Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orang Indonesia Andalkan Smartphone Untuk Simpan Berbagai Data Penting
ilustrasi smartphone (freepik.com/freepik)
  • Survei Kaspersky menunjukkan 77% pengguna Indonesia menjadikan smartphone sebagai perangkat utama untuk mengakses internet dan menyimpan berbagai data pribadi maupun profesional.
  • Data yang tersimpan mencakup foto, dokumen identitas, detail keuangan, hingga kata sandi, menandakan ponsel pintar kini menjadi pusat kehidupan digital masyarakat.
  • Pakar keamanan menekankan pentingnya perlindungan data melalui pencadangan rutin, penggunaan solusi keamanan siber komprehensif, serta penyimpanan aman untuk informasi sensitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebuah survei menemukan bahwa hampir tiga perempat responden di Asia Pasifik—termasuk Indonesia—menyatakan bahwa ponsel pintar adalah perangkat utama yang mereka gunakan untuk mengakses internet, sehingga PC menjadi perangkat sekunder.

Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah dan sensitivitas data yang tersimpan di ponsel ini, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa keamanan pengguna tidak sejalan dengan kebiasaan tersebut.

Smartphone dianggap pendamping digital utama

Menurut survei yang dilakukan Kaspersky, 72 persen responden Asia Pasifik menganggap ponsel pintar sebagai perangkat utama mereka untuk mengakses internet. Sementara di Indonesia, 77 persen responden mengandalkan ponsel pintar sebagai gerbang utama mereka ke dunia online.

Seiring ponsel pintar menjadi pendamping digital utama masyarakat di seluruh Asia Pasifik, volume data penting yang tersimpan di dalamnya juga meningkat secara signifikan.

Foto dan video pribadi menjadi yang utama, dengan hampir dua pertiga (65 persen) responden menyimpan kenangan visual di perangkat mereka. Diikuti oleh detail kontak (57 persen), sementara setengahnya (50 persen) menyimpan pesan teks dan riwayat obrolan. Hampir satu dari dua (49 persen) juga menyimpan dokumen pribadi seperti kartu identitas, paspor, atau dokumen asuransi di smartphone.

Survei juga menyoroti bagaimana telepon genggam semakin banyak digunakan untuk pekerjaan dan produktivitas sehari-hari. Di seluruh Asia Pasifik, hampir setengah (47 persen) responden menyimpan email pekerjaan dan 31 persen menyimpan kalender pekerjaan di perangkat mereka.

Selain produktivitas, responden juga menyimpan informasi keuangan sensitif di ponsel dengan 38 persen di antaranya menyimpan detail perbankan dan 34 persen menyimpan kata sandi dan kredensial login. Kategori yang lebih baru seperti riwayat obrolan AI (27 persen) semakin menunjukkan bagaimana ponsel pintar telah berevolusi menjadi pusat penyimpanan kehidupan digital orang-orang.

Smartphone untuk menyimpan berbagai informasi

ilustrasi smartphone (pexels.com/Ashutosh Jaiswal)

Di antara responden Indonesia, smartphone dipercaya untuk menyimpan berbagai informasi sehari-hari yang lebih luas.

Dibandingkan dengan rata-rata Asia Pasifik, masyarakat kita lebih cenderung menyimpan data seperti email pekerjaan (57 persen), dokumen pribadi—misalnya, KTP, paspor, asuransi, tiket—(57 persen), kata sandi dan detail login (47 persen), catatan dan pengingat (45 persen) hingga informasi belanja—wayat pembelian, alamat pengiriman—(44 persem). Ini menyoroti peran ponsel pintar yang semakin besar dalam aktivitas pribadi dan profesional.

Anton Kivva, pakar keamanan siber di Kaspersky mengatakan bahwa ponsel pintar saat ini berfungsi sebagai asisten lengkap yang menyentuh setiap aspek kehidupan. Data yang dipercayakan di sana termasuk foto, nomor telepon atau pesan teks.

"Akibatnya, pertanyaan utamanya bukan lagi 'apa yang kita simpan' tetapi 'bagaimana kita melindunginya', sehingga keamanan harus menjadi bagian integral dari perangkat seperti halnya data yang dibawanya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

3 langkah pencegahan

Untuk membantu konsumen menavigasi dengan aman, para ahli Kaspersky telah mengeluarkan tips keamanan dalam tiga langkah:

  • Tidak ada data yang seharusnya hanya tersimpan di ponsel.

Ponsel pintar seharusnya tidak pernah menjadi satu-satunya tempat penyimpanan untuk semua jenis informasi. Data yang paling sensitif seperti kata sandi, identitas, atau detail keuangan memerlukan perhatian khusus dan sebaiknya disimpan dalam format yang terlindungi.

Gunakan solusi keamanan khusus seperti Kaspersky Password Manager, yang selain menyimpan kredensial dan kartu bank dengan aman, memiliki fungsi brankas rahasia khusus yang ditujukan untuk menyimpan dokumen penting. Ia memungkinkan akses ke data dari gawai apa pun.

  • Buat perlindungan terhadap ancaman digital.

Perangkat seluler membutuhkan perlindungan siber komprehensif yang sama seperti PC. Pakar Kaspersky merekomendasikan solusi keamanan siber yang memberikan perlindungan komprehensif—dimulai dengan memindai aplikasi untuk potensi ancaman saat instalasi dan menggunakan fitur berbasis AI untuk memblokir tautan berbahaya dan phishing secara real-time.

  • Rencana cadangan

Kehilangan ponsel selalu terjadi secara tak terduga, tetapi beberapa langkah proaktif dapat secara dramatis mengurangi dampaknya, dengan:

  1. Aktifkan layanan lokasi. Baik Android maupun iOS menyertakan alat bawaan yang dapat menemukan ponsel yang hilang dan bisa menghapus datanya dari jarak jauh. Aplikasi Kaspersky untuk Android mengaktifkan kemampuan ini melalui fitur 'Where is My Device'.

  2. Aktifkan pencadangan otomatis. Pencadangan rutin memastikan bahwa foto, video, dokumen, kontak, dan data penting lainnya dapat dipulihkan bahkan jika perangkat hilang atau dicuri.

  3. Konfigurasikan penguncian otomatis instan. Mengatur ponsel untuk terkunci segera setelah layar mati membuatnya tidak dapat diakses oleh pencuri atau penjahat siber saat tidak menggunakannya.

  4. Jaga keamanan fisik perangkat. Di ruang publik, jangan pernah meninggalkan ponsel tanpa pengawasan atau dalam jangkauan mudah, hindari meletakkannya di atas meja, di saku belakang atau tempat rentan lainnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article