Persaingan teknologi akal imitasi (AI) generatif semakin memanas seiring dominasi kuat yang ditunjukkan oleh ChatGPT, Gemini, dan Claude dari Anthropic. Ketiganya banyak digunakan oleh berbagai keperluan, mulai dari tugas sekolah hingga pekerjaan. Di tengah lompatan inovasi tersebut, produk Meta AI dinilai tertinggal dalam perlombaan asisten pintar global.
Raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg ini sebenarnya memiliki sumber daya komputasi masif dan basis pengguna media sosial yang tak tertandingi. Namun, sejumlah faktor strategis dan teknis membuat penetrasi produk asisten AI mereka belum mampu menyaingi kepopuleran para kompetitor utamanya. Yuk, langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
