Kualitas udara perlu diperhatikan, terutama ketika terjadi polusi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga erupsi Gunung Anak Krakatau. Asap kebakaran, debu, dan abu vulkanik dapat terbawa angin dan menyebar hingga ke wilayah yang cukup jauh dari sumbernya. Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
Cara Cek Kualitas Udara via Aplikasi HP dan Google Maps

Kini, cara cek kualitas udara bisa dilakukan dengan mudah lewat HP. Kamu dapat memanfaatkan aplikasi, Google Maps, hingga layanan resmi pemerintah untuk memantau kondisi udara di suatu wilayah. Lantas, bagaimana cara cek kualitas udara via aplikasi HP dan Google Maps? Yuk, simak langkah-langkahnya di bawah ini!
1. Cara cek kualitas udara lewat IQAir

cek kualitas udara lewat aplikasi IQAir (iqair.com) Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi IQAir AirVisual untuk memantau kualitas udara. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melihat kondisi udara di lokasi tertentu, termasuk mencari informasi kualitas udara di berbagai kota.
Cara menggunakannya cukup mudah:
Unduh dan buka aplikasi IQAir AirVisual di HP.
Aktifkan izin lokasi atau GPS jika diperlukan.
Pilih lokasi yang ingin dipantau.
Lihat nilai AQI dan informasi polutan yang ditampilkan.
Gunakan fitur peta untuk mencari kondisi udara di lokasi lain.
Selain melalui aplikasi, IQAir menyediakan peta kualitas udara secara online. Informasi yang ditampilkan mencakup nilai AQI dan konsentrasi PM2.5, sehingga pengguna dapat memantau kondisi udara di berbagai wilayah.
2. Cara cek kualitas udara lewat Google Maps

cek kualitas udara lewat Google Maps (pixabay.com/deepanker70) Google Maps menyediakan fitur Air Quality atau Kualitas Udara yang memungkinkan pengguna melihat kondisi udara di wilayah yang didukung. Fitur ini bisa digunakan untuk mengecek kualitas udara tanpa perlu membuka aplikasi khusus.
Berikut cara mengeceknya:
Buka aplikasi Google Maps di HP.
Pastikan wilayah yang ingin diperiksa terlihat pada peta.
Ketuk ikon Layers atau Lapisan di bagian kanan atas.
Pilih Air Quality atau Kualitas Udara.
Informasi kualitas udara akan muncul pada area yang tersedia.
Data kualitas udara di Google Maps dapat bersumber dari stasiun pemantauan maupun pemodelan kualitas udara. Karena kondisi udara bisa berbeda dalam jarak yang relatif dekat, informasi yang ditampilkan tidak selalu menggambarkan kondisi udara secara persis di lokasi pengguna. Fitur Air Quality juga dapat diakses melalui Google Maps versi komputer. Caranya, pilih Layers, kemudian cari informasi Air quality pada detail peta.
3. Cara cek kualitas udara lewat situs BMKG

cek kualitas udara lewat situs BMKG (iklim.bmkg.go.id) Selain menggunakan aplikasi pihak ketiga, masyarakat Indonesia juga bisa memantau kualitas udara melalui layanan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Layanan ini menyediakan informasi konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah Indonesia.
Berikut cara mengeceknya:
Buka situs layanan kualitas udara BMKG.
Pilih atau cari kota yang ingin dipantau.
Perhatikan angka konsentrasi PM2.5 yang ditampilkan.
Lihat kategori kualitas udara di wilayah tersebut.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil dengan diameter hingga 2,5 mikrometer. Partikel ini menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara dan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti asap kendaraan, pembakaran, hingga kebakaran. Dalam layanan kualitas udara BMKG, konsentrasi PM2.5 dikelompokkan ke dalam beberapa kategori:
- 0–15,5 µg/m³: Baik
- 15,6–55,4 µg/m³: Sedang
- 55,5–150,4 µg/m³: Tidak Sehat
- 150,5–250,4 µg/m³: Sangat Tidak Sehat
- >250,5 µg/m³: Berbahaya
Semakin tinggi konsentrasi PM2.5, semakin buruk pula kualitas udara yang terukur. Informasi ini bisa menjadi pertimbangan sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Beberapa cara cek kualitas udara via aplikasi HP dan Google Maps bisa kamu coba sesuai kebutuhan. Sebelum beraktivitas di luar rumah, jangan lupa cek kondisi udara di wilayahmu lewat aplikasi, Google Maps, atau layanan BMKG.





















