Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa yang Terjadi Jika Akun Google Tidak Digunakan Bertahun-tahun?

Apa yang Terjadi Jika Akun Google Tidak Digunakan Bertahun-tahun?
ilustrasi akun Gmail (unsplash.com/Solen Feyissa)
Intinya Sih
  • Google menerapkan kebijakan baru sejak 2023 yang memungkinkan penghapusan akun pribadi yang tidak aktif selama dua tahun beserta seluruh data di dalamnya.
  • Sebelum penghapusan, Google akan mengirimkan beberapa peringatan ke email utama dan email pemulihan agar pengguna sempat menyelamatkan akunnya.
  • Akun tetap dianggap aktif jika pengguna sesekali login atau menggunakan layanan seperti Gmail, Drive, YouTube, serta kebijakan ini tidak berlaku untuk akun Google Workspace.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Punya akun Google yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dibuka? Banyak orang mengira akun tersebut akan tetap tersimpan selamanya, kendati tidak pernah digunakan. Padahal, anggapan itu sudah tidak lagi berlaku.

Sejak 2023, Google menerapkan kebijakan baru terkait akun yang tidak aktif dalam waktu lama. Jika sebuah akun dibiarkan tanpa aktivitas selama bertahun-tahun, Google dapat menghapus akun tersebut beserta seluruh data di dalamnya secara permanen. Lantas, apa saja yang sebenarnya akan terjadi? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Akun bisa dihapus setelah tidak aktif selama dua tahun

Akun Google dianggap tidak aktif apabila pemiliknya tidak pernah login atau menggunakan layanan Google selama minimal dua tahun berturut-turut. Setelah melewati batas waktu tersebut, Google berhak menghapus akun beserta seluruh isi yang tersimpan di dalamnya. Kebijakan ini berlaku untuk akun Google pribadi dan mencakup hampir semua layanan Google. Jadi, bukan hanya akun Gmail yang terdampak, tetapi juga berbagai layanan lain yang terhubung dengan akun tersebut.

2. Semua data yang tersimpan akan hilang permanen

Jika akun benar-benar dihapus karena tidak aktif, seluruh data di dalamnya juga ikut terhapus tanpa bisa dipulihkan kembali. Artinya, kamu akan kehilangan berbagai file dan informasi penting yang mungkin sudah tersimpan selama bertahun-tahun. Beberapa data yang akan ikut hilang antara lain:

  • Seluruh email di Gmail.
  • File yang tersimpan di Google Drive, termasuk dokumen, spreadsheet, dan presentasi.
  • Foto dan video di Google Photos.
  • Dokumen di Google Docs beserta riwayat penyuntingannya.
  • Video, komentar, playlist, hingga channel YouTube yang menggunakan akun tersebut.
  • Kalender, kontak, dan data lain yang tersimpan di layanan Google.

Setelah proses penghapusan selesai, Google tidak menyediakan cara untuk memulihkan data tersebut. Bahkan, alamat Gmail yang telah dihapus juga tidak dapat didaftarkan kembali oleh siapa pun.

3. Google akan mengirimkan peringatan sebelum menghapus akun

ilustrasi aplikasi Gmail di smartphone
ilustrasi aplikasi Gmail (unsplash.com/Solen Feyissa)

Kabar baiknya, Google tidak langsung menghapus akun begitu saja. Sebelum penonaktifan dilakukan, perusahaan akan mengirimkan beberapa pemberitahuan kepada pemilik akun. Notifikasi biasanya dikirim ke alamat Gmail yang bersangkutan, serta email pemulihan (recovery email) jika sebelumnya sudah ditambahkan. Peringatan ini biasanya dikirim beberapa bulan sebelum akun dijadwalkan untuk dihapus, sehingga pengguna masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan akunnya. Karena itu, penting untuk memastikan alamat email pemulihan masih aktif agar kamu tidak melewatkan pemberitahuan tersebut.

4. Login sesekali sudah cukup untuk menjaga akun tetap aktif

Untungnya, menjaga akun Google tetap aktif sebenarnya sangat mudah. Kamu tidak perlu menggunakan semua layanan Google setiap hari. Beberapa aktivitas sederhana yang dapat memperbarui status akun antara lain:

  • Login ke akun Google.
  • Membuka Gmail.
  • Mengakses Google Drive.
  • Mengedit atau membuat dokumen di Google Docs.
  • Menonton atau mengunggah video di YouTube menggunakan akun tersebut.

Selain itu, akun yang masih memiliki langganan aktif, metode pembayaran yang tersimpan, atau pernah melakukan pembelian melalui Google Play juga umumnya tetap dianggap aktif oleh Google. Google juga menyediakan fitur Inactive Account Manager yang memungkinkan pengguna menentukan apa yang akan terjadi pada akun dan datanya jika sudah lama tidak aktif.

5. Kebijakan ini hanya berlaku untuk akun Google pribadi

Tidak semua akun Google terkena aturan ini. Kebijakan penghapusan akun tidak aktif hanya berlaku untuk akun pribadi. Sementara itu, akun yang digunakan untuk keperluan kantor, organisasi, atau sekolah melalui Google Workspace memiliki aturan pengelolaan tersendiri. Jadi, jika kamu menggunakan akun dari tempat kerja atau kampus, kebijakan ini kemungkinan tidak berlaku.

6. Alasan Google menghapus akun yang tidak aktif

ilustrasi Gmail
ilustrasi Gmail (pexels.com/ready made)

Google menyebutkan bahwa alasan utama diterapkannya kebijakan ini adalah faktor keamanan. Akun yang sudah lama tidak digunakan cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk diretas. Pengguna biasanya sudah tidak lagi memperbarui kata sandi, tidak mengaktifkan verifikasi dua langkah, atau bahkan lupa bahwa mereka masih memiliki akun tersebut. Kondisi seperti ini membuat akun lebih rentan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menghapus akun yang benar-benar tidak aktif, Google berharap dapat mengurangi potensi penyalahgunaan dan meningkatkan keamanan seluruh ekosistem layanannya.

Kalau kamu masih memiliki akun Google lama yang berisi foto, dokumen, atau email penting, sebaiknya segera login kembali sebelum terlambat. Aktivitas sederhana seperti masuk ke akun atau membuka Gmail sudah cukup untuk mengembalikan status akun menjadi aktif. Kalau kamu memang sudah tidak berniat menggunakan akun tersebut, pastikan terlebih dahulu mengunduh semua data penting. Setelah akun dihapus oleh Google, seluruh isi di dalamnya akan hilang secara permanen dan tidak bisa dipulihkan lagi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More