Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi pada Ikan saat Abu Vulkanik Masuk Sungai?

Apa yang Terjadi pada Ikan saat Abu Vulkanik Masuk Sungai?
ilustrasi ikan di sungai (pexels.com/H Clicks)
  • Abu vulkanik dapat menurunkan pH sungai, mengganggu fungsi insang dan pertukaran ion ikan, dengan dampak yang bergantung pada jenis serta jumlah material.
  • Partikel abu membuat air keruh, menempel pada insang, dan dapat mengurangi oksigen; ikan bisa lemas, bergerak lambat, mencari area lebih sesuai, hingga mati.
  • Abu mengganggu plankton, telur ikan, dan organisme dasar sungai sehingga sumber makanan berkurang; pemulihan ekosistem berbeda menurut aliran serta endapan material.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Abu vulkanik yang jatuh ke sungai dapat mengubah kondisi sungai dalam waktu singkat. Bagi ikan yang hidup di dalamnya, perubahan ini bisa menjadi masalah karena mereka bergantung pada kualitas air untuk bernapas dan bertahan hidup.

Lantas, apa yang terjadi pada ikan saat abu vulkanik masuk sungai? Apakah mereka langsung mati atau ada perubahan lain yang terjadi lebih dulu? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. 1. Air sungai bisa menjadi lebih asam

    ilustrasi sungai
    ilustrasi sungai (commons.wikimedia.org/Raflinoer32)

    Abu vulkanik membawa berbagai mineral dan senyawa dari material yang dikeluarkan oleh gunung api. Beberapa di antaranya dapat bereaksi dengan air dan memengaruhi tingkat keasamannya. Kondisi ini membuat pH air berubah dari kondisi normalnya dan pada paparan tertentu bisa turun cukup jauh.

    Perubahan pH penting bagi ikan karena tubuh mereka terbiasa hidup dalam kisaran kondisi air tertentu. Air yang terlalu asam dapat mengganggu fungsi insang dan proses pertukaran ion di dalam tubuh ikan. Besarnya perubahan juga bergantung pada jenis abu, jumlah yang masuk, serta kondisi sungai. Jadi, tidak semua sungai yang terkena abu vulkanik otomatis memiliki pH 4–5, tetapi penurunan pH dapat terjadi ketika material vulkanik dalam jumlah besar masuk ke badan air.

  2. 2. Insang ikan bisa terganggu oleh partikel abu

    ilustrasi ikan
    ilustrasi ikan (unsplash.com/Muneer ahmed ok)

    Ikan mengambil oksigen dari air menggunakan insang. Ketika sungai dipenuhi material vulkanik yang sangat halus, partikel tersebut dapat menempel pada permukaan insang dan mengganggu proses pertukaran gas. Air yang sangat keruh juga membuat kondisi pernapasan ikan menjadi lebih sulit.

    Masalahnya tidak berhenti pada abu yang menempel di insang. Material yang masuk ke sungai dalam jumlah besar juga dapat mengubah kondisi air dan mengurangi oksigen yang tersedia bagi organisme di dalamnya. Ikan kemudian bisa terlihat lemas, bergerak lebih lambat, atau naik ke bagian tertentu dari sungai untuk mencari kondisi air yang lebih sesuai. Jika kondisi buruk berlangsung cukup lama, ikan dapat mengalami kematian.

  3. 3. Plankton dan telur ikan ikut terdampak

    ilustrasi telur ikan
    ilustrasi telur ikan (pexels.com/Ben Phillips)

    Sungai bukan hanya tempat hidup ikan. Di dalamnya terdapat plankton, larva serangga, telur ikan, dan berbagai organisme kecil lain yang menjadi bagian dari rantai makanan. Ketika air dipenuhi abu vulkanik, kondisi lingkungan untuk organisme tersebut ikut berubah.

    Air yang sangat keruh dapat menghambat masuknya cahaya ke dalam air sehingga memengaruhi organisme yang membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Endapan abu juga dapat menutupi dasar sungai dan mengganggu telur atau organisme kecil yang berada di sana. Jika jumlah organisme tersebut menurun, ikan kehilangan sebagian sumber makanan alaminya. Dampaknya bisa berlanjut meskipun air sungai mulai kembali jernih karena sumber makanan membutuhkan waktu untuk pulih.

  4. 4. Ikan bisa mati secara mendadak

    ilustrasi ikan mati
    ilustrasi ikan mati (unsplash.com/Clay Knight)

    Kematian ikan dapat terjadi ketika perubahan kondisi sungai berlangsung cukup parah. Paparan abu dalam jumlah besar dapat terjadi bersamaan dengan perubahan pH, gangguan pada insang, berkurangnya oksigen, serta terganggunya sumber makanan. Kombinasi beberapa kondisi tersebut membuat ikan jauh lebih sulit bertahan dibandingkan dengan ketika hanya menghadapi satu perubahan lingkungan.

    Jika yang terjadi pada ikan saat abu vulkanik masuk sungai adalah kematian, maka belum tentu penyebabnya hanya satu zat tertentu dari abu. Kondisi air secara keseluruhan dapat berubah setelah material vulkanik masuk dalam jumlah besar. Jika ditemukan banyak ikan mati setelah erupsi, sebaiknya ikan tersebut tidak langsung dikonsumsi karena penyebab kematiannya belum tentu diketahui dan kualitas air di lokasi juga sedang mengalami perubahan.

    Dampak abu vulkanik terhadap sungai memang bisa berbeda tergantung pada jumlah material yang masuk dan kondisi air. Sungai dengan aliran deras mungkin lebih cepat membawa material ke tempat lain, sementara sungai dengan aliran lebih lambat dapat mengalami pengendapan yang lebih banyak. Karena itu, pemulihan ekosistem perairan juga tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama setelah erupsi.

    Referensi

    "Volcanic ash in the water column: Physiological impact on the suspension-feeding bivalve Mytilus chilensis." Marine Pollution Bulletin. Diakses pada September 2026.

    "Effects of the volcanic ash that has fallen on our lakes and rivers?" Faraway Fly Fishing. Diakses pada September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More