Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengecek Video Lama yang Diunggah Ulang di Media Sosial

5 Cara Mengecek Video Lama yang Diunggah Ulang di Media Sosial
ilustrasi cek konten video melalui smartphone (pexels.com/Jonas Leupe)
Intinya Sih
  • Komdigi mengingatkan video demonstrasi jelang HUT RI yang viral bisa berupa rekaman lama, hasil editan, atau video luar negeri dengan klaim keliru.
  • Untuk memeriksa konten, telusuri tanggal unggahan pertama dan gunakan Google Lens atau reverse image search guna menemukan sumber serta konteks awalnya.
  • Bandingkan klaim dengan media kredibel dan sumber resmi, amati detail visual, serta gunakan Community Notes sebagai referensi tambahan sebelum membagikan unggahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Media sosial memudahkan informasi menyebar dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut juga membuat video atau foto lama kerap muncul kembali dengan narasi baru yang belum tentu sesuai fakta. Akibatnya, banyak pengguna terkecoh dan mengira sebuah peristiwa baru saja terjadi, padahal rekamannya berasal dari bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelumnya.

Fenomena ini kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai video demonstrasi yang beredar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI. Menurut Komdigi, sebagian konten yang viral merupakan rekaman lama, hasil editan, atau bahkan video dari negara lain yang diklaim seolah-olah terjadi di Indonesia. Agar tidak ikut menyebarkan disinformasi, berikut lima cara sederhana untuk mengecek keaslian sebuah video atau foto sebelum membagikannya.

1. Lihat tanggal unggahan pertama

ilustrasi scrolling media sosial dan melihat timeline
ilustrasi scrolling media sosial dan melihat timeline (unsplash.com/Plann)

Langkah pertama adalah mencari tahu kapan video atau foto tersebut pertama kali muncul di internet. Jangan hanya melihat waktu unggahan akun yang membagikannya karena konten lama sering kali diunggah ulang oleh akun lain menggunakan narasi yang berbeda. Kondisi ini membuat banyak orang mengira peristiwa tersebut baru saja terjadi. Padahal, kontennya bisa saja berasal dari beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun lalu.

Jika video sudah beredar sejak lama, besar kemungkinan konten tersebut sedang digunakan di luar konteks. Mencari unggahan pertama dapat membantu mengetahui apakah video benar-benar berkaitan dengan peristiwa yang sedang ramai dibicarakan atau hanya didaur ulang untuk membangun narasi tertentu. Cara ini juga membantu pengguna memahami kronologi sebuah peristiwa sebelum mengambil kesimpulan. Semakin jelas asal-usul unggahan maka semakin kecil peluang terjebak dalam disinformasi.

2. Gunakan reverse image search atau bisa melalui Google Lens

Google Lens
Google Lens (search.google)

Salah satu cara paling efektif untuk melacak asal-usul gambar adalah menggunakan Google Lens atau fitur reverse image search. Pengguna cukup mengunggah tangkapan layar (screenshot) dari video atau foto yang ingin diperiksa, kemudian sistem akan mencari gambar serupa yang pernah dipublikasikan di internet. Fitur ini banyak dimanfaatkan oleh jurnalis maupun pemeriksa fakta untuk menelusuri sumber asli sebuah gambar. Google menjelaskan bahwa Lens dapat mencocokkan gambar dengan miliaran visual yang tersedia di web untuk menemukan informasi terkait.

Jika hasil pencarian menunjukkan gambar tersebut pernah muncul pada pemberitaan lama atau peristiwa berbeda, ada kemungkinan konten yang beredar telah digunakan di luar konteks. Informasi ini dapat menjadi petunjuk awal bahwa narasi yang menyertai unggahan tidak sepenuhnya benar. Meski demikian, pengguna tetap perlu membandingkan hasil pencarian dengan sumber informasi lain yang kredibel. Langkah ini membantu memastikan bahwa kesimpulan yang diambil tidak hanya bergantung pada satu sumber.

