Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AE Gagal Taklukkan Aurora PH di Grand Final M7, Dominasi PH Berlanjut

AE menjadi runner up di M7
AE menjadi runner up di M7 (instagram.com/mpl.id.official)
Intinya sih...
  • AE unggul di early game, tapi kedisiplinan RORA membuatnya mudah membalikkan keadaan
  • Targeting yang presisi dan eksekusi game plan jelas dari RORA membuat mereka menang mudah pada game ketiga
  • RORA tidak memberi ampun, mereka akhirnya mengakhiri laga dengan clean sweep 4-0
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Panggung M7 World Championship 2025 akhirnya telah sampai puncak. Dua finalis, Alter Ego (AE) dan Aurora PH (RORA) berlaga kemarin (25/1/2026) malam untuk menentukan siapakah yang akan membawa piala M7. Setelah pertandingan seru dan penuh drama, RORA berhasil memenangkan pertandingan dengan empat kemenangan tanpa balas.

Meski AE gagal taklukkan Aurora PH di Grand Final M7, banyak yang masih respect dengan AE karena telah berjuang sangat keras. Berawal dari tim kuda hitam yang diremehkan, mereka menjukkan performa luar biasa. Bahkan, sempat memulangkan dua tim raksasa, Team Liquid PH (TLPH) dan Selangor Red Giants (SRG). Lantas, penasaran bagaimana serunya grand final M7 antara AE vs RORA? Simak ulasannya di bawah ini, ya!

1. AE sempat unggul di early game, tapi kedisiplinan RORA membuatnya mudah membalikkan keadaan

sebenarnya, AE selalu memimpin
sebenarnya, AE selalu memimpin (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Mulai game pertama, AE awalnya malah memimpin. Mereka menemukan ritme permainan yang nyaman dan sempat unggul dari segi gold. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama. Permainan agresif dan sistematis AE tidak bisa melumpuhkan roster RORA yang berisi hero keras, seperti Lapu-Lapu (Edward), Hylos (Light), dan Frederinn (Demonkite). Memasuki menit ke-10, RORA langsung memimpin 3 ribu gold setelah menang team fight besar pada kontes Lord. Disiplinnya mereka menjaga ritme membuat AE tidak bisa mencari celah untuk bangkit. Alhasil, tepat pada menit ke-15, RORA berhasil mengakhiri pertandingan.

Hal yang sama terjadi kembali, pada game kedua, AE menguasai early game hingga menit kelima. Namun, team fight dan ganking yang rapi dari RORA lansung membalikkan keadaan dalam sekejap. Jelas sekali RORA memprioritaskan untuk targeting ke Nino (Yu Zhong) dan Arfy (Granger) yang selalu jadi faktor besar kemenangan AE. Game kedua akhirnya usai setelah RORA melibas 4 pemain AE, menyisakan Nino yang tidak bisa menjaga base seorang diri.

2. Targeting yang presisi dan eksekusi game plan jelas dari RORA membuat mereka menang mudah pada game ketiga

Edward menjadi umpan untuk mengeksekusi game plan RORA
Edward menjadi umpan untuk mengeksekusi game plan RORA (youtube.com/MPL Indonesia)

Berbeda dengan babak Swiss Stage, RORA bermain dingin dan penuh kalkulasi. Pada game ketiga, mereka melakukan targeting kejam ke Yazukee (Leomord) dan Hijumee (Yve) pada early game. Menit ketiga, mereka sudah unggul 3 ribu gold. Sementara, AE kesusahan karena jungler mereka terhambat karena intervensi RORA. Hal tersebut terus berlanjut. Menit ke-7, Yazukee sudah ditumbangkan 4 kali tanpa dapat kill.

Selisih 8 ribu gold pada menit ke-10, RORA bermain berani. Mereka mulai mengeksekusi game plan secara sistematis. Edward (Arlott) menjadi distraksi. Sementara, sisa timnya menyerang base AE bersama Lord. Berkat strategi ni, AE telat kembali untuk menjaga base. Mengakibatkan kekalahan ketiga mereka. Dilihat dari gameplay-nya, AE seperti sudah down dan kacau. Tekanan final panggung dunia ditambah dengan solidnya permainan RORA membuat AE tidak berkutik.

3. RORA tidak memberi ampun, mereka akhirnya mengakhiri laga dengan clean sweep 4-0

RORA berhasil kalahkan AE dan menjadi juara baru di M7
RORA berhasil kalahkan AE dan menjadi juara baru di M7 (youtube.com/MPL Indonesia)

Sudah kalah 3-0, harapan untuk menang makin menipis. Satu-satunya harapan AE adalah celah dari kesalahan gameplay yang bisa dikeksploiatsi. Namun, hal itu tidak pernah tiba. Pada game keempat, RORA bermain makin ganas, terutama Edward (Lapu-Lapu) dan Yue (Zetian) yang jelas sekali bermain barbar. Bahkan, mereka tak segan untuk overcommit.

RORA mendominasi total dari awal hingga akhir. Pemain AE sampai terbawa ritme permainan RORA. Game keempat menjadi penutup grand final M7 dengan kemenangan telak sang raksasa Filipina. Mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk AE bisa reset.

4. Meski gagal membawa pulang piala M7 ke Indonesia, mereka mendapatkan respect berkat performanya

Nino mengacungkan jempol untuk menyemangati penonton yang telah mendukung AE
Nino mengacungkan jempol untuk menyemangati penonton yang telah mendukung AE (instagram.com/mpl.id.official)

Sekali lagi, Indonesia belum mampu merebut piala M-Series dari tangan Filipina yang sudah enam kali berturut-turut memenangkan turnamen ini. AE sendiri sudah berjuang sekuat tenaga. Mereka yang awalnya dianggap underdog, berhasil membuktikan diri dan memperoleh dukungan dan respect luar biasa.

Adapun, pencapaian AE mulai dari menjadi yang pertama melaju ke Knockout Stage, memulangkan Team Liquid PH (TLPH), dan membalas kekalahan di final MPL Indonesia dari ONIC Esports (ONIC). Mereka berhasil membuktikan pada dunia bahwa El Familia juga gak kalah di kancah internasional.

Meski AE gagal taklukkan Aurora PH di Grand Final M7 dan tahun ini Indonesia belum sukses, tetapi masih ada tahun depan, yakni M8 World Championship 2026 yang bakal diselenggarakan di Thailand serta Turki. Apakah Alter Ego akan kembali berlaga di M8? Harusnya kemungkinannya besar kalau bisa menjaga konsistensi, sih!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More

4 Bukti Kehebatan AE di M7, Pulangin TLPH dan SRG dalam Semalam!

26 Jan 2026, 16:02 WIBTech