Di tengah gempuran PC, konsol, dan berbagai handheld gaming, laptop gaming masih menjadi primadona bagi banyak orang. Ukurannya yang ringkas, performa ganas, dan fitur berlimpah menjadi beberapa keunggulan perangkat tersebut. Meski begitu, kamu tak boleh sembarangan ketika menggunakan laptop gaming.
5 Hal yang Wajib Diketahui Pengguna Laptop Gaming, Apa Saja?

- Laptop gaming lebih ringkas dan serbaguna, tetapi performanya umumnya di bawah PC; perangkat ini lebih cocok untuk game eSport, 1080p, content creation, dan produktivitas harian.
- Meski memakai nama GPU atau CPU serupa, versi laptop memiliki daya, konfigurasi, dan kemampuan berbeda dari PC serta umumnya tidak dapat di-upgrade karena disolder.
- Performa maksimal laptop gaming membutuhkan charger; perangkat ini juga cenderung memiliki kipas berisik, bobot 2,5–3 kilogram pada kelas atas, dan baterai sekitar 3–5 jam.
Ada beberapa hal yang wajib diketahui pengguna laptop gaming sebelum memakainya, seperti bobot yang berat dan performa yang terbilang kurang optimal. Kamu juga tak bisa menyamakan laptop gaming dengan PC karena dua perangkat tersebut sangat berbeda. Tertarik beli laptop gaming? Yuk, ketahui dulu seluk-beluknya di bawah ini!
1. Performa laptop gaming tak sebuas PC

ilustrasi laptop gaming (unsplash.com/Clastr Cloud Gaming) Performa laptop gaming tak akan sebuas PC karena bentuknya yang ringkas, kecil, dan komponennya yang dimaksimalkan untuk efisiensi. Laman Evetech menerangkan bahwa performa PC bisa lebih tinggi sekitar 30-40 persen daripada laptop gaming. Sedangkan laptop gaming biasanya punya perolehan FPS lebih rendah, grafis lebih rendah, dan setelan di game tak bisa semaksimal PC.
Laptop gaming juga tidak bisa menyerap daya sebesar PC, sehingga performa CPU dan GPU-nya sedikit terhambat. Jika kamu mencari refresh rate tertinggi, resolusi maksimal seperti 4K, gaming kompetitif, dan berencana melakukan streaming, maka laptop gaming tak akan cocok. Perangkat tersebut lebih ideal untuk gaming eSport, menjalankan game di 1080p, content creation, atau produktivitas harian.
2. GPU dan CPU laptop gaming berbeda dengan PC

ilustrasi laptop gaming (unsplash.com/Back2Gaming) Meski menggunakan model yang sama, CPU dan GPU di laptop sangat berbeda dengan PC. Contohnya, GPU RTX 5070 laptop hanya memiliki TDP 75–150 watt, sementara TDP RTX 5070 PC bisa mencapai 250 watt. Perbedaan performanya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 40-50 persen. Hal yang sama juga terjadi pada CPU. Selain perbedaan TDP, jumlah core dan konfigurasi memorinya bisa berbeda.
Meskipun menggunakan GPU atau CPU yang sama, bukan berarti laptop gaming akan setara dengan PC. GPU dan CPU di PC umumnya juga bisa dibongkar pasang atau di-upgrade, berbeda dengan laptop gaming yang sudah disolder ke motherboard. Produsen umumnya juga memisahkan lini CPU desktop dan laptop. Artinya, ada CPU khusus laptop dan ada juga CPU yang dibuat khusus untuk PC atau desktop.
3. Performa laptop gaming bisa menurun jika tidak dicas

ilustrasi laptop gaming (unsplash.com/Itadaki) Laman BGR menerangkan bahwa performa laptop akan lebih baik ketika dicas. Saat kamu melepas charger laptop, perangkat secara otomatis akan mengambil daya dari baterai. Nah, baterai yang berukuran kecil tak akan mampu memberikan tenaga maksimal kepada CPU dan GPU, sehingga performa laptop gaming akan menurun drastis. Penurunan performa tersebut bisa berpengaruh terhadap perolehan FPS hingga waktu rendering.
Sebaliknya, saat dicas, tenaga listrik akan secara langsung mengalir ke laptop (khususnya ke CPU dan GPU). Tenaganya juga akan mengalir secara konstan dan stabil sehingga performa bisa maksimal. Jika ingin bermain game di laptop tanpa dicas, maka kamu harus menurunkan setelan agar game lebih lancar. Laptop modern juga punya sistem khusus sehingga baterai tak akan rusak meski laptop digunakan secara terus-menerus.
4. Laptop gaming punya suara kipas yang berisik

ilustrasi laptop gaming (unsplash.com/Aerps.com) Selain performa gahar, laptop gaming juga terkenal memiliki suara kipas yang berisik. Dilansir dari Jarrod's Tech, bahkan beberapa laptop gaming punya kipas yang suaranya mencapai lebih dari 60 dB. Kerasnya suara kipas di laptop gaming dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti game apa yang dimainkan, seberapa panas CPU, suhu ruangan, hingga kondisi komponen internal laptop.
Jika kamu bermain game AAA dengan setelan rata kanan, komponen internal laptop berdebu, dan ruangan tempat bermain punya suhu yang panas, maka kipas akan semakin berisik. Sementara itu, kalau laptop hanya digunakan untuk kegiatan ringan suara kipasnya cenderung pelan.
5. Laptop gaming berat dan baterainya tidak terlalu awet

ilustrasi laptop gaming (unsplash.com/Georgiy Lyamin) Meski portabel dan bisa dibawa ke mana saja, laptop gaming punya bobot yang berat. Laman PC Gamer menjelaskan bahwa laptop gaming modern kelas atas biasanya punya bobot sekitar 2,5-3 kilogram. Ada juga laptop gaming raksasa yang bobotnya mencapai 4 kilogram sehingga bisa bikin pegal jika dibawa terlalu lama di dalam tas. Hal tersebut sangat berbeda dengan laptop konvensional yang bobotnya hanya sekitar 0,9–2 kilogram.
Daya tahan baterai juga menjadi concern utama pada laptop gaming. Laptop thin and light kelas atas biasanya mampu memberikan daya tahan baterai sekitar 10 hingga lebih dari 20 jam. Salah satu contoh terbaiknya adalah MacBook. Laptop gaming umumnya hanya bisa bertahan selama 3-5 jam ketika tidak dicas. Misal pun ada laptop gaming dengan baterai awet, daya tahannya tak akan lebih dari 8 jam.
Ada beberapa hal yang wajib diketahui pengguna laptop gaming, sebab laptop gaming adalah perangkat unik yang secara khusus dirancang untuk memenuhi beberapa kebutuhan sekaligus. Hal tersebut membuat laptop gaming punya kelebihan, tapi juga tak luput dari segala kekurangan. Apakah kamu masih tertarik membelinya setelah mengulik berbagai hal yang wajib diketahui pengguna laptop gaming?




















