tampilan situs AI Claude Anthropic (unsplash.com/Planet Volumes)
Pernyataan Zuckerberg ini menanggapi usulan Chief Executive Officer Anthropic, Dario Amodei, yang mendesak pelaku industri untuk memperlambat laju peningkatan kemampuan AI setelah adanya peringatan risiko eksistensial. Usulan Amodei yang mencakup rencana tiga langkah keselamatan itu langsung didukung secara terbuka oleh pimpinan OpenAI, Sam Altman, dan bos xAI, Elon Musk, dalam hitungan jam. Sikap berbeda dari Zuckerberg mempertegas keterbelahan pandangan di antara para eksekutif teknologi di Amerika Serikat.
Di tingkat pemerintahan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (14/9/2026) mengecilkan kekhawatiran terkait potensi bahaya teknologi kecerdasan buatan. Trump menyatakan negaranya telah memiliki pedoman perlindungan serta menilai keraguan terhadap kemajuan AI hanya akan memberi keuntungan bagi China. Pandangan bahwa regulasi ketat dapat merugikan daya saing korporasi Amerika Serikat terhadap kompetitor asal China turut didukung oleh Chief Executive Officer NVIDIA, Jensen Huang.
Isu perlambatan yang terkoordinasi ini juga memancing kecurigaan dari pihak regulator pengawas persaingan usaha di Amerika Serikat. Dilansir dari Channel News Asia, Ketua Federal Trade Commission Andrew Ferguson menyatakan setiap orang harus sangat curiga terhadap perusahaan AI yang meminta pengecualian antimonopoli (antitrust) sembari melobi regulasi baru. Pekan sebelumnya, Amodei memang mengajukan izin antimonopoli agar para pesaing di industri dapat bersama-sama mengoordinasikan perlambatan laju pengembangan kecerdasan buatan demi keselamatan.