Di masa kejayaannya, Mito mencoba memberikan produk super murah agar masyarakat Indonesia bisa merasakan kecanggihan HP Android. Selain harga terjangkau, Mito juga berani menawarkan hal lain, seperti jaringan 3G, 4G, layar luas, kamera dengan resolusi tinggi, hingga desain yang elegan.
3. Evercross awalnya bernama Cross

4. Andromax mudah dioprek dan dimodifikasi

Smartfren sempat menjual HP Android dengan nama Andromax. Dahulu, Andromax sangat populer karena berani menawarkan HP 4G super murah. Pamor Andromax juga makin naik karena HPnya yang mudah dioprek atau dimodifikasi. Ada yang bisa memasang custom kernel, melakukan overclock CPU, hingga memasang custom ROM. Beberapa ROM yang tersedia untuk HP Andromax adalah ROM ColorOS, FuntouchOS, LineageOS, hingga CyanogenMod yang meningkatkan tampilan hingga performa HP Andromax.
5. Polytron menjual smartphone Rp1 jutaan

Secara umum, Polytron lebih terkenal karena menjual barang elektronik seperti TV, AC, oven, mesin cuci, dan speaker. Namun, di dekade 2010an Polytron juga sempat memproduksi HP Android, lho. Seperti merek lokal lain, kebanyakan HP yang dijual oleh Polytron adalah HP Rp1 jutaan. Polytron Prime7 Pro P552, Polytron Prime A8, dan Polytron Zap 6 Power 4G502 merupakan beberapa produk andalan mereka. Uniknya, kamu masih bisa membeli HP Polytron bekas di berbagai marketplace online seperti Tokopedia dengan harga sekitar Rp50 ribu--270 ribuan.
Sangat disayangkan berbagai merek lokal tak bisa bersaing di tanah sendiri. Mereka selalu tergusur oleh inovasi, popularitas, dan kualitas dari merek internasional. Hal tersebut menunjukkan kalau industri teknologi Indonesia masih jauh dari kata maju. Harapannya, semoga di masa depan industri teknologi dalam negeri bisa lebih berkembang dan mampu bersaing di kancah internasional.









![[QUIZ] Dari Password yang Dipakai, Kami Tebak Seberapa Aman Datamu](https://image.idntimes.com/post/20260110/upload_11c1951b41a7a1f6d232dfbc3f56d7ce_fc1568e6-1509-438e-8c00-5c48734282da.png)







