Adopsi Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Data nasional mencatat, adopsi AI berpotensi menyumbang nilai tambah hingga USD 366 miliar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2030, seiring dengan proyeksi pasar digital nasional yang diperkirakan menembus USD 360 miliar.
Kendati demikian, mayoritas startup lokal masih menghadapi tantangan besar dalam memvalidasi solusi AI pada bisnis mereka di skala industri yang nyata, serta dalam mengakses ekosistem pasar yang lebih efisien dan efektif.
Menjawab tantangan tersebut, Grab kembali menghadirkan program akselerator unggulannya, Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9, dengan tema “Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem”.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, program ini telah membuktikan rekam jejaknya, 90 persen dari total 40 alumni GVV terbukti terus bertumbuh dan berhasil membangun bisnis yang berkelanjutan, melampaui rata-rata keberhasilan global program akselerator di sektor teknologi.
