Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Samsung Sebut AI akan Ubah TV Jadi 'Otak' di Dalam Rumah

Samsung Sebut AI akan Ubah TV Jadi 'Otak' di Dalam Rumah
Samsung TV dengan teknologi Micro RGB (dok. Samsung)
Intinya Sih
  • Samsung menegaskan peran AI sebagai inti pengembangan TV, menjadikannya pusat hiburan yang lebih personal dan terintegrasi melalui teknologi Vision AI yang memahami kebiasaan pengguna secara otomatis.
  • Fitur seperti AI Soccer Mode dan penyesuaian audio otomatis menunjukkan bagaimana AI bekerja di balik layar untuk meningkatkan kenyamanan menonton tanpa perlu pengaturan manual yang rumit.
  • Selain memperkenalkan Micro RGB dan Mini LED, Samsung memproyeksikan TV sebagai pusat rumah pintar yang terhubung lewat SmartThings dengan keamanan dijaga oleh Samsung Knox dan pembaruan OS hingga tujuh tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Televisi perlahan mengalami perubahan peran yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat yang sebelumnya hanya digunakan untuk menonton siaran atau film kini mulai bergerak menjadi pusat hiburan sekaligus penghubung berbagai perangkat pintar di rumah. Perubahan ini juga membuat ekspektasi konsumen terhadap TV ikut berkembang, tidak lagi hanya soal kualitas gambar, tetapi juga pengalaman yang lebih personal dan terintegrasi.

Samsung melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari fase baru industri TV yang kini mulai didorong oleh teknologi AI. Dalam wawancara tertulis bersama IDN Times, Harry Lee selaku President Samsung Electronics Indonesia menjelaskan bagaimana Samsung Vision AI menjadi fondasi baru dalam pengembangan TV Samsung ke depan. Menurutnya, AI kini tidak lagi hadir sebagai fitur tambahan, tetapi mulai menjadi bagian utama yang bekerja secara natural di balik pengalaman pengguna.

Samsung ingin TV terasa lebih personal lewat Vision AI

Samsung TV OLED S95H
Samsung TV OLED S95H (samsung.com)

Samsung menyebut Vision AI sebagai "AI-powered companion" yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman lebih seamless di rumah. Pendekatan ini membuat AI bekerja secara otomatis untuk memahami kebiasaan pengguna dan menyesuaikan pengalaman menonton sesuai konteks penggunaan sehari hari. Fokus utamanya bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut terasa relevan dan effortless saat digunakan.

Harry Lee menjelaskan bahwa kualitas gambar memang masih menjadi faktor utama dalam memilih TV. Namun menurutnya, ekspektasi konsumen kini berkembang lebih jauh karena AI mulai diharapkan mampu membantu meningkatkan kenyamanan dalam menikmati konten sehari hari. Samsung mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menjadikan AI sebagai sistem yang terus bekerja di belakang layar tanpa perlu diatur secara rumit.

"Jadi perubahan yang sebenarnya bukan sekadar menambahkan AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat terasa effortless, di mana TV mampu memahami dan meningkatkan cara konsumen menikmati konten mereka setiap hari secara lebih natural," ujar Harry Lee.

AI Soccer Mode jadi contoh penggunaan AI sehari hari

id-feature-realistic-picture.jpg
Samsung TV dengan teknologi Micro RGB (dok. Samsung)

Samsung memberikan contoh penggunaan AI dalam aktivitas sehari hari melalui AI Soccer Mode. Fitur ini mampu mengoptimalkan kualitas gambar secara real time saat pengguna menonton pertandingan sepak bola sehingga adegan cepat tetap terlihat tajam dan realistis. Pengalaman menonton menjadi terasa lebih nyaman tanpa perlu melakukan pengaturan manual yang kompleks.

Selain kualitas gambar, Vision AI juga dirancang untuk membantu menyesuaikan audio secara otomatis. Sistem dapat membuat dialog terdengar lebih jelas sekaligus mengurangi noise di latar belakang agar pengalaman menonton terasa lebih fokus dan nyaman. Pendekatan ini membuat AI bekerja sebagai bagian dari pengalaman hiburan yang lebih intuitif.

