Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CapCut AI Content Fest 2026: Saat Teknologi AI dan Manusia Bepadu

CapCut AI Content Fest 2026: Saat Teknologi AI dan Manusia Bepadu
Gelaran acara puncak CapCut AI Content Fest 2026 yang berlangsung di CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta, pada Kamis (11/9/2026) (dok. Capcut)
  • CapCut AI Content Fest 2026 di Jakarta memperingati HUT ke-81 RI lewat festival film pendek AI bertema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, menampilkan 10 finalis.
  • Kompetisi selama sekitar tiga pekan menghimpun 699 pendaftar dan lebih dari 350 karya, dengan cerita tentang budaya, keseharian, serta harapan Indonesia dari kreator mahasiswa hingga profesional.
  • Dewan juri menekankan AI sebagai ruang eksplorasi, sementara kepekaan, identitas personal, dan emosi manusia tetap penting; Ilham Setyawan memenangkan Best Story serta Best AI Micro Film lewat “Bayu”.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Teknologi akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) berkembang pesat dan mengubah cara kreator menyusun sebuah karya visual. Namun, kecanggihan teknologi tetap membutuhkan imajinasi serta emosi manusia sebagai pendorong utamanya. Semangat inilah yang melatarbelakangi gelaran acara puncak CapCut AI Content Fest 2026 yang berlangsung di CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta, pada Kamis (11/9).

Digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, festival film pendek berbasis AI pertama dari CapCut ini mengusung tema "Small Stories. Big Screen. One Nation". Ajang ini sukses menyaring ratusan karya dari seluruh penjuru Indonesia hingga terpilih 10 finalis yang berkesempatan memutarkan karya film pendek mereka secara langsung di layar lebar.

  1. Mewadahi 10 karya finalis dari ratusan pendaftar di Indonesia

    Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia, menyampaikan sambutan pembuka di hadapan komunitas kreator dan tamu undangan pada puncak CapCut AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta.jpg
    Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia, menyampaikan sambutan pembuka di hadapan komunitas kreator dan tamu undangan pada puncak CapCut AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta (dok. CapCut)

    Kompetisi daring yang berlangsung selama kurang lebih tiga pekan ini mencatat antusiasme luar biasa dengan total 699 pendaftar dan lebih dari 350 karya yang masuk. Dari ratusan karya tersebut, terpilih 10 finalis yang mewakili beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga profesional kreatif.

    Seluruh finalis mengeksplorasi cerita tentang Indonesia, mencakup identitas budaya, dinamika kehidupan sehari-hari, hingga harapan bagi masa depan bangsa. Jessica Wowor selaku Head of Content Operations CapCut Indonesia menegaskan komitmen ajang ini bagi kreator lokal.

    "Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diakresiasi lebih luas," ujar Jessica.

  2. Wejangan dewan juri: AI tempat belajar bikin salah, tapi human touch penentu rasa

    Pada sesi pemutaran karya, 10 film finalis mendapat penilaian langsung dari lima dewan juri ternama: Angga Dwimas Sasongko, Upie Guava, Mouly Surya, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

    Sutradara Upie Guava menyoroti bahwa kehadiran AI seharusnya dipandang sebagai wadah belajar paling efisien untuk mencoba hal baru.

    "Kebutuhan terbesar dari industri kreatif di Indonesia adalah ruang sebanyak-banyaknya untuk orang bisa bikin salah. Dan buat saya, AI adalah tools paling efisien untuk supaya kita bisa bikin salah, karena di situlah kita akan berkembang," tutur Upie Guava.

    Sutradara Angga Dwimas Sasongko juga menambahkan pesan penting agar para kreator tidak kehilangan kepekaan emosional dan rasa kemanusiaan di balik penggunaan teknologi.

    "Jangan pernah kehilangan kepekaan terhadap cerita-cerita di sekitar kita, terhadap kemanusiaan. Karena saya yakin dengan kita peka, kita mau merasa dan melihat, di situlah kita menemukan cerita yang layak diperjuangkan," ungkap Angga.

    Mita Octaviani selaku Head of Creator Operations CapCut Indonesia turut mengingatkan pentingnya menjaga karakter personal dalam karya.

    "Jangan sampai kehilangan identitas hanya karena kalian pengin mengejar tren. Identitas kalian di dalam sebuah karya itu penting, pertahankan dan terus di-infuse ke dalam karya-karya kalian," tegas Mita.

  3. Daftar lengkap pemenang kategori penghargaan CapCut AI Content Fest 2026

    Ilham Setyawan, kreator asal Semarang, menerima penghargaan utama Best AI Micro Film untuk film pendek “Bayu” pada puncak CapCut AI Content Fest 2026. Karya tersebut juga meraih penghargaan Best Story.jpg
    Ilham Setyawan, kreator asal Semarang, menerima penghargaan utama Best AI Micro Film untuk film pendek “Bayu” pada puncak CapCut AI Content Fest 2026. Karya tersebut juga meraih penghargaan Best Story (dok. CapCut)

    Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas peserta, CapCut mengumumkan pemenang delapan kategori penghargaan utama:

    • Student Awards: "Gerilya" karya Yovan Arya Nugraha (Bogor)
    • Most Popular AI Microfilm: "Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81" karya Indrawan Agung (Bekasi)
    • Special Selection Award: "DARI TANAH UNTUK INDONESIA" karya Adams Taufik (Bandung)
    • Best Story: "Bayu" karya Ilham Setyawan (Semarang)
    • Best Visual: "Bulan Tiga Belas" karya Bobi Brilyan Bastenjar (Tangerang Selatan)
    • Jury's Special Mention: "Hutang Toko Budi" karya I Gede Wahyu Diatmika (Bali)
    • Next Icon Award: "Baleo" karya Cahyadi Widianto (Banten)
    • Best AI Micro Film: "Bayu" karya Ilham Setyawan (Semarang)

  4. Diskusi industri dan area interaktif CapCut Poster Lab

    Dari kiri ke kanan: Mouly Surya (sutradara dan penulis skenario), Lukman Sardi (aktor), Jessica Wowor (Head of Content Operations, CapCut Indonesia), serta Gustav Anandhita (kreator AI) (dok. CapCut)
    Dari kiri ke kanan: Mouly Surya (sutradara dan penulis skenario), Lukman Sardi (aktor), Jessica Wowor (Head of Content Operations, CapCut Indonesia), serta Gustav Anandhita (kreator AI) (dok. CapCut)

    Dalam sesi diskusi terpisah, aktor senior Lukman Sardi membagikan pandangannya terkait peran AI dalam mendukung proses keaktoran.

    "Teknologi bisa membantu aktor mendapatkan lebih banyak referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum masuk ke dalam sebuah adegan. Dengan proses persiapan yang lebih efisien, aktor punya lebih banyak ruang untuk fokus pada bagaimana karakter tersebut dihidupkan," jelas Lukman.

    Selain diskusi, para pengunjung yang hadir di lokasi juga dapat berkreasi secara langsung membuat poster film sinematik di area CapCut Poster Lab sesuai genre pilihan mereka.

    Rangkaian CapCut AI Content Fest 2026 membuktikan bahwa teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan memperluas ruang imajinasi dan mempercepat proses pembuatan karya sinematik. Seperti sebuah kutipan yang menjadi penutup manis dari ajang ini: "AI can empower creativity, but human imagination brings stories to life."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More