Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Genre Game yang Baru Lahir di Tahun 2020-an

maxresdefault.jpg
Tom Clancy's The Division (dok. Ubisoft)
Intinya sih...
  • Extraction shooter, genre baru dengan gameplay taktis dan loot bernilai tinggi.
  • Horor co-op, evolusi horor yang memungkinkan pemain tertawa dan ketakutan bersama-sama.
  • Autobattler, genre game yang menekankan taktik dan strategi tanpa harus menyerang sendiri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Genre di game sekarang sudah jauh berubah jika dibandingkan 10-20 tahun yang lalu. Banyak konsep lama yang menghilang atau berevolusi begitu jauh sampai bentuk awalnya sulit untuk dikenali. Genre populer seperti RPG dan shooter memang tidak banyak berubah, tapi makin kesini makin banyak developer dengan ide-ide gila yang memunculkan genre baru yang tiba-tiba meledak. Sejak awal tahun 2020-an misalnya, banyak genre baru yang lahir untuk mendeskripsikan jenis game yang memiliki ciri khas sendirinya. Berikut 5 diantaranya.

1. Extraction shooter

Genre shooter yang taktis sebenarnya sudah lama ada di mana banyak game-nya menekankan tempo lambat yang serba hati-hati dan menuntut pemahaman situasi sekaligus keputusan matang. Dari situ, cikal bakal extraction shooter mulai terlihat lewat Dark Zone di The Division, di mana pemain masuk sendirian atau bersama tim untuk memburu item loot bernilai tinggi sembari berhadapan dengan pemain lain dan mencoba keluar hidup-hidup.

Beberapa tahun kemudian, Escape from Tarkov meledak dan memicu banyak game lain yang mengadopsi gameplay loop serupa namun dengan latar berbeda. Ada yang berlatar militer seperti Delta Force dan ada juga yang memberi sentuhan horor seperti Hunt: Showdown 1896. Kini, genre extraction shooter semakin populer lagi berkat game anyar seperti ARC Raiders yang menaikkan standar sekaligus menarik banyak pemain baru.

2. Horor co-op

ss_cd332c2299810a65c6aee61c04750197a919692a.1920x1080.jpg
R.E.P.O. (dok. semiwork)

Genre horor di game sudah berkembang hampir 40 tahun, dari petualangan point-and-click yang sederhana hingga perjalanan mencekam menuju lokasi yang tak dikenal. Itu semua juga didorong oleh kemajuan visual dan desain gameplay yang makin eksperimental. Salah satu evolusi yang paling menarik adalah horor co-op, genre yang tidak benar-benar baru tapi di era tahun 2020-an arahnya bergeser.

Game seperti R.E.P.O. dan Lethal Company mengubah persepsi pemain soal game horor, karena pemain bisa tertawa dan ketakutan di saat yang bersamaan, apalagi dengan proximity chat yang membuat teriakan teman dari kejauhan jadi komedi tersendiri. Jika dulu game horor co-op hanya terbatas hingga dua pemain saja, sekarang umumnya enam pemain atau lebih bisa merasakan pengalaman horor dan bersenang-senang bersama-sama.

3. Autobattler

Tidak semua game menuntut kemampuan skill tinggi, karena banyak juga yang lebih menekankan taktik dan strategi. Genre RTS sudah populer selama puluhan tahun, memungkinkan pemain mengatur perang skala besar dan menyusun serangan tanpa harus menyerang sendiri. Seiring komunitas pemain yang makin kreatif dalam bereksperimen, “bibit” genre auto-battler mulai terlihat lewat Warcraft 3, khususnya pada map kustom Legion TD.

Setelah konsepnya disempurnakan selama hampir satu dekade, auto-battler akhirnya meledak lewat DOTA Auto Chess, lalu diikuti Teamfight Tactics dan Hearthstone Battlegrounds yang menggunakan karakter dan dunia yang sudah populer, tapi dibungkus dalam bentuk yang baru. Sampai sekarang, auto-battler masih jadi genre alternatif untuk pemain yang menyukai IP tertentu namun ingin gameplay yang lebih kasual.

4. Roguelike kartu

ss_3be65a7dd3be072d567e11883d208861a7e959fa.1920x1080.jpg
Balatro (dok. Playstack)

Roguelike dan kartu sebenarnya bukan genre baru di industri gaming, namun di Slay the Spire lah keduanya benar-benar menyatu dan menarik perhatian banyak pemain. Game tersebut menawarkan tempo gameplay cepat dan tetap seru untuk diulang-ulang, namun dibumbui strategi yang menuntut pemain berpikir lebih dalam dibanding roguelike pada umumnya. Meski konsep dasarnya sederhana, variasi yang lahir setelahnya terbilang kreatif dan berbeda-beda. 

Inscryption misalnya, terkadang lebih terasa seperti escape room karena menyelipkan aspek puzzle ke dalam gameplay roguelike, sementara Balatro mengubah ide bermain poker menjadi sesuatu yang fresh lewat modifier dan multiplier yang adiktif. Hasilnya, genre roguelike kartu sekarang menjadi salah satu yang paling populer dan tampaknya belum akan meredup dalam waktu dekat.

5. Bullet heaven

Genre bullet-hell termasuk kedalam salah satu genre paling tua di industri gaming, dengan inti gameplay yang sejak dulu relatif sama yaitu bertahan hidup dengan menghindari gelombang serangan tanpa henti. Namun pada 2019, Magic Survival membalikkan formula itu di mana alih-alih menghindari serangan atau peluru, pemain justru diminta menerobos dan menghabisi musuh di depan mereka.

Meski perilisan game tersebut tidak terlalu meledak, idenya menginspirasi Vampire Survivors yang jauh lebih sukses hingga memunculkan banyak game sejenis seperti 20 Minutes Till Dawn, Deep Rock Galactic: Survivor dan Brotato. Genre anyar bernama bullet heaven akhirnya lahir dan kini mulai berevolusi dari yang awalnya 2D menjadi 3D lewat game seperti Megabonk.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa genre game yang baru lahir di tahun 2020-an. Pernah memainkan game-game dengan genre di atas?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

5 RPG dengan Sistem Pertarungan Kartu

26 Jan 2026, 19:14 WIBTech