Cetak Rekor, Pre-order Galaxy Z Fold8 Series Capai 1,44 Juta Unit

- Galaxy Z Fold8 Series mencatat 1,44 juta pre-order di Korea Selatan dalam tujuh hari, melampaui rekor Galaxy Note 10 dan Galaxy S26 sebagai pencapaian tertinggi Samsung.
- Galaxy Z Fold8 menyumbang sekitar 70 persen pesanan awal; desain rasio layar 4:3 dan pengalaman multitasking mendorongnya menjadi model foldable paling diminati.
- Permintaan tinggi juga muncul di Jepang dan Amerika Serikat, sementara rekor pre-order ini penting bagi Samsung setelah divisi Mobile Experience merugi pada kuartal II 2026.
Samsung kembali mencetak sejarah di pasar smartphone premium. Mengutip The Korea Times, Rabu (5/8/2026), perusahaan asal Korea Selatan itu mengumumkan bahwa seri Galaxy Z Fold8 berhasil membukukan 1,44 juta unit pre-order di Korea Selatan hanya dalam periode pemesanan tujuh hari. Capaian tersebut menjadi rekor baru untuk seluruh lini smartphone Galaxy sejak Samsung mulai menjual perangkat premiumnya. Tingginya angka pemesanan ini menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap smartphone lipat Samsung terus meningkat dari tahun ke tahun.
Jika dirata-ratakan, Galaxy Z Fold8 Series terjual sekitar 140 unit setiap menit selama masa pre-order berlangsung. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar mengingat segmen foldable masih tergolong premium. Keberhasilan ini sekaligus menggeser rekor yang sebelumnya dipegang Galaxy Note 10 pada 2019. Samsung pun berharap tren positif tersebut berlanjut saat perangkat mulai dipasarkan secara luas.
1. Total pre-order Galaxy Z Fold8 Series melampaui Galaxy Note dan Galaxy S

Samsung mencatat total pre-order Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8 mencapai 1,44 juta unit selama periode 28 Juli hingga 3 Agustus 2026. Sebelumnya, rekor pre-order tertinggi dipegang Galaxy Note 10 yang meraih 1,38 juta unit dalam 11 hari pada 2019. Sementara itu, seri Galaxy S26 membukukan sekitar 1,35 juta unit pre-order dalam tujuh hari pada awal tahun ini. Artinya, seri Galaxy Z Fold8 kini resmi menjadi seri Galaxy dengan pencapaian pre-order tertinggi sepanjang sejarah Samsung.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi Samsung karena untuk pertama kalinya lini smartphone lipat mampu mengungguli pencapaian perangkat berdesain konvensional. Selama bertahun-tahun, rekor penjualan awal Samsung selalu didominasi keluarga Galaxy S maupun Galaxy Note. Kini, tren tersebut mulai bergeser seiring meningkatnya penerimaan konsumen terhadap perangkat foldable. Hal ini menjadi sinyal bahwa pasar smartphone premium semakin terbuka terhadap inovasi desain.
2. Galaxy Z Fold8 jadi model favorit

Kontributor terbesar dalam pencapaian tersebut adalah Galaxy Z Fold8 yang menyumbang sekitar 70 persen dari total pre-order. Samsung menyebut tingginya minat konsumen didorong oleh perubahan desain yang lebih praktis dibanding generasi sebelumnya. Salah satu pembaruan utamanya adalah penggunaan rasio layar 4:3 yang membuat perangkat lebih menyerupai paspor saat dilipat. Desain baru tersebut dinilai lebih nyaman digenggam sekaligus memberikan pengalaman multitasking yang lebih optimal.
Tren serupa juga terlihat di operator seluler Korea Selatan. SK Telecom dan KT melaporkan lebih dari separuh pelanggan yang melakukan pre-order memilih Galaxy Z Fold8. Sementara itu, LG Uplus mencatat model tersebut menyumbang sekitar 67,4 persen dari seluruh pemesanan awal perangkat lipat terbaru Samsung. Data tersebut memperlihatkan bahwa Fold8 menjadi model yang paling diminati dibandingkan varian foldable lainnya.
3. Kecenderungan pengguna smartphone biasa mulai beralih ke foldable