3. Bandingkan dengan pemberitaan dari media kredibel

ilustrasi Google Search
ilustrasi Google Search (unsplash.com/Solen Feyissa)

Peristiwa besar umumnya akan diliput oleh berbagai media yang menerapkan proses verifikasi jurnalistik. Karena itu, apabila sebuah unggahan mengklaim terjadi demonstrasi besar, bencana, atau kejadian penting tetapi tidak ditemukan pemberitaan dari media yang kredibel, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayainya. Jangan hanya mengandalkan satu unggahan yang viral sebagai dasar mengambil kesimpulan. Kebiasaan membandingkan informasi dari beberapa sumber dapat mengurangi risiko terpapar hoaks.

Bandingkan informasi yang beredar dengan laporan dari beberapa media terpercaya, situs resmi pemerintah, atau lembaga terkait. Jika terdapat perbedaan informasi, periksa kembali sumber mana yang menyertakan data, bukti, atau keterangan resmi. Media yang kredibel biasanya menjelaskan kronologi, lokasi, waktu kejadian, dan narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai sebuah peristiwa.

4. Perhatikan detail visual dalam video

ilustrasi demo
ilustrasi demo (unsplash.com/Rafli Firmansyah)

Video sering kali menyimpan petunjuk yang luput diperhatikan. Cermati kondisi cuaca, papan nama jalan, pelat nomor kendaraan, seragam, atribut peserta, bahasa pada spanduk, hingga bangunan di sekitar lokasi. Detail-detail tersebut dapat membantu mengidentifikasi apakah video benar diambil di tempat dan waktu yang diklaim. Bahkan, perubahan kecil pada lingkungan sekitar dapat menjadi petunjuk bahwa video berasal dari lokasi yang berbeda.

Sebagai contoh, video yang disebut terjadi di Indonesia tetapi memperlihatkan rambu jalan berbahasa asing atau kendaraan dengan pelat nomor negara lain patut dicurigai. Hal serupa berlaku jika kondisi cuaca atau suasana lingkungan tidak sesuai dengan waktu kejadian yang disebutkan dalam unggahan. Mengamati detail visual memang membutuhkan ketelitian, tetapi langkah ini sering menjadi kunci dalam proses verifikasi. Semakin banyak petunjuk yang ditemukan maka semakin mudah memastikan keaslian sebuah video.

5. Gunakan catatan komunitas atau Community Notes

mengecek file video di HP
ilustrasi mengecek file video di HP (unsplash.com/Swello)

Beberapa platform media sosial kini menyediakan fitur Community Notes atau catatan komunitas yang memungkinkan pengguna memberikan konteks tambahan terhadap sebuah unggahan. Catatan tersebut biasanya berisi tautan ke sumber tepercaya, penjelasan mengenai konteks sebenarnya, atau klarifikasi bahwa foto maupun video berasal dari peristiwa yang berbeda. Kehadiran fitur ini membantu pengguna memperoleh informasi tambahan sebelum mempercayai sebuah klaim. Meski begitu, Community Notes tidak selalu tersedia pada tiap unggahan.

Pengguna tetap disarankan melakukan verifikasi melalui sumber lain karena Community Notes bukan satu-satunya alat untuk memastikan kebenaran sebuah informasi. Anggap fitur ini sebagai referensi awal yang perlu dilengkapi pengecekan mandiri melalui media kredibel atau layanan pencarian gambar. Semakin banyak sumber yang digunakan untuk memverifikasi, semakin besar peluang memperoleh informasi yang akurat. Sikap kritis tetap menjadi pertahanan terbaik dalam menghadapi disinformasi di ruang digital.

Di era media sosial, menyebarkan informasi hanya membutuhkan satu kali sentuhan. Karena itu, meluangkan waktu beberapa menit untuk memeriksa asal-usul sebuah video atau foto dapat membantu mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Prinsip sederhana yang perlu diingat adalah berhenti sejenak sebelum membagikan sebuah unggahan. Jika sumbernya belum jelas, konteksnya meragukan, atau belum ada konfirmasi dari media yang kredibel, sebaiknya jangan ikut menyebarkannya sampai informasi tersebut benar-benar terverifikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More
Apa Bahan Dasar Chipset HP?

Apa Bahan Dasar Chipset HP?

05 Agu 2026, 15:52 WIB