CEO Nvidia Jensen Huang menilai perkembangan kecerdasan buatan tidak membutuhkan undang-undang atau regulasi baru yang secara khusus mengaturnya. Dilansir dari TechCrunch, Huang memandang AI sebagai sistem komputasi yang dibangun manusia sehingga risiko keamanannya dapat dikendalikan melalui proses engineering dan aturan yang sudah ada.
Pandangan tersebut menempatkan Huang di tengah perdebatan mengenai cara industri mengelola risiko AI yang semakin canggih. Menurutnya, perusahaan seharusnya memastikan sendiri produk yang dikembangkan aman sebelum dirilis, sementara mekanisme pasar dapat memberikan tekanan agar perusahaan tidak menawarkan produk yang belum siap kepada pengguna.
