Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mantan Bos PlayStation Ingin Hidupkan Lagi Game AA

Mantan Bos PlayStation Ingin Hidupkan Lagi Game AA
PlayStation (unsplash.com/@claudiolcastro)
Share Article

Nama Shawn Layden kembali mencuri perhatian publik gaming global. Mantan bos PlayStation ini secara terbuka menyuarakan keresahannya terhadap arah industri game modern yang menurutnya semakin bergantung pada banyak game AAA berskala raksasa dengan biaya produksi yang sangat besar. Layden menilai solusi untuk menyelamatkan industri ini terletak pada kebangkitan kembali game AA, kategori game yang selama ini kerap terpinggirkan di tengah dominasi judul-judul besar.

Menurut Layden, industri game saat ini terjebak dalam siklus berbahaya karena biaya produksi game AAA terus melonjak, sementara risiko kegagalan komersial juga semakin besar. Ia percaya bahwa game AA—yang biasanya memiliki skala produksi lebih kecil, tetapi tetap berkualitas tinggi—bisa menjadi solusi ideal untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.

  1. 1. Krisis di balik dominasi game AAA

    Death Stranding 2: On the Beach
    Death Stranding 2: On the Beach (Kojima Productions/Death Stranding 2: On the Beach)

    Dalam beberapa tahun terakhir, industri game memang didominasi oleh judul-judul AAA dengan anggaran produksi mencapai ratusan juta dolar. Namun, besarnya investasi ini juga membawa risiko besar karena kegagalan komersial satu game saja bisa berdampak fatal bagi kelangsungan sebuah studio dan pegawai-pegawainya. Fenomena PHK massal yang melanda berbagai studio besar dalam beberapa tahun terakhir disebut Layden sebagai bukti nyata dari krisis model bisnis ini.

    Layden menilai biaya pengembangan game AAA yang terus meningkat membuat perusahaan semakin enggan mengambil risiko dan akhirnya lebih memilih mengandalkan waralaba besar yang sudah terbukti sukses. Kondisi ini membuat ruang bagi game dengan skala lebih kecil dan ide-ide eksperimental semakin menyempit. Menurut Layden, ketergantungan yang terlalu besar pada segelintir waralba besar dan populer pada akhirnya tidak hanya meningkatkan risiko finansial perusahaan, tetapi juga berpotensi menghambat kreativitas dan keberagaman dalam industri game.

  2. 2. Apa itu game AA dan mengapa penting?

    A Plague Tale: Requiem
    A Plague Tale: Requiem (Asobo Studio/A Plague Tale: Requiem)

    Game AA merupakan kategori game dengan skala produksi di antara game indie dan AAA. Anggaran pengembangannya lebih terbatas, tetapi tetap mengutamakan kualitas dan pengalaman bermain yang solid. Posisi tersebut membuat game AA dapat menjadi pilihan bagi studio yang ingin menghadirkan pengalaman yang lebih matang dibandingkan game indie, tetapi tetap memiliki skala produksi yang lebih realistis.

    Menurut Layden, kebangkitan kembali game AA dapat menjadi jalan tengah antara kreativitas dan kebutuhan bisnis dalam industri game. Dengan biaya pengembangan yang lebih terkendali, studio dapat mencoba konsep dan pendekatan baru tanpa mempertaruhkan modal sebesar proyek AAA yang membutuhkan investasi sangat besar. Ia meyakini model tersebut dapat membantu menciptakan ekosistem industri yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan pada segelintir game blockbuster dalam jangka panjang.

  3. 3. Layden punya rencana

    RoboCop: Rogue City
    RoboCop: Rogue City (Teyon/RoboCop: Rogue City)

    Visi Layden untuk menghidupkan kembali game AA tampaknya tidak berhenti pada sekadar gagasan karena ia disebut telah menyiapkan langkah konkret untuk merealisasikannya. Meski detail mengenai rencana tersebut belum sepenuhnya diketahui publik, Layden terus menyuarakan pentingnya perubahan dalam pola pendanaan dan pengembangan game dengan skala produksi menengah. Upaya ini diharapkan dapat membuka kembali ruang bagi proyek-proyek yang memiliki potensi kreatif, tetapi selama ini sulit mendapatkan investasi karena tidak masuk dalam kategori blockbuster AAA.

    Sebagai mantan petinggi Sony Interactive Entertainment, pandangan Layden tentu akan sangat diperhatikan berbagai kalangan dalam industri game. Gagasannya juga berpotensi menarik perhatian developer independen maupun investor yang mencari pendanaan dengan risiko lebih kecil dibandingkan proyek AAA. Jika berhasil diterapkan, kebangkitan game AA bukan hanya dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pemain, tetapi juga membantu menciptakan ekosistem pengembangan game yang lebih beragam.

    Banyak yang menilai kebangkitan game AA bisa menjadi angin segar bagi ekosistem industri yang lebih sehat dan inklusif bagi berbagai skala studio pengembang. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama terkait bagaimana meyakinkan investor maupun penerbit besar untuk kembali melirik model bisnis game AA yang selama ini dianggap kurang menguntungkan. Jadi, bagaimana menurut kamu? Apakah ada game AA yang perilisannya sedang kamu tunggu-tunggu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More