Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Beli HP Baru Kurang Worth It pada 2026, Harga Meroket!

5 Alasan Beli HP Baru Kurang Worth It pada 2026, Harga Meroket!
ilustrasi HP (unsplash.com/Georgiy Lyamin)
Intinya Sih
  • Krisis RAM dan storage sejak akhir 2025 membuat harga HP baru 2026 melonjak hingga jutaan rupiah pada berbagai merek dan segmen.
  • Untuk menekan biaya, produsen memangkas komponen seperti chipset, baterai, layar, kamera, RAM, dan storage; sejumlah model baru bahkan minim peningkatan dari pendahulunya.
  • Harga HP keluaran 2024–awal 2025 banyak turun lebih dari Rp1 juta, sehingga perangkat lama atau bekas berpotensi menawarkan spesifikasi lebih menarik dibanding model baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Krisis RAM dan storage yang terjadi sejak akhir 2025 tak kunjung reda. Bukannya membaik, krisis malah makin menjadi sehingga membuat pasar HP menjadi tidak stabil. Hal tersebut khususnya menimpa produksi HP baru. Karena adanya krisis berbagai produsen harus memutar otak dalam memproduksi dan menjual HP baru di 2026.

Banyak produsen yang memangkas spesifikasi, menaikkan harga, hingga menurunkan kapasitas RAM dari generasi sebelumnya. HP bekas juga bisa opsi yang menarik sehingga beli HP baru terasa tidak worth it di 2026. Mau tahu bagaimana kondisi pasar HP baru di 2026? Yuk, ulik di bawah ini!

1. Harga HP baru melonjak gila-gilaan

ilustrasi HP
ilustrasi HP (unsplash.com/Onur Binay)

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, HP baru keluaran 2026 mengalami kenaikan harga hingga jutaan rupiah. Contohnya, Galaxy A27 dijual sekitar Rp5 juta--6 jutaan, padahal harga Galaxy A25 dan Galaxy A26 hanya Rp3 juta--4 jutaan. vivo Y500 juga dijual mulai Rp5 jutaan, padahal seri-seri sebelumnya dibanderol mulai Rp2 juta--4 jutaan. Adapun, harga iQOO Z11 tembus Rp8 jutaan, naik jauh dari iQOO Z9 dan iQOO Z10 yang dulu dibanderol Rp3 juta--5 jutaan saja. Di 2025 Xiaomi 15T dijual sekitar Rp6 juta--7 jutaan. Xiaomi 17T yang merupakan penerusnya mengalami kenaikan karena dijual sekitar Rp8 juta--9 jutaan. Dari rincian tersebut terlihat bahwa semua merek mengalami kenaikan.

2. Banyak spesifikasi yang dipangkas di HP baru

ilustrasi HP
ilustrasi HP (unsplash.com/Amanz)

Salah satu cara produsen untuk mengatasi krisis komponen adalah dengan memangkas spesifikasi HP baru. Spesifikasi yang dipangkas bisa mencakup banyak hal, mulai dari menggunakan chipset yang lebih lemot, kapasitas baterai lebih kecil, layar OLED dipangkas jadi IPS, hingga mengurangi resolusi kamera. Hal tersebut dapat terlihat di Samsung Galaxy A27 yang hanya menggunakan kamera ultrawide 5MP, padahal Galaxy A26 yang rilis 2025 sudah menggunakan ultrawide 8MP. Ada juga TECNO Pova 8 5G yang rilis pada 2026 menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7100. Sementara itu, POVA 7 5G yang rilis pada 2025 menggunakan Dimensity 7300 yang jauh lebih powerful.

3. HP baru tak memberikan peningkatan signifikan

ilustrasi HP
ilustrasi HP (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

HP baru biasanya memberikan peningkatan signifikan dari pendahulunya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi HP baru keluaran 2026. Dilansir GSMArena, banyak HP baru seperti Samsung Galaxy A27, OPPO Reno 16, dan vivo V70 Lite 5G yang hampir tidak memberikan peningkatan apa pun. vivo V70 Lite 5G (2026) dan vivo V60 Lite 5G (2025) sejatinya adalah HP yang sama. Perbedaan hanya terletak di chipset.

OPPO Reno 16 (2026) dan OPPO Reno 15 (2025) juga sama. Perbedaan keduanya hanya ada di ukuran layar, kapasitas baterai yang sedikit berbeda, serta resolusi kamera ultrawide. Samsung Galaxy A27 (2026) dan Samsung Galaxy A26 (2025) juga merupakan dua HP yang serupa. Aspek yang berbeda dari kedua HP tersebut hanya di chipset, desain layar, dan resolusi kamera ultrawide yang lebih kecil di Galaxy A27.

4. Harga HP lama terus turun sehingga makin worth it

ilustrasi HP
ilustrasi HP (unsplash.com/wang binghua)

Di saat HP baru terus mengalami kenaikan, harga HP lama justru mulai merosot. Jika melihat berbagai marketplace kamu akan menemukan fakta bahwa HP keluaran awal 2025 hingga 2024 mengalami penurunan hingga lebih dari Rp1 jutaan. Ada yang dari Rp5 juta menjadi Rp4 jutaan. Ada juga yang harga awalnya Rp4 juta kemudian turun menjadi Rp3 jutaan. Karena penurunan itu, HP lama dengan usia yang tergolong muda menjadi terlihat lebih worth it daripada HP baru. Meski begitu, tak semua HP lama mengalami penurunan harga. Beberapa HP keluaran 2025 akhir dan pertengahan juga mengalami kenaikan karena belum memiliki penerus atau seri baru.

5. HP baru punya kapasitas RAM dan storage yang kecil

ilustrasi HP
ilustrasi HP (unsplash.com/Neeraj Kumar)

Untuk memangkas biaya produksi dan tetap mempertahankan harga, HP baru dipaksa menggunakan kapasitas RAM dan storage yang lebih kecil. Pada 2024 dan 2025, RAM 8GB dan storage 256GB menjadi standar baru untuk HP Rp2 jutaan ke atas. Pada 2026 keadaannya berbeda di mana ada banyak HP baru mulai menggunakan RAM 6 hingga 4GB. Kapasitas storage juga mulai menyusut karena banyak HP baru yang kembali menggunakan storage 128GB. RAM kecil membuat multitasking dan gaming menjadi kurang lancar. Storage kecil juga menyusahkan karena membuat HP tak bisa menyimpan banyak data.

Sebaiknya kamu menahan diri untuk membeli HP baru di 2026, khususnya jika budget tipis. Selama HP lama masih bisa digunakan dengan lancar, maka sebaiknya kamu menunda beli HP baru. Misal pun ingin beli HP baru, siapkan budget yang cukup besar (mulai Rp3 jutaan) dan pastikan kamu membeli HP dengan spesifikasi yang mumpuni. Pertimbangkan juga untuk beli HP bekas atau HP keluaran tahun kemarin yang punya spesifikasi tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More