Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sony Belum Memberikan Kepastian Rilis PS6 karena Booming Tren AI
DualSense (unsplash.com/@usualmorals)

Konsol generasi terbaru andalan Sony, PlayStation 6 (PS6), hingga saat ini masih belum memiliki tanggal rilis resmi yang pasti. Informasi ini disampaikan langsung oleh CEO Sony, Hiroki Totoki, dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Masalah utamanya bersumber dari krisis rantai pasok dan kondisi pasar perangkat keras global yang belum stabil.

Kabar ini sekaligus menjawab pertanyaan para gamer yang sudah menantikan kepastian peluncuran PS6. Awalnya, konsol ini diprediksi akan rilis pada 2027, tetapi Sony masih belum memberikan klarifikasi apa pun. Sony lebih berhati-hati karena proses pengadaan berbagai komponen perangkat keras saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat.

1. Kelangkaan berbagai komponen perangkat keras jadi masalah utama

konsol PlayStation (unsplash.com/@kseverin)

Menurut penjelasan langsung dari CEO Sony, proses untuk mendapatkan berbagai komponen penting untuk merakit konsol PlayStation generasi terbaru masih menjadi sebuah tantangan yang sangat berat. Kondisi pasar saat ini ibarat mimpi buruk bagi para produsen perangkat keras elektronik di seluruh dunia. Ini disebabkan oleh tingginya permintaan pasar yang tak seimbang dengan ketersediaan stok. Masalah kelangkaan ini diperparah oleh melonjaknya harga bahan baku dan komponen penting seperti memori RAM yang diperkirakan masih akan melambung tinggi.

Masalah ketersediaan komponen ini membuat pihak perusahaan sangat kesulitan untuk melakukan estimasi biaya produksi massal untuk konsol PS6. Dampaknya, Sony memilih untuk bersikap sangat hati-hati dan tidak terburu-buru dalam menetapkan tanggal perilisan resmi konsol terbaru milik mereka. Bahkan, penundaan perilisan PS6 ini bisa saja terjadi hingga 2028 atau 2029 mendatang.

2. Perilisan PS6 diperkirakan meleset dari jadwal biasanya

konsol PlayStation (unsplash.com/@claudiolcastro)

Siklus hidup konsol game secara umum biasanya berlangsung selama sekitar 7 tahun sebelum generasi baru diperkenalkan ke publik. Mengingat PlayStation 5 dirilis pada akhir 2020, ekspektasi awal pasar memperkirakan PlayStation 6 akan hadir pada paruh kedua tahun 2027. Namun, pernyataan terbaru dari CEO Sony, Hiroki Totoki, mengindikasikan bahwa Sony berpotensi besar melewatkan jendela perilisan tersebut akibat kondisi pasar perangkat keras yang sedang bergejolak.

Hiroki Totoki menyebut krisis energi, kelangkaan cip akibat industri akal imitasi (AI), dan perang dagang global sebagai ancaman utama bagi bisnis konsol video game Sony. Untuk bertahan dalam kondisi sulit ini, Sony terpaksa mengambil langkah strategis. Alhasil, peluncuran PS6 kemungkinan besar ditunda hingga 2028 demi menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga.

3. AI jadi salah satu penyebab utama sulitnya memproduksi konsol

DualShock 4 PlayStation (unsplash.com/@hi_roger)

Ledakan penggunaan teknologi AI yang sudah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan telah memicu krisis pasokan komponen perangkat keras, khususnya RAM dan cip semikonduktor. Pusat data AI memborong komponen memori secara massal dengan harga tinggi. Hal tersebut menyebabkan harga komponen tersebut melambung drastis. Situasi ini sangat memengaruhi kondisi industri konsol video game mengingat memori menyumbang porsi besar dari total biaya produksi per unit konsol.

Persaingan pasar dengan pusat data AI telah menciptakan kenaikan biaya perakitan konsol yang signifikan. Kondisi ini membuat model bisnis lama. Adapun, produsen menjual konsol rugi lalu mengambil untung dari penjualan game menjadi tidak bisa diandalkan lagi. Akibatnya, PS6 diprediksi dirilis di kisaran harga 1.000 dolar AS (Rp17,7 juta).

Potensi harga PS6 yang menyentuh angka 1.000 dolar AS menjadi ancaman nyata yang dapat mengubah peta persaingan industri video game. Jika prediksi ini terealisasi, PS6 berisiko bergeser dari konsol hiburan keluarga menjadi barang mewah yang hanya terjangkau oleh segmen pasar tertentu. Kebijakan harga selangit ini pada akhirnya berpotensi membatasi pertumbuhan basis pengguna Sony dan menyulitkan jutaan gamer untuk menikmati konsol generasi terbaru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article