Perkembangan kecerdasan buatan tak lagi terbatas pada kebutuhan produktivitas seperti menulis, coding, atau merangkum dokumen. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini mulai terintegrasi ke dalam sistem pertahanan dan operasi militer modern. Model bahasa besar (Large Language Models/LLM) yang dikembangkan oleh Anthropic dan OpenAI digunakan sebagai sistem pendukung analisis dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel, khususnya dalam aspek intelijen dan logistik.
Mengutip laporan The Wall Street Journal (1/3/2026), militer Amerika Serikat dilaporkan menggunakan teknologi Anthropic untuk membantu analisis dalam operasi gabungan Israel–AS terhadap Iran. Meski demikian, AI bukanlah “penarik pelatuk” di medan perang. Perannya lebih banyak berada di balik layar sebagai sistem pendukung analisis data, intelijen, dan logistik. Lantas, bagaimana teknologi ini membentuk wajah perang modern? Simak penjelasan berikut!
