Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Teknologi Tersembunyi di Bawah Rumput Stadion Piala Dunia 2026

3 Teknologi Tersembunyi di Bawah Rumput Stadion Piala Dunia 2026
Luka Modric (kiri) berduel dengan Harry Kane (kanan) di laga Grup L Piala Dunia 2026, Kamis (17/6/2026). (Photo by Richard Pelham / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Intinya Sih
  • Lapangan Piala Dunia 2026 diperkuat sistem rumput hibrida yang menggabungkan rumput alami dan serat sintetis agar lebih kuat, stabil, serta nyaman digunakan di berbagai stadion tuan rumah.
  • Jaringan drainase dan ventilasi di bawah tanah menjaga kadar air dan oksigen akar rumput tetap ideal, memastikan lapangan tidak tergenang serta siap untuk pertandingan intensitas tinggi.
  • Sensor bawah tanah memantau kelembapan, suhu, dan kebutuhan air secara real time sehingga tim perawatan dapat menjaga kualitas lapangan tetap optimal selama turnamen berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lapangan sepak bola yang digunakan pada Piala Dunia 2026 tidak hanya dirancang agar terlihat hijau dan rapi, tetapi juga didukung berbagai teknologi canggih di balik permukaannya. Selama turnamen berlangsung, kualitas lapangan harus tetap terjaga agar mampu menunjang permainan para pesepak bola dari berbagai negara. Di bawah hamparan rumput tersebut, terdapat beragam sistem yang bekerja untuk menjaga kondisi tanah, akar rumput, hingga kadar air tetap ideal. 

Teknologi-teknologi ini membantu lapangan tetap kuat meski digunakan untuk pertandingan secara berulang dalam waktu yang berdekatan. Berkat inovasi tersebut, permukaan lapangan dapat memberikan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko cedera bagi para pemain. Lalu, teknologi apa saja yang tersembunyi di bawah rumput stadion Piala Dunia 2026? Yuk, cari tahu di bawah ini!

1. Sistem rumput hibrida membuat lapangan lebih kuat

ilustrasi rumput stadion sepak bola
ilustrasi rumput stadion sepak bola (pexels.com/Tom Van Dyck)

Lapangan yang digunakan pada Piala Dunia 2026 tak hanya ditutupi oleh rumput alami, tetapi juga diperkuat dengan teknologi rumput hibrida. Mengutip dari Reuters, sistem ini menggabungkan rumput alami dengan serat sintetis yang ditanam di bawah permukaan lapangan. Serat tersebut berfungsi memperkuat akar rumput sehingga lapangan tidak mudah rusak meski digunakan berkali-kali selama turnamen.

Teknologi ini juga berfungsi untuk menjaga permukaan lapangan tetap rata dan stabil saat pemain berlari, berhenti mendadak, maupun melakukan tekel. Selain itu, rumput tetap memberikan sensasi bermain seperti di atas rumput alami karena bagian yang terlihat di permukaan tetap merupakan rumput hidup. Di sejumlah stadion Amerika Serikat yang sebelumnya menggunakan lapangan sintetis, FIFA memasang lapisan rumput alami sementara yang diperkuat dengan sistem hibrida agar memenuhi standar pertandingan internasional.

Sistem rumput hibrida dirancang untuk menghasilkan kualitas lapangan yang lebih seragam di berbagai stadion tuan rumah. Dengan begitu, para pemain dapat bertanding di permukaan yang lebih aman dan nyaman meskipun kondisi cuaca serta jenis stadion berbeda-beda. Inilah salah satu teknologi canggih yang tersembunyi di bawah rumput stadion Piala Dunia 2026. 

2. Jaringan drainase dan ventilasi menjaga rumput tetap sehat

ilustrasi menendang bola
ilustrasi menendang bola (pexels.com/Mytho Digital)

Di bawah hamparan rumput stadion Piala Dunia 2026, terdapat jaringan drainase dan sistem ventilasi yang membantu menjaga kondisi lapangan tetap ideal. Sistem drainase ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air agar lapangan tidak tergenang setelah hujan atau penyiraman. Sementara itu, sistem ventilasi vakum dapat mengalirkan udara ke dalam tanah sehingga akar rumput tetap memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat. 

Teknologi tersebut juga membantu mengeluarkan air berlebih dari lapisan tanah sehingga kondisi akar tetap terjaga. Berkat kombinasi drainase dan ventilasi ini, permukaan lapangan dapat tetap kuat dan rata. Dengan begitu, lapangan selalu siap digunakan untuk pertandingan berintensitas tinggi seperti turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

3. Sensor di bawah tanah memantau kondisi rumput

ilustrasi rumput stadion sepak bola
ilustrasi rumput stadion sepak bola (pexels.com/Juan Salamanca)

Teknologi lain yang tersembunyi di bawah rumput stadion Piala Dunia 2026 adalah sensor yang ditanam di dalam lapisan tanah. Sensor ini digunakan untuk memantau berbagai kondisi lapangan, seperti kelembapan tanah, suhu, hingga kebutuhan air pada rumput. Data yang dikumpulkan kemudian dikirim kepada tim perawat lapangan secara real time sehingga kondisi rumput dapat terus dipantau.

Informasi tersebut membantu petugas menentukan waktu yang tepat untuk menyiram atau melakukan perawatan lainnya tanpa harus menunggu rumput menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Berkat bantuan sensor ini, kualitas lapangan tetap terjaga sehingga para pemain dapat bertanding di permukaan yang aman, stabil, dan sesuai standar Piala Dunia 2026. Dengan begitu, setiap pertandingan dapat berlangsung di atas lapangan yang memiliki kualitas hampir sama meskipun digelar di stadion yang berbeda di Amerika Serikat.

Teknologi-teknologi canggih di atas telah diterapkan di sejumlah stadion Piala Dunia 2026, seperti MetLife Stadium, SoFi Stadium, dan Mercedes-Benz Stadium, untuk menjaga kualitas lapangan tetap optimal selama turnamen berlangsung. Kehadiran berbagai sistem di bawah permukaan rumput membuktikan bahwa lapangan sepak bola modern bukan sekadar hamparan rumput hijau, melainkan hasil perpaduan teknologi, sains, dan perawatan yang presisi. Jadi, kualitas rumput yang digunakan di dalam stadion tidak main-main, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More