Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pembocor Kondang Evan Blass Tutup Akun @evleaks setelah 14 Tahun

Pembocor Kondang Evan Blass Tutup Akun @evleaks setelah 14 Tahun
ilustrasi pengguna menggulir media sosial X (dulu Twitter) (unsplash.com/Claudio Schwarz)
Intinya Sih
  • Evan Blass resmi menutup akun legendaris @evleaks setelah 14 tahun aktif membocorkan informasi gadget, mengakhiri kiprahnya yang berpengaruh di dunia teknologi.
  • Keputusan ini dipicu oleh tekanan finansial dan kondisi kesehatan akibat Multiple Sclerosis, yang membuat aktivitas sebagai pembocor tidak lagi memberikan penghasilan stabil.
  • Meskipun menutup @evleaks, Blass tetap hadir di dunia maya lewat akun Instagram @EvanBlass untuk berinteraksi dan membuka dukungan dari komunitas secara langsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dunia teknologi dikejutkan oleh kabar pensiunnya salah satu figur paling berpengaruh dalam industri bocoran gadget, Evan Blass. Sosok di balik akun legendaris @evleaks ini resmi mengumumkan bahwa dirinya akan berhenti setelah sekitar 14 tahun aktif membagikan informasi seputar perangkat yang belum dirilis. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform X pada Minggu, 3 Mei 2026. Selama ini, banyak penggemar gadget hingga media global mengandalkan bocoran dari akun tersebut sebagai referensi awal sebelum peluncuran resmi.

Kabar ini terasa emosional karena tidak sekadar soal berhenti dari aktivitas di media sosial. Ada realita yang melatarbelakangi keputusan tersebut, mulai dari faktor finansial hingga kondisi kesehatan yang dihadapi Blass. Ia menilai bahwa aktivitas membocorkan informasi dan membagikan konten seperti wallpaper sudah tidak lagi relevan secara ekonomi dalam fase hidupnya saat ini. Di balik kontribusinya yang besar, tersimpan tantangan personal yang akhirnya mendorongnya untuk mengambil keputusan tersebut. Berikut perjalanan Evan Blass di dunia bocoran gadget.

1. Perjalanan Evan Blass sebagai sang legenda tipster di dunia teknologi

Tangan memegang ponsel yang menampilkan folder aplikasi media sosial berisi Facebook, Messenger, Instagram, WhatsApp, dan X.
media sosial X (unsplash.com/Julian Christ)

Nama Evan Blass sudah tidak asing di telinga penggemar gadget. Ia dikenal luas sebagai salah satu rujukan utama dalam dunia rumor dan bocoran teknologi. Selama lebih dari satu dekade, berbagai informasi perangkat yang belum diumumkan kerap muncul lebih dulu melalui akun @evleaks di platform X. Tidak hanya sering terbukti akurat, konsistensi informasinya juga membuat reputasi Blass semakin kuat di kalangan media dan penggemar teknologi. Banyak media teknologi besar bahkan menjadikan bocorannya sebagai sumber awal pemberitaan.

Menariknya, perjalanan tersebut tidak dimulai dari popularitas akun @evleaks. Evan Blass mengaku sudah aktif membagikan informasi perangkat sejak 2009, atau tiga tahun sebelum akun tersebut dikenal luas. Hal ini menunjukkan bahwa kiprahnya di dunia leak teknologi terbentuk melalui proses panjang. Tidak berlebihan rasanya jika ia disebut sebagai salah satu pionir budaya leak modern.

2. Aktivitas sebagai pembocor tidak mampu memberinya penghasilan yang stabil

Beragam jenis obat dalam bentuk kapsul dan tablet berwarna-warni tersusun dalam kemasan blister di permukaan datar.
ilustrasi obat-obatan (unsplash.com/Roberto Sorin)

Di balik reputasi besarnya, terdapat sisi lain yang jarang terlihat publik. Blass mengungkapkan bahwa aktivitas sebagai pembocor tidak mampu memberikan penghasilan yang stabil dalam jangka panjang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama seiring meningkatnya kebutuhan hidup. Ia pun menyadari bahwa pekerjaan tersebut tidak lagi dapat dijadikan sumber pendapatan utama.

Mengutip GSMArena pada 5 Mei 2026, situasi tersebut semakin berat setelah Blass didiagnosis mengidap Multiple Sclerosis pada 2014. Penyakit autoimun ini membutuhkan penanganan jangka panjang dengan biaya yang tidak sedikit. Bahkan, ia secara terbuka menyebut kesulitan untuk memenuhi kebutuhan obat penting yang harus dikonsumsi. Kombinasi tekanan finansial dan kondisi kesehatan inilah yang akhirnya mendorong keputusan untuk menutup perjalanan panjang akun @evleaks.

3. Keputusan undur diri ini bukan pertama kali bagi Evan Blass

ilustrasi seseorang mengetikkan kata kunci di bilah pencarian Google menggunakan laptop
ilustrasi seseorang mengetikkan kata kunci di bilah pencarian Google menggunakan laptop (unsplash.com/Justin Morgan)

Keputusan pensiun ini sebenarnya bukan yang pertama bagi Blass. Pada 2014, ia juga sempat menghentikan aktivitas @evleaks karena alasan serupa, yakni kesulitan menjadikan aktivitas tersebut sebagai sumber penghasilan. Namun setelah itu, ia kembali aktif dan melanjutkan kontribusinya di dunia leak teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan kariernya memang diwarnai dinamika yang tidak sederhana.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, situasi yang dihadapi tampaknya kembali ke titik yang sama, bahkan menghadirkan tantangan yang lebih besar. Bedanya, keputusan kali ini terasa lebih final karena dipengaruhi kondisi hidup yang semakin kompleks. Momen ini sekaligus menjadi refleksi bahwa popularitas di dunia digital tidak selalu berbanding lurus dengan kestabilan finansial.

Meski menutup @evleaks, Evan Blass tidak sepenuhnya menghilang dari dunia maya. Ia menyatakan akan memindahkan aktivitasnya ke Instagram melalui akun @EvanBlass, yang juga terhubung ke platform donasi seperti PayPal dan Venmo. Langkah ini membuka peluang bagi penggemar dan komunitas untuk tetap terhubung sekaligus memberikan dukungan secara langsung. Lewat cara ini, Blass mencoba menemukan bentuk baru dalam berinteraksi dengan publik.

Kepergian @evleaks tentu meninggalkan kekosongan dalam industri teknologi. Selama bertahun-tahun, akun tersebut telah menjadi bagian penting dari bagaimana publik mengikuti perkembangan gadget terbaru. Meski demikian, warisan yang ditinggalkan oleh Blass akan tetap hidup dalam budaya leak yang ia bantu bentuk. Dunia teknologi mungkin akan terus berubah, tetapi nama Evan Blass akan selalu dikenang sebagai salah satu pelopornya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More