Samsung juga melihat perubahan perilaku konsumen pada generasi terbaru ini. Berdasarkan data SK Telecom, sekitar 62 persen pelanggan yang memesan smartphone lipat berasal dari pengguna smartphone model bar atau candybar biasa. Angka tersebut meningkat sekitar 10 poin persentase dibandingkan generasi sebelumnya. Temuan ini menunjukkan semakin banyak pengguna yang mulai percaya diri beralih ke perangkat lipat sebagai smartphone utama.
Peningkatan tersebut menandakan bahwa HP lipat tidak lagi hanya diminati oleh penggemar teknologi atau pengguna awal. Desain yang semakin tipis, ringan, dan tahan lama membuat perangkat foldable semakin nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pengalaman multitasking yang lebih luas juga menjadi nilai tambah dibanding smartphone konvensional. Faktor-faktor tersebut membuat daya tarik Galaxy Z Fold8 semakin kuat di pasar premium.
4. Galaxy Z Fold8 berhasil menggaet konsumen perempuan

Samsung mengungkapkan bahwa seri Galaxy Z Fold8 juga berhasil menarik lebih banyak konsumen perempuan. Jumlah pembeli perempuan berusia 10 hingga 40 tahun melalui toko online resmi Samsung meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi salah satu perubahan profil konsumen yang cukup signifikan pada peluncuran tahun ini. Hal itu menunjukkan bahwa pasar perangkat foldable semakin beragam.
Khusus untuk Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra, proporsi pembeli perempuan juga meningkat dibanding pendahulunya. Samsung menilai desain yang semakin elegan serta pilihan warna yang lebih beragam menjadi salah satu faktor pendorongnya. Selain itu, pengalaman penggunaan yang lebih praktis turut memperluas daya tarik perangkat lipat di berbagai kelompok pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa pasar foldable kini tidak lagi didominasi oleh konsumen pria.
5. Antusiasme Galaxy Z Fold8 Series juga serentak terjadi di berbagai negara

Antusiasme terhadap Galaxy Z Fold8 Series tidak hanya terjadi di Korea Selatan. Di Jepang, hampir seluruh varian warna Galaxy Z Fold8 berkapasitas 256 GB dilaporkan habis terjual di toko online resmi Samsung. Hanya varian warna Lavender yang masih tersedia saat laporan tersebut dirilis. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat konsumen Jepang terhadap smartphone lipat terbaru Samsung.
Situasi serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Tingginya permintaan membuat estimasi pengiriman untuk beberapa pilihan warna dan kapasitas penyimpanan mundur hingga beberapa bulan. Penundaan tersebut umumnya terjadi pada model dengan konfigurasi penyimpanan yang lebih besar dan warna favorit konsumen. Hal itu menjadi indikasi bahwa permintaan global terhadap Galaxy Z Fold8 Series berada di atas perkiraan awal Samsung.
6. Rekor pre-order berpotensi dongkrak kinerja bisnis Samsung

Rekor pre-order ini datang pada momen penting bagi Samsung. Sebelumnya, divisi Mobile Experience (MX) perusahaan mencatat kerugian operasional sebesar 700 miliar won atau sekitar 489,5 juta dolar Amerika Serikat (8,7 triliun rupiah) pada kuartal II 2026. Samsung menyebut kenaikan harga memori sebagai salah satu faktor yang menekan profitabilitas meski penjualan Galaxy S26 dan seri Galaxy A tetap solid. Kondisi tersebut membuat performa lini smartphone premium menjadi semakin penting bagi perusahaan.
Karena itu, tingginya penjualan smartphone foldable premium diharapkan mampu membantu memperbaiki margin keuntungan Samsung pada paruh kedua 2026. Produk kelas atas umumnya memiliki nilai jual dan margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan perangkat kelas menengah. Penjualan yang kuat juga dapat membantu mengimbangi kenaikan biaya produksi akibat harga komponen memori yang masih tinggi. Jika tren permintaan tetap positif, Galaxy Z Fold8 Series berpotensi menjadi salah satu motor pemulihan bisnis smartphone Samsung tahun ini.



















