Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

MySpace Bakal Comeback, Ingat Media Sosial Era 2000-an Ini?

MySpace Bakal Comeback, Ingat Media Sosial Era 2000-an Ini?
ilustrasi ikon media sosial MySpace (x.com/DailyLoud)
Intinya Sih
  • Pemilik merek MySpace, Chris dan Tim Vanderhook dari Viant Technology, menyatakan rencana meluncurkan kembali platform tersebut, tetapi belum mengumumkan jadwal resminya.
  • MySpace pernah menjadi situs paling banyak dikunjungi di AS pada 2006, sebelum dominasi Facebook menggerus pengguna dan bisnisnya menjelang 2010.
  • Setelah kehilangan sekitar 50 juta file pengguna akibat migrasi server 2019, MySpace menghadapi persaingan media sosial modern; konsep comeback-nya masih belum diketahui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

MySpace, media sosial yang sempat mendominasi internet pada era 2000-an, dikabarkan bersiap kembali hadir. Kabar tersebut mencuat setelah pemilik merek MySpace saat ini, Chris dan Tim Vanderhook dari Viant Technology, mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali platform yang pernah menjadi tempat berkumpul jutaan pengguna di seluruh dunia.

Rencana tersebut langsung memicu nostalgia, terutama bagi generasi milenial yang tumbuh bersama MySpace. Jauh sebelum era Facebook, Instagram, hingga TikTok, platform ini menjadi ruang berekspresi di internet melalui profil yang bisa dikustomisasi, lagu yang diputar otomatis saat halaman dibuka, serta fitur "Top 8 Friends" yang menjadi salah satu ciri khasnya.

1. MySpace pernah menjadi raja media sosial

ilustrasi sejumlah ikon aplikasi media sosial
ilustrasi sejumlah ikon aplikasi media sosial (magnific.com/magnific)

MySpace didirikan oleh Tom Anderson dan Chris DeWolfe pada 1 Agustus 2003. Dalam waktu singkat, platform ini menjelma menjadi salah satu media sosial terbesar di dunia. Hanya dua tahun setelah diluncurkan, jumlah penggunanya telah mencapai puluhan juta. Pada 2006, MySpace bahkan tercatat sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di Amerika Serikat.

Popularitas tersebut membuat News Corporation mengakuisisi MySpace dengan nilai 580 juta dolar AS pada 2005. Namun, kejayaannya tidak bertahan lama. Kehadiran Facebook perlahan menggeser dominasi MySpace hingga platform ini kehilangan sebagian besar penggunanya menjelang 2010.

Meski popularitasnya menurun, MySpace belum benar-benar ditinggalkan. Viant Technology selaku pemilik mereknya memastikan platform tersebut akan dihidupkan kembali. Dalam film dokumenter Myspace garapan Tommy Avallone, Tim Vanderhook mengatakan pihaknya memang berencana meluncurkan kembali MySpace, tetapi masih menunggu waktu yang tepat.

"Kami masih memiliki MySpace. Kami akan meluncurkan kembali MySpace. Kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya," ujar Tim Vanderhook, dikutip The Independent, Rabu (5/8/2026).

2. Perjalanan MySpace setelah kehilangan popularitas

ilustrasi pengguna sedang membuka media sosial di smartphone
ilustrasi pengguna sedang membuka media sosial di smartphone (magnific.com/rawpixel.com)

Setelah diakuisisi oleh Specific Media (kini Viant Technology) bersama Justin Timberlake pada 2011 dengan nilai 35 juta dolar AS, MySpace masih kesulitan mengejar pertumbuhan Facebook yang saat itu terus melesat. Tim Vanderhook mengungkapkan banyak pengiklan beralih ke Facebook sehingga bisnis MySpace ikut terdampak. Tantangan MySpace tidak berhenti sampai di situ. Pada 2019, platform ini kembali menjadi sorotan setelah kegagalan migrasi server menyebabkan sekitar 50 juta lagu, foto, video, dan file audio lama milik pengguna hilang dari platform. Insiden tersebut menjadi pukulan besar karena MySpace selama bertahun-tahun dikenal sebagai wadah bagi musisi untuk membagikan karya sekaligus membangun basis penggemar mereka.

3. Peluang comeback di era media sosial modern

ilustrasi ikon berbagai platform media sosial populer
ilustrasi ikon berbagai platform media sosial populer (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)

Di balik meredupnya popularitas, MySpace tetap meninggalkan jejak penting dalam perkembangan media sosial. Platform ini menjadi tempat lahirnya banyak musisi, seperti Arctic Monkeys, Adele, Calvin Harris, dan Lily Allen, yang memanfaatkan MySpace untuk memperkenalkan karya mereka sebelum era layanan streaming musik. Tak heran jika kabar rencana peluncuran ulang MySpace langsung disambut antusias oleh para pengguna lama. Mereka mengenang kebebasan menghias halaman profil dengan kode HTML sederhana, memasang lagu favorit yang diputar otomatis, hingga menyusun daftar "Top 8 Friends". Pengalaman yang sangat personal itu menjadi salah satu identitas MySpace yang sulit ditemukan di media sosial modern.

Meski demikian, jalan MySpace untuk kembali berjaya tidak akan mudah. Lanskap media sosial kini telah berubah dengan dominasi platform video pendek, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta algoritma yang menentukan konten di linimasa pengguna. Belum diketahui apakah MySpace akan kembali sebagai platform musik, jejaring sosial, atau hadir dengan konsep baru yang menyesuaikan kebiasaan pengguna saat ini.

Hingga kini, Viant Technology belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran ulang MySpace. Seperti apa wajah baru platform yang pernah menjadi ikon media sosial era 2000-an itu pun masih menjadi tanda tanya dan menarik untuk ditunggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More
Apa Bahan Dasar Chipset HP?

Apa Bahan Dasar Chipset HP?

05 Agu 2026, 15:52 WIB