Comscore Tracker

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah Genre

Deretan game ini melebarkan sayap dan mencoba genre lain

Mencoba gaya baru atau bersikeras mengikuti formula yang sudah ada? Pertanyaan ini cukup menjebak karena dalam pengembangan game, tim developer dapat berinovasi sambil mempertahankan unsur-unsur yang membentuk identitas game tersebut, seperti genre.

Walaupun demikian, tidak sedikit developer yang mengambil risiko untuk mencoba genre lain, biasanya dalam bentuk spin-off. Yang jelas, mereka berusaha untuk keluar dari zona nyaman untuk menggaet audiens yang lebih luas. Apa saja contohnya? Check it out!

1. Metal Slug

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenreMetal Slug Tactics (dok. Leikir Studio/Metal Slug Tactics)

Jika masa kecil kamu diwarnai game PlayStation, besar kemungkinan kamu sudah pernah mencoba seri Metal Slug. Game tembak-menembak ini identik dengan aksi tanpa henti yang membuat kamu bergerak terus untuk melawan musuh, menghindari hujan peluru, dan membebaskan tahanan.

Nah, apakah kamu bisa membayangkan jika Metal Slug malah mendorong kamu untuk memikirkan taktik dan strategi ketimbang langsung menyerang tanpa berpikir panjang? Well, tanpa membayangkannya pun, kamu bisa merasakannya lewat Metal Slug Tactics.

Game yang dikembangkan Leikir Studio ini mengambil genre tactical RPG. Tentunya genre berbasis giliran ini sudah tidak asing bagi kamu yang pernah bermain Final Fantasy Tactics dan Disgaea. Meskipun mencoba genre baru, Metal Slug Tactics tetap dikemas dengan gaya pixel art dan dilengkapi pertempuran lawan bos ikonik dari seri aksi tersebut.

2. Halo

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenreHalo Wars: Definitive Edition (dok. Ensemble Studios, Behaviour Interactive, 343 Industries/Halo Wars: Definitive Edition)

Perubahan genre secara drastis juga dialami seri Halo. Berbeda dengan entri utama dalam game andalan konsol Xbox ini, Halo Wars mengadopsi genre Real-Time Strategy (RTS). Alih-alih mengontrol Master Chief, kamu mengontrol pasukan militer dalam peperangan yang penuh aksi. Menariknya, game ini dikembangkan oleh Ensemble Studios, developer di balik Age of Empires pertama sampai ketiga.

Selain Real-Time Strategy, Halo juga pernah hadir dalam genre twin-stick shooter dengan perspektif kamera top-down. Game berjudul 'Halo: Spartan Assault' dan 'Halo: Spartan Strike'  mengajak kamu untuk melawan Covenant dan Promethean yang jahat.

3. Yakuza

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenreYakuza: Like a Dragon (dok. Ryu Ga Gotoku Studio/Yakuza: Like a Dragon)

Combat baku hantam sudah sangat melekat dengan seri Yakuza. Namun, combat beat 'em up ini tiba-tiba mengalami perubahan menjadi turn-based RPG seiring hadirnya Yakuza: Like a Dragon. Oleh karena genrenya, tidak sedikit gamer yang membandingkan game terbaru dalam seri Yakuza tersebut dengan Persona 5.

Meskipun mengalami transformasi genre, Yakuza: Like a Dragon tetap mendapatkan respons yang sangat positif dari gamer dan kritikus. Yup, tim developer mengambil risiko besar yang awalnya membuat gamer skeptis dan menyulapnya menjadi game berkualitas. Kini, sekuel Yakuza akan terus menggunakan genre berbasis giliran sedangkan combat beat 'em up akan menjadi identitas seri Judgment.

Baca Juga: 7 Game Fighting Paling Aneh, Anti Mainstream Banget!

4. Mario

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenreMario Kart 8 Deluxe (dok. Nintendo/Mario Kart 8 Deluxe)

Mario tidak hanya menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam jagat game, tetapi juga sebagai salah satu game paling populer di dunia. Rasanya kebenaran itu tidak dapat dibantahkan, apalagi ditambah banyaknya game dari seri Mario dengan genre berbeda sambil mempertahankan kualitas yang tinggi.

Butuh game olahraga? Ada Mario Tennis dan Mario Golf. Sedang ingin bermain game racingKamu bisa menikmati Mario Kart. Bahkan, penggemar RPG juga bisa menikmati game Mario, seperti Mario & Luigi: Bowser's Inside Story dan Paper Mario: The Thousand-Year Door. Intinya, deretan game ini menjadikan Mario sebagai contoh seri yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas, apa pun genre yang diminati.

5. Persona 5

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenrePersona 5 Strikers (dok. ATLUS/Persona 5 Strikers)

"You'll never see it coming!"

Bagian lirik dari lagu 'Last Surprise' di Persona 5 rasanya dapat digunakan pula untuk mendeskripsikan perubahan genre di Persona 5 Strikers. Tidak ada yang menyangka!

Seri Persona biasanya mengombinasikan sistem dungeon crawling dengan combat turn-based. Di sisi lain, kolaborasi antara Omega Force yang dikenal karena seri Dynasty Warriors dan P-Studio menghadirkan combat hack and slash. Dengan demikian, game ini patut dicoba bagi pencinta game musou.

Hack and slash bukan satu-satunya genre yang dicicip oleh seri Persona. Faktanya, Persona 5 juga punya game rhythm berjudul 'Persona 5: Dancing in Starlight'. Sangat kreatif!

6. Pokémon

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenrePokémon UNITE (dok. The Pokémon Company/Pokémon UNITE)

Sama seperti seri Mario, Pokémon bukanlah seri yang asing di telinga gamer. Lagi pula, tidak sedikit gamer yang memainkan Pokémon dari masa kecil. Kalaupun tidak pernah, serial anime dan manga pastinya membuat nama Pokémon menjadi familier.

Daftar game Pokémon dengan genre yang berbeda dari entri utamanya cukup panjang. Sebagai contoh, ada Pokémon Unite yang merupakan game MOBA, Pokkén Tournament sebagai game fighting, dan ada juga Pokémon Snap dengan genre simulasi fotografi. Sudah dapat dipastikan bahwa ketiga game tersebut merupakan sedikit contoh saja. Masih ada banyak spin-off lainnya yang tidak kalah menarik.

7. Minecraft

Berani Beda, 7 Franchise Game Ini Pernah Berubah GenreMinecraft Dungeons (dok. Mojang Studios, Double Eleven/Minecraft Dungeons)

Tanpa berubah genre pun, Minecraft menawarkan kebebasan bagi gamer untuk membuat mod sehingga game sandbox tersebut terasa seperti game yang berbeda. Akan tetapi, hal ini tidak menutup fakta bahwa Minecraft juga pernah melebarkan sayap dan mencoba genre lain.

Minecraft: Story Mode menjadi contoh yang menarik karena seperti yang kita tahu, bagian paling seru dari Minecraft adalah gameplay-nya, bukan alur ceritanya. Jadi, karya Telltale Games ini mencoba mengeksplorasi potensi cerita yang dimiliki Minecraft.

Selanjutnya, ada Minecraft Dungeons yang merupakan game dungeon crawler. Game ini menempatkan fokus pada gameplay-nya yang menyenangkan, diikuti kustomisasi karakter ala game RPG.

Dari ketujuh game di atas yang pernah mengalami perubahan genre, game manakah yang menjadi favorit kamu? Bagikan jawaban kamu di kolom komentar, ya!

Baca Juga: Kreatif dan Menarik! 7 Game Ini Punya Grafik yang Unik

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Fatkhur Rozi

Berita Terkini Lainnya