Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Mouse Vertikal Makin Diminati? Ternyata Bukan sekadar Tren

Mengapa Mouse Vertikal Makin Diminati? Ternyata Bukan sekadar Tren
ilustrasi mouse vertikal (unsplash.com/Pandhuya Niking)
Intinya Sih
  • Mouse vertikal menempatkan tangan lebih tegak dan semi-netral, sehingga dinilai lebih alami serta dapat mengurangi tekanan pada pergelangan tangan, lengan, otot, dan tendon.
  • Perangkat ini diminati pekerja yang memakai komputer berjam-jam karena setelah masa adaptasi, gerakan terasa lebih santai dan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat gerakan berulang.
  • Pilihan mouse vertikal kini makin beragam dan terjangkau, dengan fitur seperti Bluetooth, tombol yang dapat diprogram, DPI pengaturan, serta baterai isi ulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu sering bekerja di depan laptop atau komputer selama berjam-jam, mungkin belakangan ini mulai sering melihat orang menggunakan mouse vertikal. Bentuknya memang cukup unik. Berbeda dari mouse biasa yang diposisikan mendatar, mouse vertikal didesain agar tangan menggenggam dalam posisi lebih tegak, mirip seperti sedang berjabat tangan.

Awalnya banyak orang menganggap mouse jenis ini hanya gimmick atau sekadar aksesori untuk para pecinta gadget. Padahal, semakin banyak pekerja kantoran, editor, desainer, programmer, hingga gamer kasual yang mulai beralih ke mouse vertikal. Alasannya pun bukan hanya soal tampilannya yang berbeda, melainkan karena dianggap lebih nyaman digunakan dalam waktu lama. Lalu sebenarnya, mengapa mouse vertikal semakin diminati? Berikut beberapa alasan yang membuat perangkat ini semakin populer.

1. Posisi tangan terasa lebih alami

ilustrasi mouse vertikal
ilustrasi mouse vertikal (unsplash.com/Boitumelo)

Salah satu keunggulan terbesar mouse vertikal adalah desainnya yang mengikuti posisi alami tangan manusia. Saat menggunakan mouse biasa, telapak tangan dipaksa menghadap ke bawah (pronasi). Posisi ini sebenarnya membuat tulang lengan saling menyilang sehingga otot dan tendon harus bekerja lebih keras, terutama jika dilakukan terus-menerus selama berjam-jam.

Sementara itu, mouse vertikal membuat telapak tangan berada dalam posisi lebih tegak atau semi-netral. Karena posisi ini lebih mendekati postur alami saat tangan beristirahat, tekanan pada pergelangan tangan dan lengan bisa berkurang. Setelah beradaptasi menggunakan mouse jenis ini, tangan jadi tidak cepat pegal.

2. Membantu mengurangi tekanan pada pergelangan tangan

ilustrasi mouse vertikal
ilustrasi mouse vertikal (unsplash.com/Đào Hiếu)

Bekerja dengan komputer dalam waktu lama sering memicu rasa nyeri di area pergelangan tangan. Penyebabnya bukan hanya karena durasi penggunaan, tetapi juga posisi tangan yang terus-menerus sama. Mouse vertikal dirancang agar pengguna tidak perlu memutar pergelangan tangan secara berlebihan. Punya sudut genggaman yang lebih natural, tekanan pada sendi, otot, dan tendon menjadi lebih ringan dibandingkan ketika menggunakan mouse konvensional. Meski bukan alat untuk mengobati cedera, desain ergonomis ini bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan yang sering muncul akibat penggunaan komputer dalam waktu lama.

3. Cocok untuk penggunaan jangka panjang

ilustrasi mouse vertikal
ilustrasi mouse vertikal (pexels.com/Abdulrahman Ghiyath)

Mouse vertikal memang membutuhkan masa adaptasi. Pada beberapa hari pertama, gerakan kursor mungkin terasa sedikit canggung karena posisi genggamnya berbeda dari mouse biasa. Namun, setelah terbiasa, gerakan tangan akan menjadi lebih santai. Pengguna tidak perlu terus-menerus memutar pergelangan tangan ketika menggeser mouse ke berbagai arah. Karena alasan inilah mouse vertikal cukup diminati oleh mereka yang bekerja berjam-jam setiap hari, misalnya penulis, editor, akuntan, analis data, maupun programmer.

4. Mengurangi risiko cedera akibat gerakan berulang

ilustrasi mouse vertikal
ilustrasi mouse vertikal (unsplash.com/Pandhuya Niking)

Banyak orang mengalami repetitive strain injury (RSI) atau cedera akibat gerakan yang dilakukan berulang-ulang. Kondisi tersebut dapat muncul ketika otot, tendon, atau saraf terus menerima tekanan dalam aktivitas yang sama setiap hari. Walaupun mouse vertikal tidak dapat sepenuhnya mencegah RSI, desainnya membantu mengurangi beberapa posisi yang dianggap kurang ideal bagi pergelangan tangan. Tentu saja, perangkat ini bukan satu-satunya solusi. Pengguna tetap disarankan beristirahat secara berkala, melakukan peregangan, serta menjaga posisi duduk agar tetap ergonomis.

5. Semakin banyak pilihan dengan harga yang terjangkau

ilustrasi mouse vertikal
ilustrasi mouse vertikal (unsplash.com/Đào Hiếu)

Dulu mouse vertikal identik dengan produk premium yang harganya cukup mahal. Kini situasinya sudah berbeda. Berbagai merek menghadirkan mouse vertikal dengan rentang harga yang jauh lebih beragam, mulai dari kelas entry level hingga premium. Bahkan, beberapa model sudah dilengkapi koneksi Bluetooth, tombol tambahan yang dapat diprogram, DPI yang bisa diatur, hingga baterai isi ulang. Karena pilihan semakin banyak, pengguna pun lebih mudah menemukan mouse yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus anggaran mereka.

Pada akhirnya, mouse vertikal semakin diminati bukan hanya karena tampilannya yang unik, tetapi juga karena menawarkan kenyamanan yang lebih baik bagi banyak pengguna. Meski tidak semua orang cocok dengan mouse ini, perangkat ini bisa menjadi pilihan menarik jika kamu sering bekerja di depan komputer dalam waktu lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More