Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyatakan, sebanyak 86 persen base transceiver station (BTS) yang terdampak Ggmpa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) sudah pulih dan sisanya sedang dalam proses pemulihan.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Menkomdigi Meutya Hafid, yang dikutip dalam keterangan resmi.
