Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah RAM Virtual Bikin HP Jadi Lemot?

Apakah RAM Virtual Bikin HP Jadi Lemot?
potret sebuah smartphone Android (unsplash.com/@duc154)
Intinya Sih
  • RAM virtual memanfaatkan sebagian penyimpanan internal sebagai tambahan RAM, membantu sistem saat RAM fisik penuh agar aplikasi tetap berjalan lancar.
  • Kecepatan RAM virtual jauh lebih lambat dari RAM asli, sehingga performa bisa menurun terutama pada perangkat dengan storage tipe lama seperti eMMC atau UFS lawas.
  • Fitur ini berguna untuk HP dengan RAM kecil karena menjaga multitasking tetap stabil, namun dapat mempercepat keausan storage dan sedikit memengaruhi efisiensi baterai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fitur extended RAM atau juga dikenal sebagai RAM virtual mulai hadir di berbagai smartphone sejak beberapa tahun terakhir. Tidak sedikit pengguna penasaran apakah fitur ini membantu performa atau justru menurunkannya. Pertanyaan soal lemot atau tidak muncul karena pengalaman penggunaan bisa berbeda di tiap perangkat.

RAM virtual bekerja dengan memanfaatkan sebagian memori internal sebagai RAM tambahan. Fitur ini memberi kesan kapasitas RAM menjadi lebih besar tanpa perubahan hardware. Cara kerja RAM virtual menjadi kunci untuk memahami dampaknya terhadap performa. Berikut adalah penjalasan apakah RAM virtual bisa membuat HP lemot, berdasarkan referensi dari berbagai sumber.

1. Extended RAM mengambil sebagian ruang penyimpanan internal

potret HP OPPO
potret HP OPPO (unsplash.com/@oppo)

Extended RAM adalah fitur yang mengubah sebagian penyimpanan internal menjadi RAM virtual. Dalam hal ini, sistem meminjam ruang penyimpanan untuk membantu menjalankan aplikasi yang aktif. Fitur ini biasanya bisa diatur besar kecilnya oleh pengguna.

RAM virtual akan digunakan saat RAM fisik mulai penuh. Data aplikasi dipindahkan sementara ke penyimpanan agar sistem tetap berjalan. Konsep ini mirip dengan memori virtual pada komputer. Saat ini, hampir semua produsen HP Android memiliki fitur RAM virtual, terutama pada perangkat kelas menengah ke bawah.

2. Kecepatan RAM virtual jauh lebih lambat dari RAM asli

ilustrasi menggunakan smartphone
ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/@plhnk)

RAM fisik memiliki kecepatan jauh lebih tinggi dibanding penyimpanan internal. Storage seperti eMMC atau UFS tetap lebih lambat dalam membaca dan menulis data. Perbedaan ini berpengaruh langsung pada performa sistem. Bagaimana pun, Extended RAM tidak mampu menyamai kecepatan RAM asli. Sistem akan terasa lebih lambat saat terlalu bergantung pada RAM virtual. Inilah alasan utama munculnya kesan performa menurun.

3. Akan terasa berat jika tipe storage sudah lawas

ilustrasi smartphone
ilustrasi smartphone (unsplash.com/@jonasleupe)

Beberapa kondisi menunjukkan performa bisa menurun saat fitur ini aktif. Sistem harus menyesuaikan kerja dengan kecepatan storage yang lebih rendah, misalnya tipe eMMC atau UFS versi lawas. Dampaknya terlihat pada respons aplikasi. Aplikasi bisa terasa lebih berat atau kurang responsif. Efek ini lebih terasa pada perangkat dengan kapasitas storage kecil. Artinya, RAM virtual dapat membuat HP terasa lemot dalam kondisi tertentu.

4. Virtual RAM cukup membantu dalam situasi tertentu

potret sebuah smartphone
potret sebuah smartphone (unsplash.com/@freestocks)

RAM virtual sebenarnya cukup berguna pada HP dengan kapasitas RAM kecil. Multitasking menjadi lebih stabil karena aplikasi tidak langsung tertutup. Pengalaman berpindah aplikasi juga menjadi lebih nyaman. Pengguna yang membuka beberapa aplikasi sekaligus akan merasakan manfaatnya. Sistem tetap mampu menjaga aplikasi tetap aktif di latar belakang. Namun, peningkatan ini tetap memiliki batas kemampuan.

5. Dampak jangka panjangnya perlu diperhatikan

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@redaquamedia)

RAM virtual secara langsung meningkatkan aktivitas baca dan tulis pada memori internal. Hal ini dapat mempercepat keausan storage dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan perlu diperhatikan agar tetap aman. Selain itu, Konsumsi daya juga bisa meningkat karena kerja sistem bertambah. Efisiensi baterai dapat sedikit terpengaruh dalam penggunaan tertentu.

Extended RAM tidak selalu membuat HP lemot, tetapi bisa menurunkan performa dalam kondisi tertentu. Penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi perangkat. Jika kapasitas RAM asli sudah cukup besar, misalnya 8GB, maka tambahan RAM virtual tidak begitu diperlukan. Sebaliknya, fitur ini cukup bermanfaat untuk perangkat dengan RAM kurang dari 6GB.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More