“Pengembangan bedah robotik di bidang ginekologi menjadi langkah penting bagi RSCM dalam memperluas pilihan layanan bedah berteknologi tinggi bagi masyarakat. Inovasi ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi layanan bedah RSCM dalam menjawab perkembangan teknologi kedokteran,” ujarnya dalam rilis resmi.
Jakarta-Bali, RSCM Lakukan Telerobotic Surgery di Bidang Ginekologi

RSCM berhasil melakukan telerobotic surgery ginekologi dari Jakarta yang disiarkan langsung pada pertemuan APAGE di Bali, disebut sebagai operasi ginekologi jarak jauh pertama di Indonesia.
Prosedur pada 6 September memanfaatkan sistem robotik dan konektivitas internet yang dinyatakan memenuhi persyaratan keselamatan, sekaligus mendukung pertukaran pengetahuan klinis antar tenaga ahli.
Pengembangan ini memperluas bedah robotik RSCM setelah keberhasilan urologi pada 2024, memperkuat layanan minimal invasif dan peran RSCM sebagai pusat rujukan nasional.
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sukses melaksanakan tele-robotic surgery di bidang ginekologi. Tindakan pembedahan dilakukan dari Kamar Operasi RSCM Kencana, Jakarta, dan ditayangkan secara langsung dalam APAGE (Asia Pacific Association for Gynecologic Surgery) 26th Annual Meeting di Jimbaran Convention Center (JCC), Bali.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari pengembangan layanan bedah minimal invasif dan bedah robotik di RSCM. Perkembangan teknologi kedokteran, termasuk sistem bedah robotik, akal imitasi (artificial intelligence/AI) dan telemedisin, membuka peluang bagi rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang semakin inovatif, presisi dan terintegrasi.
Pemanfaatan teknologi bedah robotik
RSCM sebelumnya telah mengembangkan teknologi bedah robotik di berbagai bidang keilmuan. Pada 2024, Departemen Urologi RSCM berhasil melakukan tele-robotic surgery pertama. Pengembangan teknologi tersebut kini diperluas ke bidang ginekologi sebagai bagian dari upaya mereka dalam mengembangkan layanan bedah berteknologi tinggi.
Telerobotic surgery yang dilakukan pada 6 September kemarin menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertukaran pengetahuan dan pengalaman klinis antar tenaga ahli.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan tenaga medis Indonesia dalam memanfaatkan teknologi bedah robotik untuk melakukan prosedur pembedahan dari jarak jauh.
Jadi operasi ginekologi jarak jauh pertama

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo sukses laksanakan telerobotic surgery di bidang ginekologi (dok. RSCM) Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSCM, Dr. dr. Bobi Prabowo, Sp.Em, Subsp.TK(K), M.Biomed, FICEP, menyampaikan bahwa pengembangan tele-robotic surgery merupakan bagian dari transformasi layanan bedah di RSCM.
Sementara itu, Dr. dr. Herbert Situmorang, Sp.OG, Subsp.F.E.R, yang melakukan prosedur pembedahan tersebut, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dilakukan di Indonesia.
“Teknologi sistem robotik dan konektivitas internet yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk mendukung pelaksanaan pembedahan jarak jauh secara aman,” jelas dr. Herbert.
RSCM sambut baik perkembangan teknologi kedokteran
Tim dokter yang terlibat dalam prosedur tersebut terdiri dari dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG, Subsp.FER; Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, Sp.OG, Subsp.FER; Prof. Dr. dr. Hariyono Winarto, Sp.OG, Subsp.Onk(K); Dr. dr. M. Suskhan Djusad, Sp.OG, Subsp.Urogin, Re(K); serta dr. Luther Holan Parasian N, Sp.An-TI.
Keberhasilan telerobotic surgery di bidang ginekologi ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan RSCM dalam mengembangkan layanan bedah minimal invasif dan bedah robotik. Dengan pengembangan tersebut, RSCM terus memperkuat perannya sebagai pusat rujukan nasional sekaligus institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kedokteran.
Telerobotic surgery ini juga ertepatan dengan pelaksanaan Indonesian Gynecological Endoscopy Society yang mengangkat tema 'Collective Brilliance: Elevating Gynecology Endoscopy through Shared Innovation', dengan pembahasan berbagai perkembangan di bidang endoskopi ginekologi dan bedah minimal invasif, termasuk bedah robotik, kecerdasan artifisial, bedah vaginal, ablasi tumor, serta berbagai inovasi lainnya. Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 800 peserta dan 140 pembicara internasional.




















