Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Chrome Android Uji Sidik Jari Sebelum Isi Password, makin Aman?

4 min read
Chrome Android Uji Sidik Jari Sebelum Isi Password, makin Aman?
ilustrasi Google Chrome (pexels.com/AS Photography)
  • Chrome Android sedang menguji verifikasi biometrik sebelum mengisi password tersimpan otomatis, melalui flag “Biometric reauth for password filling” di Chrome Canary.
  • Pengguna dapat diminta memakai sidik jari, face unlock, atau biometrik perangkat sebelum username dan password diisi, termasuk saat smartphone sudah terbuka.
  • Google pernah menguji fitur serupa lalu menghapusnya; belum ada kepastian fitur ini akan masuk Chrome versi stabil atau jadwal rilisnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Google tampaknya sedang menyiapkan lapisan keamanan tambahan untuk pengguna Chrome di Android. Peramban web tersebut dilaporkan tengah menguji fitur yang memungkinkan pengguna diminta melakukan verifikasi biometrik sebelum Chrome mengisi password yang tersimpan secara otomatis. Jika diterapkan, fitur ini dapat membuat proses autofill menjadi sedikit lebih panjang, tetapi memberikan perlindungan tambahan terhadap kredensial pengguna.

Fitur tersebut kembali muncul dalam versi terbaru Chrome Canary melalui sebuah flag bernama “Biometric reauth for password filling”. Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh pemilik akun X @Leopeva64 pada 1 Oktober 2026, setelah fitur serupa sebelumnya sempat diuji Google lebih dari setahun lalu. Kemunculannya kembali menjadi tanda bahwa Google masih mempertimbangkan mekanisme autentikasi tambahan untuk password yang tersimpan di Chrome.

  1. 1. Chrome bisa minta sidik jari sebelum isi password

    Google Chrome
    ilustrasi Google Chrome (pexels.com/Adam Sondel)

    Ketika fitur tersebut diaktifkan, pengguna kemungkinan harus melakukan autentikasi terlebih dahulu saat memilih kredensial yang tersimpan di Chrome. Proses verifikasi dapat menggunakan sidik jari, face unlock, atau metode biometrik lain yang didukung perangkat. Setelah autentikasi berhasil, Chrome baru dapat melanjutkan proses pengisian username dan password secara otomatis.

    Artinya, membuka kunci smartphone saja nantinya mungkin tidak cukup untuk memberikan akses ke seluruh password yang tersimpan di Google Password Manager. Chrome dapat meminta konfirmasi tambahan untuk memastikan bahwa orang yang hendak menggunakan password tersebut memang pemilik perangkat. Mekanisme ini terutama berguna ketika seseorang memperoleh akses ke smartphone yang sebelumnya sudah dalam kondisi tidak terkunci.

    Langkah ini dapat memberikan perlindungan tambahan apabila smartphone berada di tangan orang lain dalam kondisi sudah terbuka. Tanpa autentikasi tambahan, seseorang yang berhasil mengakses perangkat yang telah terbuka berpotensi menggunakan fitur autofill untuk melihat atau mengakses akun yang password-nya tersimpan di browser. Verifikasi biometrik dapat menjadi penghalang tambahan sebelum kredensial tersebut digunakan.

  2. 2. Google bukan pertama kali menguji mekanisme ini di Chrome Android

    Google Chrome
    ilustrasi membuka Google Chrome (unsplash.com/Firmbee.com)

    Menariknya, Google sebenarnya bukan pertama kali menguji mekanisme keamanan semacam ini di Chrome Android. Fitur yang meminta autentikasi sebelum password diisi otomatis pernah diuji lebih dari setahun lalu, tetapi kemudian dihapus sebelum mencapai versi stabil Chrome. Fitur tersebut akhirnya tidak tersedia secara luas bagi pengguna Chrome Android pada saat itu.

    Kini, Google kembali membawa fitur tersebut ke Chrome Canary dan menyediakan flag khusus untuk mengaktifkannya. Kemunculan kembali fitur ini menunjukkan bahwa Google masih mempertimbangkan penerapan verifikasi biometrik sebagai bagian dari sistem autofill password di Chrome Android. Namun, keberadaannya di Chrome Canary belum menjamin fitur tersebut akan hadir dalam versi final.

    Google sebelumnya juga sempat mengisyaratkan bahwa perlindungan semacam ini akan hadir di Chrome. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian kapan fitur tersebut akan tersedia untuk seluruh pengguna melalui versi stabil. Google masih dapat mengubah mekanisme autentikasi tersebut sebelum memutuskan untuk merilisnya secara luas.

  3. 3. Tambahan perlindungan untuk password tersimpan

    Ilustrasi teknologi biometrik dengan tangan menyentuh layar virtual yang memindai sidik jari dalam antarmuka digital.
    ilustrasi teknologi biometrik menggunakan layar virtual untuk memindai sidik jari (freepik.com/rawpixel.com)

    Verifikasi biometrik sebelum autofill pada dasarnya memberikan satu lapisan keamanan tambahan pada password manager. Pengguna tidak hanya mengandalkan sistem penguncian perangkat, tetapi juga harus membuktikan identitasnya ketika hendak menggunakan kredensial yang tersimpan. Cara ini dapat mengurangi risiko password digunakan oleh pihak lain ketika perangkat sudah berada dalam kondisi terbuka.

    Perlindungan seperti ini sebenarnya bukan konsep baru. Misalnya, pada perangkat Apple, autentikasi melalui Face ID atau Touch ID sudah dapat digunakan ketika Password AutoFill mengisi username dan password. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari sistem pengelolaan password dan autofill pada perangkat Apple.

    Jika nantinya Google menerapkan fitur ini di Chrome Android, pencuri yang mendapatkan smartphone dalam kondisi sudah terbuka tidak serta-merta bisa menggunakan seluruh password yang tersimpan di peramban web. Mereka masih harus melewati verifikasi biometrik sebelum Chrome memberikan akses ke kredensial tertentu. Dengan begitu, keamanan password tidak hanya bergantung pada status kunci layar perangkat.

    Meski demikian, fitur tersebut masih berada di tahap pengujian melalui Chrome Canary. Google juga belum mengumumkan jadwal kapan “Biometric reauth for password filling” akan tersedia di Chrome versi stabil, sehingga implementasi akhirnya masih dapat berubah atau bahkan kembali ditunda. Untuk saat ini, pengguna Chrome Android masih perlu menunggu keputusan Google sebelum fitur tersebut benar-benar tersedia secara umum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More