Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mulai 2027, Aplikasi Android Wajib Lebih Hemat Memori
ilustrasi Android (commons.wikimedia.org/Tony Webster)
  • Google akan menerapkan batas penggunaan memori untuk aplikasi dan game Android di Google Play mulai Februari 2027.
  • Standar baru mencakup penggunaan RAM, memori bitmap, serta optimasi kode DEX yang dipantau melalui Android vitals.
  • Aplikasi yang melampaui ambang batas dapat terdampak pada kualitas dan discoverability di Google Play.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aplikasi Android dibatasi penggunaan memorinya?
Vote Now
sejak Android 15

Android Open Source Project atau AOSP sudah mendukung perangkat yang dikonfigurasi menggunakan halaman memori 16KB.

Februari 2027

Google mulai memberlakukan aturan penggunaan memori, memori bitmap, dan optimasi kode DEX untuk aplikasi serta game di Google Play.

1 Februari 2027

Update aplikasi yang belum mendukung memory page size 16KB pada perangkat 64-bit tidak dapat dirilis melalui Google Play.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aplikasi Android dibatasi penggunaan memorinya?
Vote Now
  • What?
    Google menetapkan batas penggunaan memori, memori bitmap, dan optimasi kode DEX bagi aplikasi serta game Android.
  • Who?
    Google, developer aplikasi dan game Android, serta pengguna perangkat Android terlibat dalam penerapan standar ini.
  • Where?
    Ketentuan berlaku untuk aplikasi dan game yang didistribusikan melalui Google Play.
  • When?
    Aturan penggunaan memori dan optimasi kode mulai diberlakukan pada Februari 2027. Ketentuan 16KB berlaku mulai 1 Februari 2027.
  • Why?
    Google menjadikan efisiensi sumber daya sebagai bagian dari persyaratan kualitas aplikasi di Google Play.
  • How?
    Google memantau metrik core vitals dan Android vitals, dengan batas berbeda berdasarkan RAM perangkat serta kondisi aplikasi berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aplikasi Android dibatasi penggunaan memorinya?
Vote Now

Google akan membuat aplikasi dan game Android di Google Play lebih hemat memori mulai Februari 2027. Developer harus melihat RAM, gambar bitmap, dan kode aplikasi. Kalau terlalu boros, kualitas aplikasi bisa dinilai turun. Google memberi waktu sampai Februari 2027 untuk mengecek aplikasi dengan Android vitals.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aplikasi Android dibatasi penggunaan memorinya?
Vote Now

Penerapan standar memori dan optimasi kode memberi developer waktu hingga Februari 2027 untuk mengevaluasi aplikasi melalui Android vitals. Ketentuan ini juga mencakup batas berdasarkan kapasitas RAM perangkat dan kondisi aplikasi, sehingga pengelolaan sumber daya dapat diperhatikan pada berbagai konfigurasi perangkat Android.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aplikasi Android dibatasi penggunaan memorinya?
Vote Now

Google bakal menerapkan aturan baru yang mendorong aplikasi dan game Android di Google Play menggunakan memori perangkat secara lebih efisien mulai Februari 2027. Kebijakan ini akan memperkenalkan batas penggunaan memori sebagai bagian dari metrik kualitas aplikasi, sehingga developer perlu memastikan aplikasinya tidak mengonsumsi RAM secara berlebihan ketika berjalan di perangkat pengguna.

Google tidak hanya menyoroti penggunaan RAM secara keseluruhan. Mulai Februari 2027, aplikasi dan game di Google Play juga harus memenuhi ambang batas untuk penggunaan memori bitmap serta optimasi kode DEX, sementara Android vitals akan menjadi salah satu alat yang digunakan developer untuk memantau apakah aplikasinya sudah memenuhi standar tersebut.

Google mulai membatasi penggunaan memori aplikasi

Google memasukkan penggunaan memori sebagai metrik baru dalam core vitals aplikasi. Ada dua metrik utama yang dipantau, yakni Memory usage (Anonymous RSS + Swap) dan Bitmap memory usage, sedangkan data selama 28 hari terakhir akan digunakan untuk mengevaluasi kualitas aplikasi.

Batasnya dibuat berbeda berdasarkan kapasitas RAM perangkat. Untuk aplikasi pada smartphone dengan RAM 4GB, misalnya, batas penggunaan memori pada kondisi foreground ditetapkan sebesar 2GB, sedangkan aplikasi pada perangkat dengan RAM 6GB dan 8GB memiliki batas foreground masing-masing 2,25GB.

Pada perangkat dengan RAM 12GB, batas tersebut meningkat menjadi 3,25GB, sementara smartphone dengan RAM 16GB mendapatkan batas hingga 4,25GB ketika aplikasi berada di foreground. Google juga menetapkan batas berbeda ketika aplikasi menjalankan layanan yang dirasakan pengguna maupun ketika berjalan di background, menyesuaikan karakter penggunaan memori pada setiap kondisi.