Samsung menilai bahwa AI akan menjadi fondasi penting dalam perkembangan TV modern. Perusahaan ingin membuat teknologi terasa hadir secara natural tanpa harus membuat pengguna merasa sedang "mengoperasikan" fitur AI secara aktif.

Micro RGB jadi inovasi layar terbaru Samsung

20251227_182900.jpg
Samsung TV hadir di Pakuwon Mall Surabaya. (Dok. Samsung TV)

Selain Vision AI, Samsung juga memperkenalkan teknologi layar terbaru mereka yaitu Samsung Micro RGB dan Mini LED di Indonesia pada 2026. Menurut Harry Lee, teknologi ini dirancang untuk menghadirkan kualitas visual yang lebih presisi, realistis, dan imersif dibanding generasi sebelumnya. Samsung menempatkan Micro RGB sebagai salah satu inovasi layar paling canggih yang mereka hadirkan saat ini.

Meski begitu, Samsung tetap mempertahankan berbagai lini layar lain seperti OLED, Neo QLED, dan QLED dalam lineup 2026 mereka. Perusahaan menilai bahwa setiap konsumen memiliki preferensi dan gaya hidup yang berbeda dalam menikmati hiburan di rumah. Karena itu, Samsung memilih menghadirkan pilihan teknologi layar yang lebih lengkap untuk menjawab kebutuhan yang beragam.

"Pada akhirnya, semua kembali pada lifestyle dan preferensi masing masing konsumen. Tahun ini, dengan hadirnya Micro RGB dan Mini LED dalam lineup kami, Samsung memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk menemukan teknologi layar yang paling sesuai dengan gaya hidup dan pengalaman menonton mereka," jelas Harry Lee.

TV diproyeksikan jadi pusat rumah pintar

Screenshot 2026-05-14 at 15.57.13.png
Samsung TV dengan teknologi Micro RGB (dok. Samsung)

Samsung melihat bahwa peran TV ke depan akan berkembang jauh melampaui fungsi hiburan. Menurut Harry Lee, TV akan menjadi intelligent companion yang mampu memahami, menghubungkan, dan meningkatkan cara rumah bekerja secara keseluruhan. Dalam konsep ini, TV tidak lagi hanya menjadi layar pasif, tetapi pusat interaksi di rumah.

Integrasi SmartThings menjadi salah satu bagian penting dalam visi tersebut. TV Samsung nantinya dapat terhubung dengan berbagai perangkat pintar lain di rumah untuk mendukung aktivitas sehari hari secara lebih seamless. Pendekatan ini membuat TV mulai mengambil peran sebagai pusat kendali ekosistem rumah pintar.

Samsung juga menyoroti pentingnya keamanan dalam ekosistem yang semakin terhubung. Karena itu, perusahaan menghadirkan Samsung Knox dan dukungan pembaruan OS hingga tujuh tahun untuk menjaga pengalaman pengguna tetap aman dan terus berkembang seiring waktu.

Samsung yakin AI jadi fase baru industri TV

Samsung menyebut AI sebagai fase berikutnya dalam evolusi industri televisi. Perusahaan melihat perkembangan ini sebagai kelanjutan dari berbagai perubahan yang sebelumnya sudah terjadi, mulai dari digital TV, Smart TV, hingga teknologi layar besar dan QLED. Kini, AI dinilai menjadi teknologi yang akan membentuk arah baru pengalaman hiburan di rumah.

Menurut Harry Lee, perubahan ini tidak hanya berbicara soal fitur baru, tetapi bagaimana teknologi dapat beradaptasi dengan cara hidup pengguna. TV di masa depan diproyeksikan menjadi perangkat yang lebih memahami konteks penggunaan dan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih personal secara otomatis.

"Ke depannya, kami melihat TV akan berkembang jauh melampaui fungsi hiburan semata. TV akan menjadi bagian dari rumah yang lebih cerdas dan terintegrasi, bukan hanya tempat untuk menonton, tetapi juga tempat di mana orang dapat terhubung, berinteraksi, dan menikmati kehidupan sehari hari dengan cara yang lebih bermakna," tutup Harry Lee.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More