Baterai lithium, terutama baterai lithium-ion yang digunakan pada smartphone, laptop, tablet, hingga kendaraan listrik, dikenal memiliki kapasitas besar dan daya tahan yang baik. Namun, seiring bertambahnya usia dan intensitas pemakaian, baterai jenis ini dapat mengalami pembengkakan. Kondisi tersebut bukan sekadar mengubah bentuk fisik baterai, tetapi juga menjadi tanda bahwa telah terjadi kerusakan di dalamnya yang berpotensi membahayakan jika terus digunakan.
Lantas, mengapa baterai lithium bisa menggembung? Penyebab utamanya adalah terbentuknya gas di dalam sel baterai akibat reaksi kimia yang tidak normal. Reaksi ini membuat elektrolit di dalam baterai mulai terurai dan menghasilkan berbagai jenis gas, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan hidrogen. Karena baterai lithium memiliki wadah yang tertutup rapat, gas tersebut tidak dapat keluar. Akibatnya, tekanan di dalam baterai terus meningkat hingga casing baterai mengembang atau tampak membengkak. Yuk, kita bahas lebih lanjut apa saja penyebab baterai lithium bisa menggembung!
