Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
OpenAI Klaim Pecahkan Masalah Matematika Berusia 90 Tahun dalam 88 Jam
ilustrasi apikasi ChatGPT (pexels.com/Sanket Mishra)
  • OpenAI mengklaim 10.000 agen AI menemukan solusi masalah eksistensi dan kelancaran Navier-Stokes dalam 88 jam, setelah bertukar hampir 3 juta pesan dan menghasilkan 130 miliar token.
  • Navier-Stokes adalah Millennium Prize Problem tentang pergerakan fluida dan turbulensi; OpenAI menyatakan membuktikan dua dari empat pernyataan, tetapi belum mengajukan hadiah atau memperoleh pengakuan resmi.
  • Klaim ini belum diverifikasi independen dan memicu pertanyaan dari Tristan Buckmaster soal proses penelitian; OpenAI membantah memakai pekerjaannya dan menyatakan bukti mereka berbeda signifikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

OpenAI mengklaim berhasil menemukan solusi untuk masalah eksistensi dan kelancaran Navier-Stokes yang belum terpecahkan selama puluhan tahun. Sewaktu OpenAI klaim pecahkan masalah matematika berusia 90 tahun dalam 88 jam, perusahaan tersebut mengerahkan sekitar 10.000 agen kecerdasan buatan (AI). Klaim itu diumumkan oleh OpenAI pada Selasa (8/9/2026). Perusahaan menyebut hasil tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan kemampuan AI untuk menyelesaikan masalah matematika tingkat lanjut.

Namun, hasil tersebut belum diverifikasi secara independen atau diakui sebagai penyelesaian resmi oleh The Clay Mathematics Institute. Klaim OpenAI juga memicu perdebatan setelah matematikawan Tristan Buckmaster mempertanyakan proses penelitian dan menyebut bahwa dirinya bersama matematikawan Levent Alpoge juga tengah mengerjakan masalah tersebut.

1. OpenAI kerahkan 10.000 agen AI

ilustrasi agen AI (pixabay.com/AMRULQAYS)

OpenAI mulai menguji kemampuan model AI internal barunya untuk menyelesaikan sejumlah masalah matematika tingkat lanjut pada akhir Agustus 2026. Model tersebut belum tersedia untuk publik karena perusahaan menilai kemampuannya jauh melampaui model AI yang telah dirilis sebelumnya. Setelah mendapat informasi bahwa dua masalah Millennium Prize disebut telah terpecahkan, OpenAI memutuskan untuk mengerahkan ribuan agen AI untuk menguji sejumlah masalah matematika yang masih terbuka.

Sekitar 10.000 agen AI kemudian ditugaskan untuk mengerjakan masalah Navier-Stokes secara bersamaan. OpenAI mengklaim menemukan solusi untuk masalah eksistensi dan kelancaran Navier-Stokes pada 5 September, sekitar 88 jam setelah eksperimen dimulai. Selama proses tersebut, para agen AI bertukar hampir 3 juta pesan dan menghasilkan sekitar 130 miliar token. OpenAI memperkirakan eksperimen itu dapat menelan biaya sekitar 10 juta dolar AS berdasarkan harga keluaran model AI tercanggih perusahaan.

2. Masalah Navier-Stokes belum terpecahkan selama puluhan tahun

ilustrasi teori matematika (pexels.com/Nothing Ahead)

Persamaan Navier-Stokes merupakan persamaan matematika yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan fluida. Persamaan ini berkaitan dengan berbagai fenomena, termasuk turbulensi yang hingga kini masih menjadi persoalan kompleks dalam ilmu fisika dan matematika. Masalah eksistensi dan kelancaran Navier-Stokes menjadi salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang ditetapkan The Clay Mathematics Institute. Lembaga tersebut menawarkan hadiah 1 juta dolar AS untuk solusi yang memenuhi persyaratan dan telah melalui proses verifikasi.

OpenAI mengatakan hasil yang ditemukan membuktikan dua dari empat pernyataan dalam formulasi masalah tersebut. Perusahaan tidak mengklaim hadiah Millennium Prize atas hasil penelitian ini. Solusi yang dihasilkan AI masih harus diperiksa secara menyeluruh oleh matematikawan independen dan memenuhi standar komunitas matematika sebelum dapat dinyatakan sebagai penyelesaian resmi.

3. Klaim OpenAI picu perdebatan

ilustrasi situs web OpenAI (pexels.com/Solen Feyissa)

Tindakan OpenAI klaim pecahkan masalah matematika berusia 90 tahun dalam 88 jam ini memicu perdebatan. Terutama setelah matematikawan Tristan Buckmaster dari New York University mengungkapkan bahwa dirinya dan Levent Alpoge, matematikawan yang bekerja di Anthropic, juga sedang mengerjakan masalah tersebut. Buckmaster mempertanyakan kapan OpenAI mulai mengerjakan masalah Navier-Stokes dan apakah perusahaan mengetahui perkembangan penelitian yang ia kerjakan bersama Alpoge sebelum mengumumkan hasilnya. OpenAI membantah telah melihat atau menggunakan hasil pekerjaan Buckmaster dan Alpoge untuk menghasilkan solusi tersebut. Perusahaan juga menyatakan tidak mengakses data pengguna dalam proses pengerjaan masalah itu.

OpenAI sebelumnya mengakui bahwa tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan bahwa data anonim dari penggunaan produknya membantu meningkatkan model. Namun, dalam pembaruan pada 10 September, perusahaan mengatakan hasil investigasi menunjukkan prompt Buckmaster di Codex tidak dapat memengaruhi sistem yang digunakan untuk menghasilkan solusi tersebut. OpenAI juga menyatakan bahwa bukti yang dihasilkan berbeda secara signifikan dari penelitian Buckmaster dan Alpoge, termasuk hasil akhir yang berhasil dibuktikan.

Klaim OpenAI masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari komunitas matematika. Bukti tersebut perlu diverifikasi secara independen sebelum hasilnya dapat dinyatakan sebagai penyelesaian resmi masalah Navier-Stokes.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article