5 Browser Terbaik yang Tidak Berbasis Chromium, Nyaman Digunakan

- Banyak browser populer berbasis Chromium, namun ada alternatif non-Chromium yang lebih fokus pada privasi dan efisiensi seperti Firefox, Waterfox, Zen, Mullvad, dan Safari.
- Firefox dan Waterfox menonjol dengan performa ringan serta fitur perlindungan privasi seperti pemblokiran pelacak, cookie lintas situs, hingga mode HTTPS-Only.
- Zen menawarkan tampilan unik dengan integrasi aplikasi dan Split View, Mullvad menggabungkan keamanan Tor dan VPN, sementara Safari unggul dalam efisiensi serta integrasi antarperangkat Apple.
Browser berbasis Chromium seperti Chrome, Brave, Edge atau Opera umumnya menawarkan performa kencang, kompatibilitas tinggi dengan berbagai situs dan pengalaman penggunaan yang tidak terlalu berbeda satu sama lain. Namun di balik kemudahannya, Chrome juga cukup agresif dalam mengumpulkan data untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna. Untungnya, tidak semua browser berbasis Chromium di mana ternyata ada banyak pilihan browser non-Chromium yang cukup menarik, lebih ramah terhadap privasi dan hadir dengan berbagai macam keunggulan. Berikut daftarnya.
1. Firefox

Dibandingkan browser berbasis Chromium, Firefox jauh lebih ringan di RAM, tidak membuat PC terasa berat meski banyak tab dibuka dalam waktu lama dan memiliki fitur pemblokir autoplay video yang sangat membantu ketika sedang mengunjungi situs-situs tertentu. Ditambah lagi, proses migrasi bookmark dan password dari browser lain pun mudah dan tidak merepotkan. Memang masih banyak yang meragukan seberapa serius Firefox dalam melindungi data pengguna, tapi setidaknya Firefox bersifat open-source dan itu sendiri sudah menjadi nilai plus yang cukup berarti.
2. Waterfox
Waterfox merupakan browser berbasis Firefox yang mengunggulkan privasi sebagai fitur utamanya. Browser ini dirancang untuk meminimalkan pengumpulan data pengguna, dilengkapi dengan perlindungan pelacak, pemblokiran cookie lintas situs, mode HTTPS-Only untuk koneksi Wi-Fi publik hingga Oblivious DNS yang menyulitkan ISP dalam memantau aktivitas browsing pengguna. Selain soal privasi, Waterfox juga dibekali Container Tabs yang memungkinkan pengguna untuk mengelompokkan tab berdasarkan kategori dengan warna dan nama berbeda, Reader View yang membersihkan tampilan artikel dari iklan dan search engine default bernama Startpage yang tidak merekam aktivitas browsing pengguna.
3. Zen

Zen Browser tampil dengan desain yang fresh dan berbeda dari browser lainnya, meski tetap mengedepankan privasi penggunanya. Panel pencarian diletakkan di sisi kiri layar, sementara area utama digunakan untuk menjelajah. Salah satu fitur terbaiknya adalah integrasi aplikasi, di mana pengguna bisa menyematkan tombol shortcut untuk situs atau layanan yang sering digunakan, tanpa perlu repot-repot membuka daftar bookmark. Selain itu, Zen juga mendukung Split View untuk membuka dua situs secara berdampingan dan Container Tabs yang tampilannya terintegrasi langsung di menu kiri sehingga lebih mudah diakses. Fitur multi-profil juga tersedia sehingga pengguna bisa memisahkan profil kerja dan pribadi, lengkap dengan tab dan bookmark-nya sendiri-sendiri.
4. Mullvad
Mullvad Browser merupakan yang dirancang khusus bagi pengguna yang sangat peduli dengan privasi ketika berselancar di internet. Browser ini menggabungkan fitur keamanan dari Tor dengan optimasi untuk VPN Mullvad, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi pengguna yang merasa VPN belum cukup. Secara default, mode privat langsung aktif, fingerprinting diminimalkan lewat teknologi letterboxing milik Tor dan ada tombol Reset Identity untuk langsung menghapus semua cache, cookie dan tab yang sedang terbuka. Tambahkan itu dengan extension uBlock Origin dan search engine seperti Brave dan DuckDuckGo sebagai pilihan default, browser ini tidak mengumpulkan data apapun dari penggunanya.
5. Safari

Safari mungkin bukan browser yang paling populer di luar ekosistem Apple, tapi bagi pengguna Mac, iPhone atau iPad, browser ini punya banyak keunggulan yang sulit diabaikan. Dari sisi keamanan, Safari dilengkapi fitur Intelligent Tracking Protection dan Private Relay yang membantu melindungi data serta menyembunyikan alamat IP pengguna. Integrasinya dengan perangkat Apple lain juga sangat mulus di mana berbagi password dan riwayat browsing antarperangkat terasa natural. Soal performa, Safari dikenal efisien dalam mengelola memori atau RAM sehingga bisa tetap terasa ringan meski digunakan secara intensif. Keterbatasan extension dan kompatibilitas dengan beberapa situs memang masih jadi catatan, tapi secara keseluruhan, Safari tetap jadi pilihan terbaik untuk pengguna Apple.
Itulah tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa browser terbaik yang tidak berbasis Chromium. Tertarik menggunakan salah satu browser di atas?


















