Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kaspersky Deteksi Lebih dari 35 Juta Serangan RDP di Asia Tenggara

Kaspersky Deteksi Lebih dari 35 Juta Serangan RDP di Asia Tenggara
ilustrasi serangan siber (unsplash.com/Markus Spiske)
Intinya Sih
  • Kaspersky mencatat lebih dari 35,2 juta upaya serangan RDP di Asia Tenggara sepanjang 2025, menandakan layanan akses jarak jauh masih jadi target utama pelaku siber.
  • Vietnam memimpin dengan 11,4 juta deteksi serangan, disusul Indonesia dan Thailand; hanya Thailand yang mengalami peningkatan tahunan ancaman RDP.
  • Kaspersky menilai pelaku siber kini makin adaptif dalam mengeksploitasi celah RDP, sehingga perusahaan disarankan memperkuat keamanan dan rutin memperbarui sistemnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kaspersky mengungkap lonjakan besar serangan berbasis Remote Desktop Protocol (RDP) yang menargetkan perusahaan di Asia Tenggara. Sepanjang 2025, solusi keamanan Kaspersky mendeteksi lebih dari 35,2 juta upaya serangan RDP di kawasan ini, menunjukkan bahwa layanan akses jarak jauh masih menjadi salah satu pintu masuk favorit bagi pelaku siber.

RDP sendiri merupakan fitur sah yang umum digunakan untuk mengakses komputer atau server berbasis Windows dari jarak jauh. Dalam praktik bisnis modern, teknologi ini banyak dipakai administrator IT maupun pekerja jarak jauh untuk mengelola sistem tanpa harus berada di lokasi fisik perangkat.

Namun, di balik manfaatnya, RDP juga menjadi sasaran empuk bagi penyerang siber. Dengan memanfaatkan konfigurasi yang salah atau kerentanan perangkat lunak, pelaku dapat mencegat sesi RDP dan memperoleh akses ke sistem perusahaan seolah-olah mereka adalah pengguna resmi. Setelah berhasil masuk, penyerang dapat mencuri data, memasang malware, hingga mengambil alih jaringan internal perusahaan.

Data Kaspersky menunjukkan Vietnam menjadi negara dengan jumlah deteksi tertinggi, mencapai 11.420.252 insiden. Indonesia berada di posisi kedua dengan 10.500.709 upaya serangan, sementara Thailand menempati urutan ketiga dengan 7.539.536 kasus yang terdeteksi sepanjang tahun lalu.

Menariknya, Thailand menjadi satu-satunya negara di kawasan yang mencatat peningkatan tahunan ancaman RDP. Hal ini menunjukkan bahwa meski kesadaran keamanan siber meningkat, layanan akses jarak jauh tetap menjadi target utama karena banyak perusahaan masih mengandalkannya untuk operasional sehari-hari.

Menurut Simon Tung, General Manager untuk ASEAN dan Negara-negara Berkembang Asia (Asia Emerges Country/AEC)  di Kaspersky, tingginya aktivitas exploit yang berjalan bersamaan dengan serangan RDP memperlihatkan bagaimana pelaku siber kini semakin adaptif dalam memilih metode serangan.

"Di berbagai lingkungan digital di kawasan Asia Tenggara, penyerang menilai setiap target dan memilih opsi yang menawarkan resistensi paling rendah, mencerminkan cara serangan lebih terencana dan adaptif,” ungkapnya dalam ketertangan tertulis (11/5/2026).

Serangan berbasis RDP juga semakin berbahaya karena dapat menjadi langkah awal menuju serangan yang lebih besar, termasuk ransomware dan pencurian data sensitif. Ketika akses jarak jauh berhasil ditembus, penyerang dapat bergerak lebih dalam ke jaringan perusahaan tanpa mudah terdeteksi.

Melihat tingginya ancaman tersebut, perusahaan di Asia Tenggara disarankan untuk memperketat pengamanan layanan RDP hingga pembaruan sistem keamanan secara rutin agar tidak menjadi sasaran empuk serangan siber modern.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More