Aplikasi yang boros memori bisa terdampak di Google Play

ilustrasi Google Play Games (pexels.com/Andrey Matveev)

Aturan baru ini bukan sekadar rekomendasi bagi developer. Google menjelaskan bahwa aplikasi dan game harus memenuhi ambang batas penggunaan memori, bitmap, serta optimasi DEX mulai Februari 2027 agar tetap memenuhi persyaratan kualitas Google Play.

Google menilai aplikasi yang melewati ambang batas tersebut sebagai indikasi kuat bahwa pengalaman pengguna telah mengalami penurunan kualitas. Penggunaan memori berlebihan juga dapat berhubungan dengan penghentian aplikasi oleh Android pada perangkat pengguna ketika sistem perlu mengelola sumber daya yang tersedia.

Dampaknya juga bisa mencapai distribusi aplikasi di Google Play. Dokumentasi Google menjelaskan bahwa pelanggaran terhadap metrik core vitals dapat memengaruhi discoverability aplikasi di Play Store, sehingga efisiensi penggunaan sumber daya semakin menjadi bagian dari kualitas yang perlu diperhatikan developer.

Developer juga wajib mengoptimalkan kode aplikasi

ilustrasi Android (Unsplash/Sebastian Bednarek)

Penggunaan RAM bukan satu-satunya bagian yang diperketat. Google juga menetapkan persyaratan minimum untuk optimasi kode DEX yang digunakan aplikasi Android, dengan tujuan membuat aplikasi dapat dimuat lebih cepat, menggunakan memori lebih sedikit, meningkatkan performa rendering dan runtime, serta mengurangi risiko application not responding atau ANR.

Mulai Februari 2027, aplikasi dan game yang memenuhi kriteria ukuran DEX harus mencapai tingkat optimasi, obfuscation, dan shrinking minimum sebesar 25 persen untuk setiap aplikasi yang diunggah melalui Play Console. Ketentuan tersebut diterapkan pada game dengan kode DEX lebih dari 50MB serta aplikasi dengan kode DEX lebih dari 10MB.

Android vitals juga akan memberikan peringatan ketika Google mendeteksi bitmap yang belum dioptimalkan, optimasi DEX yang terbatas, atau penggunaan split bundle yang masih kurang optimal. Google turut menyiapkan alat diagnostik tambahan yang dapat membantu developer memahami berapa lama aplikasi berada pada setiap kondisi serta mendapatkan informasi lebih dalam mengenai Android Memory Limiter.

Dukungan memory page 16KB juga menjadi perhatian

Perubahan lain berkaitan dengan dukungan memory page size 16KB. Android sebelumnya hanya mendukung ukuran halaman memori 4KB, tetapi sejak Android 15, Android Open Source Project atau AOSP sudah mendukung perangkat yang dikonfigurasi menggunakan halaman memori 16KB.

Google mewajibkan seluruh aplikasi yang menargetkan Android 15 atau API level 35 dan lebih baru untuk mendukung memory page size 16KB pada perangkat 64-bit di Google Play. Mulai 1 Februari 2027, update aplikasi yang belum mendukung konfigurasi tersebut tidak dapat dirilis melalui Google Play.

Menurut pengujian awal Google, perangkat dengan memory page size 16KB memang menggunakan sedikit lebih banyak memori secara rata-rata, tetapi menawarkan sejumlah peningkatan performa. Waktu peluncuran aplikasi ketika sistem berada di bawah tekanan memori tercatat rata-rata 3,16 persen lebih rendah, konsumsi daya ketika membuka aplikasi berkurang rata-rata 4,56 persen, sementara waktu booting sistem meningkat sekitar 8 persen atau sekitar 950 milidetik.

Efisiensi aplikasi semakin penting di ekosistem Android

ilustrasi Android 17 (dok. Google)

Kebijakan baru ini pada akhirnya mendorong developer untuk tidak hanya mengejar semakin banyak fitur, tetapi juga memperhatikan seberapa efisien aplikasi menggunakan sumber daya smartphone. Penggunaan RAM, pengelolaan bitmap, optimasi kode, dan kompatibilitas dengan arsitektur memori terbaru kini menjadi bagian yang semakin penting dalam standar kualitas Google Play.

Google memberi waktu hingga Februari 2027 sebelum aturan terkait penggunaan memori dan optimasi kode mulai diberlakukan. Developer dapat menggunakan data Android vitals untuk mengevaluasi performa aplikasi sekaligus mengetahui bagian yang masih membutuhkan optimasi sebelum tenggat tersebut berlaku.

Bagi pengguna Android, perubahan ini diarahkan untuk menghasilkan aplikasi yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan di berbagai kelas perangkat. Sementara bagi developer, efisiensi penggunaan memori kini bukan lagi sekadar pilihan optimasi, tetapi menjadi salah satu persyaratan kualitas yang perlu dipenuhi agar aplikasi tetap memiliki performa dan distribusi optimal di Google Play.

Pilih pandanganmu soal aturan memori Android

Perlukah aplikasi Android dibatasi penggunaan memorinya?

See More

Editorial Team

Related Article