Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Linux? Begini Penjelasan, Kelebihan, hingga Jenisnya

Apa Itu Linux? Begini Penjelasan, Kelebihan, hingga Jenisnya
ilustrasi Linux (commons.wikimedia.org/Officine Digitali)
Intinya Sih
  • Linux adalah sistem operasi open source buatan Linus Torvalds tahun 1991, mirip UNIX dan bisa digunakan di berbagai perangkat termasuk komputer, superkomputer, hingga smartphone.
  • Proses instalasi Linux dilakukan secara manual dengan mengunduh file distro, membuat bootable media, lalu memasangnya di perangkat; tiap distro punya cara instalasi berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
  • Kelebihan Linux meliputi gratis, aman, efisien, dan mudah dikustomisasi; namun kekurangannya ada pada instalasi yang rumit, kompatibilitas software terbatas, serta tampilan yang berbeda dari OS populer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sistem operasi (OS) di komputer tak terbatas pada Windows atau MacOS. Ada satu OS lain yang cukup underrated dan hanya digunakan oleh segelintir orang, yaitu Linux. Jika mengacu pada Statcounter GlobalStats, Linux hanya digunakan oleh 3.16 persen dari semua pengguna desktop di dunia.

Karena itu, Linux kurang terkenal, penggunanya minim, dan komunitasnya tak sebesar OS lain. Secara langsung hal tersebut juga membuat banyak orang tak tahu apa itu Linux, apa saja kelebihannya, dan bagaimana fungsinya. Apakah termasuk kamu?

1. Apa itu Linux?

Linux
Linux (commons.wikimedia.org/Solijon Solayev)

Laman Red Hat menjelaskan kalau Linux adalah OS open source yang dikembangkan oleh Linus Torvalds pada 1991. Linux punya desain yang serupa dengan OS lain, yaitu UNIX. Namun, Linux sudah berkembang sehingga bisa digunakan di berbagai perangkat, mulai dari komputer, superkomputer, hingga smartphone. Selain itu, Linux bisa menjadi alternatif dari OS lain seperti Windows.

Sebagai OS open source yang terbuka, Linux bisa diutak-atik dan dimodifikasi oleh pengguna dengan bebas. Hal tersebut membuat pengguna bisa menciptakan berbagai varian atau "distro" Linux yang dikembangkan demi kebutuhan dan preferensi pribadi atau komunitas. Beberapa OS lain seperti Android juga dikembangkan berdasarkan Linux.

2. Cara menginstal Linux di komputer

Linux
Linux (commons.wikimedia.org/UmpquaRiver)

Secara umum, Linux bukan OS yang secara default diinstal di perangkat seperti komputer atau smartphone. Karena itu, kamu harus menginstalnya secara mandiri. Dilansir CNET, kamu harus mengunduh file instalasi Linux terlebih dahulu di laman resmi dari masing-masing distro. Setelah itu buat bootable CD/DVD atau USB flash drive. Tahap ketiga adalah memutar boot tersebut pada sistem tujuan.

Proses tersebut merupakan penyederhanaan dan menjadi dasar dari penginstalan Linux. Tiap distro atau varian Linux juga punya cara instalasi yang berbeda, bahkan ada yang sangat mudah. Kamu juga bisa menginstal Linux sebagai OS kedua di komputer. Setelah selesai menginstal, kamu harus memasang driver agar semua fungsi di perangkat bisa berjalan optimal.

3. Kelebihan utama Linux

Zorin OS Linux
Zorin OS Linux (commons.wikimedia.org/Artyom Zorin)

Linux memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya lebih menarik daripada OS lain seperti Windows, Android, atau MacOS. Dilansir Linux Journal, Linux lebih murah karena bisa diunduh, diinstal, dan dimiliki oleh pengguna secara gratis. Linux juga terkenal karena keamanannya dan selalu menjaga privasi pengguna. Kamu tak perlu khawatir akan virus, malware, atau pencurian data pribadi.

Sebagai OS open source, Linux sangat mudah dimodifikasi. Hal tersebut membuat kamu bisa melakukan kustomisasi dengan leluasa dan menyesuaikan Linux sesuai dengan kebutuhan. Linux juga efisien, entah soal penggunaan RAM, sistem, atau efisiensi daya. Komunitas Linux juga bertebaran di internet. Jadi, jika terjadi masalah kamu bisa berkomunikasi dan mencari solusinya lewat komunitas.

4. Kekurangan Linux di komputer

Linux
Linux (commons.wikimedia.org/Diego Carvalho)

Selain kelebihan, tentunya Linux juga memiliki kekurangan yang harus kamu perhatikan sebelum menginstalnya. Berbagai sumber menjelaskan kalau kekurangan pertama adalah proses instalasinya yang cukup rumit untuk beberapa orang. Linux juga bermasalah soal kompatibilitas software. Artinya, ada banyak software yang tidak bisa dipasang sehingga kamu harus mencari alternatifnya.

Beberapa distro Linux juga sangat bergantung kepada command line sehingga kamu harus mengetik kode hanya untuk membuka program atau menginstal aplikasi. Linux juga kurang optimal untuk bermain game dan membuatmu harus mengakalinya menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menjalankan game. UI/UX Linux juga cukup berbeda dengan OS lain sehingga cukup membingungkan.

5. Jenis distro Linux

Linux
Linux (commons.wikimedia.org/Diego Carvalho)

Memilih distro Linux tak semudah memilih Windows, Android, iOS, atau MacOS. Semua OS tersebut tak membingungkan karena versi terbaru secara umum lebih baik dari versi sebelumnya. Sementara itu, kamu harus memilih distro atau varian Linux sesuai dengan kebutuhan, preferensi, spesifikasi perangkat, atau pengalamanmu dalam menggunakan OS itu sendiri.

Dikutip ZNET, beberapa distro Linux yang cocok untuk pemula adalah Linux Mint, Zorin OS, Pop!_OS, da Ubuntu. Jika mencari distro dengan tampilan yang serupa dengan MacOS kamu bisa menginstal Elementary OS. Beberapa OS seperti Arch Linux, Gentoo, Slackware, dan Kali Linux sangat cocok bagi pengguna berpengalaman atau orang yang ingin mendalami Linux hingga ke akarnya.

Pemahaman terkait apa itu Linux dan berbagai hal tentangnya sangat penting jika kamu ingin masuk ke dunia komputer atau pemorgraman. Sebab, Linux bisa menjadi jembatan untuk memahami sistem komputer dengan lebih dalam. Komunitas Linux juga ramah ke pemula sehingga kamu bisa belajar, mencari tahu seluk peluk Linux, dan berdiskusi dengan sehat dengan pengguna Linux yang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More