Genre monster-catching atau monster-taming dalam dunia game sebenarnya bukan hal baru. Palworld (2024), dengan konsep monster membawa senjata api, belakangan mencoba berinovasi lewat survival game. Namun, waralaba Pokemon, yang lama berada di ranah ini, masih memegang takhta lewat barisan gamenya sejak 1996. Belum lagi melirik Digimon, waralaba yang bersaing dengan Pokemon mulai pada 1998.
Pawprint Studio kemudian datang dengan satu ide nakal: membuat aktivitas mengoleksi monster dengan kemampuan berubah menjadi monster itu sendiri. Studio debutan ini merilis Aniimo pada 16 September 2026 di Steam, XBOX Series X/S, dan PlayStation 5 sebagai open world role-playing game (RPG) gratisan. Memainkan gamenya terasa seperti menjadi trainer Pokemon di semesta Palworld dengan Omnitrix milik Ben Tennyson dalam Ben 10, serial kartun dan game lainnya.
Penulis sendiri telah memainkan Aniimo selama 15 jam di Steam dengan melirik beberapa hal penting, termasuk cerita dan gameplay-nya. Selama penjelajahan itu, ada hal-hal yang bisa dipetik. Utamanya sebagai gambaran untuk kamu yang ingin memainkan gamenya.
| Genre | Open-world RPG, Creature-collecting / Creature-catching, Action, Adventure, Simulation, Strategy |
| Developers | Pawprint Studio |
| Publisher | Pawprint Studio |
| Platform | PC (Steam, Epic Games Store), PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan mobile (iOS & Android). Xbox Cloud Gaming juga didukung. |
| Price | Rp. 0 |
Minimum System Requirement Aniimo di PC
Operating System | Windows 10 64-bit |
|---|---|
Processor | Intel Core i7-4770 / AMD Ryzen 7 2700 |
Memory | 8 GB RAM |
GPU | NVIDIA GeForce GTX 970 / AMD Radeon RX 5600 |
DirectX | Version 11 |
Storage | 40 GB available space |
![[REVIEW] Aniimo, Game ala Palworld Nuansa Pokemon dan Ben 10](https://image.idntimes.com/post/20260920/aniimo-1_a74e4f30-891e-4f40-a20d-570f994408e1.jpg)