ilustrasi menonton laga Piala Dunia melalui layanan streaming (pexels.com/Soumith Soman)
Piala Dunia 2026 menghadirkan 104 pertandingan dalam format baru yang lebih besar dibanding edisi sebelumnya. Banyak perusahaan media dan teknologi kini tidak hanya mengandalkan siaran televisi, tetapi juga menyediakan konten tambahan berupa video pendek, podcast, statistik interaktif, hingga berbagai layanan digital yang dapat diakses melalui perangkat kedua.
Bahkan beberapa penyiar mulai menghadirkan fitur interaktif untuk melengkapi tayangan utama. Mengutip The Sun, BBC misalnya meluncurkan pengalaman menonton berbasis teknologi 3D yang memungkinkan pengguna mengakses statistik dan berbagai sudut pandang pertandingan melalui perangkat digital tambahan. Di saat yang sama, perkembangan infrastruktur teknologi membuat cuplikan, data, dan reaksi pertandingan dapat diterima penonton dalam hitungan detik. Kondisi ini membuat aktivitas menonton dan berinteraksi secara online semakin menyatu.
Fenomena second screen menunjukkan bahwa cara orang menikmati sepak bola telah mengalami perubahan besar. Penonton modern tidak hanya ingin menyaksikan pertandingan, tetapi juga memahami data, mengikuti percakapan, dan memperoleh informasi tambahan secara instan. Kehadiran smartphone dan perangkat digital lainnya memungkinkan semua kebutuhan tersebut terpenuhi tanpa harus meninggalkan siaran utama. Karena itu, penggunaan layar kedua semakin sulit dipisahkan dari pengalaman menonton olahraga masa kini.
Pada akhirnya, kebiasaan menggunakan dua layar mencerminkan perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi di era digital. Menonton pertandingan kini tidak hanya soal apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga bagaimana penonton mengikuti statistik, berbagi reaksi, dan terhubung dengan komunitas penggemar di berbagai belahan dunia. Bagi banyak orang, smartphone bukan lagi sekadar pelengkap saat menonton, melainkan bagian dari cara baru menikmati sepak bola. Karena itulah, pemandangan penonton yang menatap televisi sambil menggenggam smartphone kini bukan lagi hal yang aneh. Bagi banyak penggemar, dua layar telah menjadi cara baru untuk menikmati Piala Dunia.