5 Hal yang Harus Diperhatikan saat Service HP biar Gak Tertipu

- Pilih service center resmi atau pihak ketiga bereputasi baik dengan ulasan positif, harga masuk akal, dan rekam jejak yang jelas untuk meminimalkan risiko kecurangan.
- Kenali gejala serta komponen yang bermasalah, lalu cadangkan foto, kontak, dokumen, data aplikasi, dan informasi login sebelum perbaikan karena servis berisiko menghapus data.
- Aktifkan mode perbaikan untuk menyembunyikan data pribadi, kemudian uji fungsi layar, tombol, kamera, audio, jaringan, software, dan data di lokasi sebelum membayar.
Service HP merupakan hal yang tricky. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat service HP agar tak tertipu seperti cari tempat terpercaya. Lakukan research terlebih dahulu dan cek HP setelah proses perbaikan selesai. Jangan lupa untuk memahami seluk-beluk tentang HP agar kamu tak mudah dibodohi oleh teknisi nakal. Lebih lanjut, simak rinciannya di bawah ini!
1. Lakukan service di tempat yang terpercaya

ilustrasi service HP (unsplash.com/PR MEDIA) Tempat service terpecaya biasanya memiliki reputasi yang baik, pengerjannya cepat, harganya masuk akal, minim kecurangan, dan bisa mengatasi berbagai jenis masalah. Service center resmi dari merek HP adalah pilihah pertama. Contohnya, kamu bisa melakukan service di service center resmi Samsung, service center resmi vivo, atau Carlcale Service untuk HP Transsion Holdings.
Jika tidak bisa pergi ke service center resmi kamu juga bisa memperbaiki HP di tempat service pihak ketiga yang sudah terpercaya. Untuk menemukannya kamu bisa mencari lewat internet. Pastikan tempat service pihak ketiga yang hendak kamu datangi memiliki review yang positif, punya nilai bintang 4-5 di Google Review, dan punya akun media sosial yang tidak mencurigakan (jika punya media sosial).
2. Sebisa mungkin cari tahu komponen apa yang rusak

ilustrasi service HP (unsplash.com/insung yoon) Tak semua orang mengerti tentang HP, komponennya, atau kerusakannya. Meski begitu, kamu tetap harus memastikan komponen HP apa yang rusak. Laman PCMag menerangkan bahwa kerusakan HP biasanya mencakup beberapa hal, seperti layar rusak, masalah layar sentuh, Wi-Fi tidak berfungsi, port USB rusak, kerusakan akibat air, kerusakan baterai, masalah speaker, kamera tidak berfungsi, hingga mikrofon tidak berfungsi.
Untuk mengetahui kerusakan HP kamu bisa mengetesnya. Jika speaker rusak biasanya suara tak akan keluar atau terdengar pelan. Jika ada kerusakan baterai, biasanya persentase baterai bisa drop dalam waktu singkat. Kamu bisa mencari tahu terkait kerusakan komponen di internet. Mengetahui tentang komponen yang rusak juga termasuk hal yang penting agar kamu tidak mudah ditipu oleh teknisi nakal.
3. Backup data penting sebelum melakukan service

ilustrasi service HP (unsplash.com/Joel Rohland) Dilansir SamMobile, kamu harus melakukan backup atau mencadangkan data sebelum melakukan service HP. Ada beberapa data yang bisa kamu backup, seperti foto dan video, kontak, data aplikasi, informasi login, pengaturan perangkat, dokumen, file, dan berbagai pengaturan keamanan serta privasi. Sebab, service HP berisiko menghilangkan data, khususnya jika ada pergantian komponen atau factory reset. Backup data bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti memindahkan data secara manual ke perangkat lain (misalnya PC), backup data lewat Smart Switch (untuk Samsung), atau cadangkan data ke penyimpanan cloud.
4. Aktifkan mode perbaikan di HP

ilustrasi service HP (unsplash.com/Yoga Sukma 🇮🇩) Mode perbaikan adalah mode khusus yang membuat HP tetap menyala dan aplikasi bawaan masih bisa diakses. Namun, aplikasi pihak ketiga, file pribadi, hingga foto akan tersembunyi sehingga keamanan serta privasi pengguna tetap terjaga. Mode ini membuat teknisi tetap bisa mengakses Pengaturan dan melakukan pengetesan ketika memperbaiki HP. Di sisi lain, kamu bisa tenang karena data penting di HP akan tetap aman.
Tiap HP punya mode perbaikan dengan nama yang berbeda, contohnya di Samsung bernama Mode pemeliharaan dan di Pixel bernama Repair Mode. Cara mengaktifkannya juga mudah, yaitu melalui Pengaturan. Nah, mode tersebut harus kamu aktifkan sebelum service HP, entah itu saat berada di tempat service atau diaktifkan dari rumah. Ketika service selesai dan HP berada di tangan barulah matikan mode tersebut.
5. Lakukan pengecekan di tempat untuk memastikan kondisi HP

ilustrasi service HP (unsplash.com/Fotografia Lui Vlad) Setelah service HP selesai kamu tak boleh langsung membayar dan membawanya pulang. Kamu harus tetap berada di tempat service selama beberapa saat dan lakukan pengecekan HP di tempat. Melansir laman Phonefix, ada beberapa pengecekan yang bisa dilakukan, seperti cek fungsional (tombol, kamera, atau layar), cek audio, cek jaringan (WiFi dan seluler), cek software, dan pastikan semua data tetap aman.
Pengecekan sangat penting karena tak jarang ada teknisi nakal yang mengganti komponen HP dengan komponen KW. Ada juga teknisi yang secara sengaja membobol HP dan mencuri data pribadi. Selain itu, pengecekan di tempat juga membuatmu bisa melakukan komplain secara langsung. Jika ada hal yang janggal seperti kamera tak berfungsi, kamu bisa langsung komplain ke teknisi dan memintanya memperbaiki kerusakan tersebut saat itu juga.
Tak sedikit teknisi atau tempat service HP yang kurang amanah dan menipu pelanggannya. Penipuan bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pergantian komponen tanpa konfirmasi, pencurian data, hingga mematok harga tinggi karena pelanggan tak mengerti tentang HP. Karena itu, kamu juga harus cermat dan teliti sebagai pelanggan.


















