Instagram kembali memperbarui algoritmanya pada 2026. Perubahan kali ini membuat platform tersebut tidak lagi hanya mengandalkan jumlah like atau komentar untuk menentukan jangkauan konten, tetapi juga lebih memprioritaskan distribusi konten dan kepuasan pengguna. Menurut Head of Instagram, Adam Mosseri, konten yang sering dibagikan lewat Direct Message (DM) kini memiliki peluang lebih besar untuk direkomendasikan kepada pengguna lain. Selain itu, jumlah tayangan (impressions) dan orisinalitas konten juga menjadi sinyal penting dalam penilaian algoritma.
Lantas, bagaimana cara kerja algoritma Instagram di setiap fitur, mulai dari Reels, Feed, Stories, hingga Explore? Dikutip Sprout Social, berikut penjelasannya!
