Kenapa Grafis Nintendo Switch 2 Masih Kalah dari PS5?

- Nintendo Switch 2 membawa DLSS, ray tracing, 4K mode TV, dan GPU Nvidia Ampere, tetapi kemampuan grafis keseluruhannya masih di bawah PS5.
- GPU PS5 hingga 10,3 TFLOPS memberi ruang lebih besar untuk resolusi, pencahayaan, bayangan, dan detail visual dibanding Switch 2 yang mencapai 3,072 TFLOPS saat docked.
- Desain hybrid membuat Switch 2 berkompromi pada daya, resolusi internal, dan pengaturan grafis; DLSS membantu ketajaman gambar, tetapi detail serta stabilitas frame rate tetap tertinggal.
Nintendo Switch 2 yang rilis pada 2025 membawa peningkatan besar dibanding pendahulunya, termasuk dukungan DLSS, ray tracing, resolusi 4K dalam mode TV, dan GPU berbasis arsitektur NVIDIA Ampere. Namun, untuk kualitas grafis secara umum, Switch 2 masih berada di bawah PlayStation 5, terutama ketika game yang sama dibandingkan secara langsung.
Sejak era Wii, Nintendo memang tidak selalu mementingkan grafis bahkan cenderung kalah oleh kompetitor satu generasinya. Akan tetapi, Switch 2 mampu menghasilkan tampilan yang mengesankan berkat DLSS untuk port seperti Cyberpunk 2077 dan Resident Evil Requiem. Nah, lantas kenapa konsol ini grafisnya tidak setinggi PS5 walaupun rilis belakangan?
1. PS5 punya tenaga GPU jauh lebih besar

potret konsol PS5 (unsplash.com/@amanz) Salah satu faktor utama berasal dari kemampuan GPU kedua konsol ini. Nintendo Switch 2 menggunakan GPU Nvidia Ampere dengan performa sekitar 3,072 TFLOPS ketika berada dalam mode docked, sedangkan PS5 memiliki GPU AMD RDNA 2 dengan performa hingga 10,3 TFLOPS. Di sini angka TFLOPS tidak bisa menjadi patokan tunggal untuk menentukan kualitas grafis karena arsitektur GPU kedua konsol tersebut berbeda. Namun, perbedaan kemampuan komputasi memberi PS5 ruang lebih besar untuk menjalankan resolusi tinggi, efek pencahayaan, bayangan, kepadatan objek, dan fitur grafis lain secara bersamaan. Hal ini mirip kasus Switch generasi pertama yang kualitas grafisnya juga masih kalah dari PS4.
2. Nintendo Switch 2 harus menyesuaikan hardware hybrid

Nintendo Switch 2 (nintendo.com) Nintendo Switch 2 dirancang sebagai konsol hybrid yang dapat digunakan di TV maupun secara handheld. GPU konsol ini bekerja pada sekitar 3,072 TFLOPS saat docked dan turun menjadi 1,71 TFLOPS ketika digunakan dalam mode handheld. Di sisi lain, PS5 tidak perlu mempertahankan desain untuk penggunaan portabel. Konsol Sony dapat menggunakan daya dan sistem pendinginan yang jauh lebih besar untuk mempertahankan performa GPU. Perbedaan rancangan hardware keduanya ikut menjadi faktor mengapa Switch 2 harus melakukan kompromi ketika menjalankan game berat.
3. Resolusi internal Switch 2 lebih rendah

Nintendo Switch 2 (nintendo.com) Konsol Switch 2 bisa mengandalkan DLSS untuk menghasilkan gambar dengan resolusi output lebih tinggi dari resolusi native. Pada Cyberpunk 2077, mode docked menggunakan resolusi internal sekitar 720p yang kemudian direkonstruksi menuju 1080p dengan bantuan DLSS. Sebaliknya, PS5 memiliki ruang performa lebih besar untuk menghasilkan gambar dengan resolusi internal yang lebih tinggi. Contoh sederhananya adalah GTA 6 yang merupakan game dengan kualitas grafis optimal untuk saat konsol saat ini. Game tersebut dipastikan dapat berjalan di 30 fps setelah Rockstar menguji cobanya untuk PS5.
4. Ada pengaturan grafis yang harus dipangkas

Nintendo Switch 2 (unsplash.com/@8bitspell) Detail visual menjadi salah satu pembeda utama antara kedua versi. Analisis Digital Foundry pada Pragmata menemukan beberapa pengurangan pada versi Switch 2, termasuk pencahayaan, bayangan, tekstur, ambient occlusion, dan rendering rambut dibandingkan PS5. Resident Evil Requiem pada Switch 2 menghadirkan perbedaan serupa. Versi Switch 2 tidak menggunakan ray tracing seperti PS5 dan memiliki tekstur model karakter dengan kualitas lebih rendah, serta memakai resolusi internal sekitar 540p pada mode docked sebelum diproses melalui DLSS.
5. DLSS membantu mengejar kualitas gambar

Nintendo Switch 2 (pexels.com/@danieljschwarz) Nintendo Switch 2 memiliki keunggulan berupa DLSS yang membantu meningkatkan kualitas gambar dari resolusi internal yang lebih rendah. Teknologi garapan NVIDIA ini membuat beberapa game Switch 2 terlihat jauh lebih tajam dibandingkan jika gambar hanya diperbesar secara konvensional. Melalui teknologi ini, konsol merender game pada resolusi lebih rendah terlebih dahulu agar kerja perangkat keras lebih ringan, lalu AI menyempurnakan dan menaikkan resolusinya ke tingkat yang lebih tinggi secara real-time. Hasilnya, perbedaan antara Switch 2 dan PS5 tidak terlihat besar ketika hanya melihat gambar diam. Namun, perbedaan kembali muncul pada elemen seperti pencahayaan, bayangan, kepadatan NPC, detail objek, ray tracing, dan stabilitas frame rate. Cyberpunk 2077 misalnya, game ini memiliki kualitas tekstur Switch 2 yang bisa menyamai PS5, tetapi kepadatan NPC dan kendaraan masih berada di level yang lebih dekat dengan PS4.
Secara umum, PS5 masih memiliki keunggulan dalam kemampuan grafis karena hardware-nya menyediakan tenaga GPU, bandwidth memori, dan ruang daya lebih besar. Switch 2 mengompensasi keterbatasan itu melalui DLSS dan optimasi khusus agar beberapa game AAA tetap bisa tampil mendekati konsol kompetitor.




![[REVIEW] Aniimo, Game ala Palworld Nuansa Pokemon dan Ben 10](https://image.idntimes.com/post/20260920/aniimo-1_a74e4f30-891e-4f40-a20d-570f994408e1.jpg)
















