Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komdigi: 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Telah Pulih
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)
  • Komdigi melaporkan 683 dari 794 BTS terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores telah pulih per Minggu pukul 18.00 WIB, sementara 111 BTS masih diperbaiki.
  • Gempa berpusat di Nagekeo menyebabkan 53 orang meninggal, 135 luka-luka, dan 5.000 mengungsi, serta merusak rumah warga dan fasilitas publik.
  • Gangguan BTS terutama dipicu kegagalan pasokan listrik pada 701 site dan masalah transmisi pada 93 site; Alor, Lembata, serta Timor Tengah Utara telah pulih sepenuhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyatakan, sebanyak 86 persen base transceiver station (BTS) yang terdampak Ggmpa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) sudah pulih dan sisanya sedang dalam proses pemulihan.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Menkomdigi Meutya Hafid, yang dikutip dalam keterangan resmi.

Komdigi bersama penyelenggara lakukan pemulihan

Gempa yang berpusat di Nagekeo, NTT, menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang mengalami luka-luka, dan 5.000 lainnya mengungsi. Bencana alam ini juga membuat banyak rumah warga dan infrastruktur fasilitas publik rusak.

Meutya pun memastikan, Komdigi terus mengawal pemulihan layanan telekomunikasi yang terdampak gempa NTT. Berdasarkan pemantauan, terdapat 794 site/BTS yang teridentifikasi terdampak gempa di 11 kabupaten/kota per hari Minggu, pukul 18.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah pulih, sedangkan 111 site/BTS atau 13,98 persen masih dalam proses pemulihan. Kemudian sebanyak tiga kabupaten/kota telah pulih sepenuhnya.

“Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan,” lanjutnya.

Gangguan karena pasokan listrik

ilustrasi gempa bumi (freepik.com/user189

Menurut hasil identifikasi industri telekomunikasi, gangguan yang terjadi sejak awal bencana didominasi oleh gangguan pasokan daya listrik (power failure) pada 701 site/BTS. Selain itu, terdapat 93 site/BTS yang mengalami gangguan pada jaringan transmisi.

“Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi,” Menteri Meutya mengatakan.

Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau perkembangan kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta seluruh penyelenggara telekomunikasi di wilayah terdampak.

Adapun dari sejumlah wilayah yang layanan telekomunikasinya terdampak karena gempa, 3 kabupaten saat ini telah pulih sepenuhnya yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara. Sementara itu delapan kabupaten masih memiliki site/BTS dalam proses pemulihan dengan rincian:

  • Manggarai Timur: 32 site/BTS, tingkat pemulihan 57,33 persen.

  • Manggarai: 27 site/BTS, tingkat pemulihan 82,35 persen.

  • Nagekeo: 19 site/BTS, tingkat pemulihan 76,25 persen.

  • Ende: 11 site/BTS, tingkat pemulihan 89,52 persen.

  • Ngada: 10 site/BTS, tingkat pemulihan 87,18 persen.

  • Sikka: 7 site/BTS, tingkat pemulihan 94,07 persen.

  • Manggarai Barat: 4 site/BTS, tingkat pemulihan 96,36 persen.

  • Flores Timur: tersisa 1 site/BTS, tingkat pemulihan 97,56 persen.

Pentingnya konektivitas di tengah bencana

Pemantauan difokuskan pada percepatan pemulihan 111 site/BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak yang masih tinggi.

“Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana,” papar Meutya.

Menkomdigi Meutya Hafid juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG), pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article