Akhir-akhir ini, berita fenomena alam seperti erupsi Gunung Anak Krakatau tengah menjadi topik hangat di media sosial. Hal ini terjadi karena kekhawatiran masyarakat terhadap bencana yang melanda. Bencana alam sendiri dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, sampai badai dan cuaca ekstrem.
Perkembangan teknologi membuat manusia mampu mengamati kondisi bumi secara lebih cepat melalui sensor, satelit, radar, komputer, dan akal imitasi (AI). Kemampuan ini kemudian dimanfaatkan untuk memperkirakan ancaman dan memberikan peringatan kepada masyarakat. Namun, kemampuan teknologi berbeda untuk setiap jenis bencana. Cuaca ekstrem dapat diprakirakan berdasarkan perubahan atmosfer, sedangkan gempa bumi belum bisa diketahui secara tepat kapan dan di mana akan terjadi. BMKG menjelaskan bahwa teknologi saat ini belum mampu menentukan waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara akurat sebelum kejadian. Lalu, bencana apa saja yang bisa diprakirakan oleh teknologi dan sejauh mana tingkat akurasinya? Berikut penjelasannya!
