Berikut hal-hal yang mereka persiapkan:
Komdigi mendorong pemanfaatan AI yang tidak lagi terbatas pada eksperimen individu, tetapi diterapkan secara terstruktur di lingkungan pendidikan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kesesuaian usia peserta didik.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga kemampuan berpikir kritis generasi muda.
"Kita harus beralih dari eksperimentasi informal oleh siswa menuju adopsi kelembagaan yang terstruktur, aman dan sesuai dengan tahapan usia," tegasnya.
Wamen Nezar menilai keberhasilan pemanfaatan AI dalam membantu penapisan tuberkulosis (TBC) menunjukkan teknologi tersebut mampu memperkuat layanan kesehatan nasional, terutama di daerah yang masih kekurangan dokter spesialis.
Pemanfaatan AI membantu tenaga kesehatan melakukan diagnosis awal lebih cepat sehingga memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Pemanfaatan AI yang selama ini berkembang di korporasi besar, mulai dari deteksi penipuan (fraud detection), pengelolaan sumber daya manusia, hingga proses rekrutmen, perlu diperluas ke lembaga keuangan mikro agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Kini saatnya memperluas instrumen ini ke lembaga-lembaga keuangan mikro yang melayani masyarakat di luar kota-kota besar," ujarnya.
Wamen Nezar menilai adopsi AI di lingkungan pemerintahan masih bersifat sporadis, padahal berbagai negara telah membuktikan teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja birokrasi secara signifikan.
Karena itu, pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan AI untuk memperkuat produktivitas aparatur sipil negara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Aparatur sipil negara berhak mendapatkan hasil efisiensi yang sama seperti korporasi-korporasi besar yang telah menggunakan AI," katanya.
Dia menegaskan AI harus diposisikan sebagai alat yang melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Oleh karena itu, penguatan literasi AI harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan bernalar agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memanfaatkan AI secara bijaksana tanpa kehilangan daya pikir kritis.
Komdigi akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem AI nasional yang inklusif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.